This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, July 9, 2020

Gokil! Tembus US$ 1.800/Oz, Cuan Emas Tahun Ini Capai 19%

FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File PhotoPT Equityworld Futures Medan-Akhirnya waktu yang dinanti-nanti tiba. Kini harga emas sudah tembus ke atas level psikologis US$ 1.800/troy ons. Perdagangan kemarin menjadi sejarah harga emas cetak rekor tertingginya dalam sembilan tahun terakhir.

Namun pada perdagangan pagi ini Kamis (9/7/2020) harga emas agak sedikit terkoreksi. Pada 09.15 WIB, harga emas di pasar spot turun tipis 0,09% ke US$ 1.808,47/troy ons. Dengan harga emas di level saat ini, maka secara year to date logam mulia ini telah membukukan kenaikan hingga 19%.


Melambungnya harga emas tak terlepas dari minat investor yang tinggi. Investor banyak yang melirik emas lantaran mencari suaka dari risiko ketidakpastian global yang ada.

Bagaimanapun juga pandemi virus corona belum berakhir. Malahan dalam beberapa waktu terakhir jumlah kasus melonjak lagi. Kota-kota seperti Beijing, Leicester hingga Melbourne akhirnya menerapkan lockdown untuk menekan penyebaran virus.

Tensi geopolitik yang tinggi terutama poros Washington-Beijing, semakin dekatnya pemilihan umum Amerika Serikat (AS), kerusuhan yang merebak di berbagai negara akibat kesenjangan sosial dan ekonomi membuat prospek ekonomi jadi suram.

Kondisi tersebut membuat emas sebagai aset safe haven diborong oleh investor. Reuters melaporkan untuk Exchange Traded Fund (ETF) dengan underlying emas pada paruh pertama 2020 telah menambah posisi (holdings) emasnya sebanyak 734 ton.

Di sisi lain banjir stimulus fiskal dan moneter yang ada juga mendukung harga emas untuk menguat.

Rendahnya suku bunga acuan, banyaknya uang yang disuntikkan ke perekonomian melalui program pembelian aset keuangan (QE), pinjaman lunak oleh bank sentral, hingga bantuan sosial dan stimulus fiskal lain oleh pemerintah telah menimbulkan adanya ekspektasi inflasi yang tinggi di masa depan.

Dolar AS yang terdepresiasi hingga imbal hasil surat utang pemerintah AS yang sudah sangat rendah, bahkan dengan real rates yang jauh lebih rendah membuat opportunity cost untuk memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi murah dan bullion semakin menjadi primadona.

"Harga emas terus terdorong oleh permintaan yang meningkat meski ada data makro ekonomi yang positif dan sentimen yang cenderung risk on...Pelemahan dolar telah mendukung emas, tetapi penyokong sebenarnya harga emas adalah imbal hasil asli" kata Suki Cooper analis dari Standard Chartered Bank.

Kendati harga emas sudah naik 19% tahu ini, tetapi emas masih di bawah rekor tertingginya di US$ 1.920 pada 2011 lalu. Bagaimanapun juga analis masih memandang prospek emas jangka menengah dan panjang masih baik.

Goldman Sachs memperkirakan dalam kurun waktu 12 bulan mendatang terhitung dari Maret, harga emas akan menyentuh level US$ 1.800 dan sekarang sudah kejadian. Sementara Bank of America (BoA) memperkirakan dalam 12 bulan mendatang sejak April harga emas akan menyentuh level US$ 3.000.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Wednesday, July 8, 2020

Asing Masuk & IHSG Tembus 5.000, Ini Saham yang Diborong

Pengunjung melintas dan mengamati pergerakan layar elektronik di di Jakarta, Selasa (2/1/2018).PT Equityworld Futures Medan- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan awal pekan Senin (6/7/20) langsung dibuka naik 0,14% ke level 4.994,04. Selang 5 menit IHSG masih terpantau berada di zona hijau dengan apresiasi sebesar 0,28% di level 5.001,24 berhasil menembus level psikologisnya di angka 5.000.

Data perdagangan mencatat, investor asing kembali melakukan aksi beli bersih sebanyak Rp 2,5 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 326 miliar.

Saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Bank Rakyat IndonesiaTbk (BBRI) dengan beli bersih sebesar Rp 4 miliar dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang mencatatkan net buy sebesar Rp 16 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Astra InternasionalTbk (ASII) dengan jual bersih sebesar Rp 7 miliar dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 6 miliar.

Berlawanan arah dengan IHSG, bursa di kawasan Asia mayoritas terpantau merah, Hang Seng Index di Hong Kong turun 0,24%, Nikkei di Jepang terdepresiasi sebesar 0,15%, sedangkan STI Singapore naik tipis 0,02%.

Beralih ke bursa saham Amerika Serikat (AS) yakni Wall Street, pada penutupan perdagangan Selasa kemarin atau Rabu dini hari tadi waktu Indonesia masuk teritori negatif di tengah kekhawatiran pandemi virus corona.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok 396,85 poin atau 1,5% menjadi 25.890,18, Nasdaq merosot 89,76 poin atau 0,9% menjadi 10.343,89 dan S&P 500 turun 34,40 poin atau 1,1% menjadi 3.145,32.

Kekhawatiran coronavirus yang muncul kembali ketika para pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa jumlah kematian akibat pandemi mungkin mulai naik lagi.

Presiden Federal Reserve Atlanta, Raphael Bostic juga memperingatkan bahwa lonjakan kasus virus corona di negara-negara bagian selatan dan barat dapat memperlambat pemulihan ekonomi AS.

Bostic mencatat dalam sebuah wawancara dengan Financial Times bahwa bahwa data frekuensi yang tinggi telah "meratakan" kegiatan ekonomi baik dalam hal pembukaan bisnis dan mobilitas.

"Ada beberapa hal yang kami lihat dan beberapa di antaranya meresahkan dan mungkin menyarankan bahwa lintasan pemulihan ini akan menjadi sedikit lebih bergelombang daripada yang mungkin terjadi," kata Bostic.

Selanjutnya Kamar Dagang Amerika Serikat (AS) dan lebih dari 40 asosiasi perdagangan lainnya mendesak para pejabat tinggi AS dan China untuk meningkatkan upaya agar bisa membuat China memenuhi janjinya untuk menambah jumlah pembelian barang dari AS.

Janji China untuk meningkatkan pembelian itu tertuang dalam kesepakatan perdagangan Fase 1 yang ditandatangani oleh dua ekonomi terbesar dunia pada Januari lalu. Kumpulan asosiasi itu meminta China untuk memenuhi janjinya meskipun ada berbagai masalah antar kedua negara terkait pandemi virus corona (COVID-19).

Dalam sepucuk surat kepada Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Wakil Perdana Menteri China Liu He pada Senin (6/7/2020), kelompok itu mengatakan mereka puas dengan kemajuan sejauh ini, tetapi mendesak peningkatan signifikan dalam pembelian barang dan jasa AS oleh China.

Mereka mengatakan bahwa upaya untuk memerangi pandemi virus corona baru dan memulihkan pertumbuhan global sebagian bergantung pada keberhasilan implementasi kesepakatan perdagangan AS-China.

Apalagi kedua negara juga tengah berselisih di Laut China Selatan, di mana militer mereka telah saling meningkatkan kehadiran. Langkah ini bahkan dikhawatirkan akan memicu lahirnya konfrontasi senjata.

"Di tengah meningkatnya ketegangan bilateral di seluruh hubungan, bekerja bersama untuk meningkatkan perdagangan dan menumbuhkan perdagangan dapat memberikan manfaat penting bagi kedua negara dan membantu meningkatkan hubungan," tulis kelompok itu dalam surat mereka.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tuesday, July 7, 2020

Harga Emas Antam Bisa Tembus Rp 900.000 Lagi Gak Ya?

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)PT Equityworld Futures Medan- Harga emas Antam pada perdagangan Senin kemarin (6/7/2020) kembali membukukan kenaikan di tengah kekhawatiran atas lonjakan infeksi virus corona kembali menghantui pemulihan ekonomi yang baru lahir, mendorong investor untuk mencari logam safe haven.

Meski harga emas Antam hanya naik Rp 1.000 alias seceng atau 0,11% menjadi Rp 873.120/gram dari perdagangan sebelumnya. Namun, ini merupakan kenaikan untuk ketiga hari berturut.

Harga ini mengacu pada harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram yang lumrah dijadikan acuan transaksi secara umum yang naik sebesar 0,11% berada di Rp 87,112 juta dari harga sebelumnya Rp 87,012 juta per batang.

Sebelumnya, pada perdagangan Sabtu (4/7/2020) harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) ini melonjak Rp 2.000 pada Rp 872.120/gram dari harga Jumat yakni Rp 870.120/gram.


Adapun khusus harga 1 gram emas Antam Senin (6/7/2020) naik seribu ke Rp 931.000/gram setelah naik Rp 2.000 ke Rp 930.000/gram pada Sabtu.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik 0,12% atau Rp 1.000 ditetapkan pada Rp 829.000/gram, dari posisi Sabtu lalu yakni Rp 828.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Sepekan dan Semester I

Emas Antam dalam sepekan terakhir, Sabtu (27 Juni-4 Juli) ternyata mampu memberikan gain atau keuntungan hingga Rp 18.000/gram. Pada Sabtu pekan sebelumnya (27/7), harga emas Antam Rp 854.120/gram, sementara Sabtu pekan lalu (4/7) harganya Rp 872.120/gram.

Kenaikan harga emas Antam sepekan ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah kasus terinfeksi virus corona secara global yang mencapai lebih dari 11 juta orang, memicu kekhawatiran ekonomi dunia masuk jurang resesi sehingga meningkatkan aset-aset aman seperti emas.

Kenaikan harga emas Antam seiring dengan naiknya harga emas dunia di pasar spot sepekan kemarin yang juga naik sebesar US$ 4,17 atau 0,24% ke level US$ 1.774,79/oz pada penutupan dini hari tadi dari US$ 1.770,62/oz pada penutupan perdagangan Jumat lalu (26/6/2020), mengacu data Refinitiv.


Pada periode semester I, emas dunia sempat mengalami aksi jual masif di bulan Maret hingga menjadi negatif secara year-to-date (YTD). Tetapi setelahnya, logam mulia ini kembali menanjak. Pada 30 Juni lalu, emas dunia berada di level US$ 1.780,66/troy ons, membukukan penguatan 17,38% sepanjang semester I.

Penguatan tersebut terbilang moncer, tetapi ternyata masih kalah cemerlang dibandingkan emas Antam. Harga emas Antam melesat 20,63% atau Rp 147.120/gram pada semester I.

Di akhir semester I-2020, harga emas Antam batangan 100 gram yang biasa menjadi acuan dibanderol Rp 86.012.000/batang atau Rp 860.120/gram.

Harga emas Antam pernah mencapai level di atas Rp 900.000/gram, tepatnya Rp 903.000/gram pada Senin (13/4/2020) untuk harga acuan 100 gram, kendati langsung turun keesokan harinya (Selasa, 14/4) di level Rp 899.000/gram. Pada 14 April itu, khusus harga emas Antam 1 gram juga tembus Rp 948.000/gram.


Sumber : cnbcindonesia.com
PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Monday, July 6, 2020

Sulit Gerak, Ini Pemicu Harga Emas Belum Tembus US$ 1.800

FILE PHOTO: Gold bullion is displayed at Hatton Garden Metals precious metal dealers in London, Britain July 21, 2015. REUTERS/Neil Hall/File PhotoPT Equityworld Futures Medan- Kondisi yang masih belum kondusif membuat harga emas cenderung stabil dan kokoh di level tertingginya dalam hampir delapan tahun terakhir. Namun berbagai sentimen yang campur aduk menjadi ganjalan bagi logam mulia untuk 'melompat' lebih tinggi.

Mengawali pekan ini Senin (6/7/2020), harga emas dunia di pasar spot melemah tipis cenderung flat. Pada 08.15 WIB, harga bullion turun 0,04% ke US$ 1.774,02/troy ons. Sejak memasuki bulan Juli, harga emas ditransaksikan dengan relatif stabil.


Perkembangan terbaru seputar vaksin dan obat untuk virus corona dan rilis data ekonomi pekan lalu cenderung menjadi pemberat laju harga emas. Kandidat vaksin yang terus bertambah serta rilis hasil uji klinis yang positif membuat risk appetite investor membaik. 

Seiring dengan relaksasi lockdown yang dilakukan di banyak negara seperti Amerika Serikat (AS) dengan kasus infeksi virus yang paling banyak, ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Pada bulan Juni, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat ada penambahan 4,8 juta lapangan kerja (non-farm payrolls). Jauh lebih tinggi dibanding bulan Mei lalu yang mengalami pertambahan 2,5 juta lapangan kerja.

Dengan pertambahan tersebut, tingkat pengangguran di AS mengalami penurunan. Pada bulan Mei tingkat pengangguran di AS tercatat mencapai 13,3%, kemudian turun menjadi 11,1% pada Juni.

Sektor manufaktur AS yang mengalami kontraksi juga sudah menunjukkan tanda ekspansi di bulan Juni. Ini tercermin dari kenaikan 9,5 poin indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur menjadi 52,6 dari sebelumnya 43,1.

Data-data tersebut mendorong harga aset-aset berisiko seperti saham mengalami penguatan. Namun, aset safe haven seperti emas tak langsung ditinggalkan, harga emas malah cenderung stabil.

Stabilnya harga emas di level tertingginya hampir dalam delapan tahun terakhir ini mengisyaratkan bahwa risiko yang besar masih meliputi pasar. Risiko itu datang dari perkembangan pandemi virus corona dan tensi geopolitik yang terjadi terutama dari poros Washington-Beijing.

Di hari Sabtu (4/7/2020) pekan lalu, WHO mencatat jumlah kenaikan kasus infeksi baru secara global mencapai rekor lebih dari 200 ribu kasus dalam kurun waktu 24 jam. Reuters melaporkan, dalam empat hari pertama bulan Juli, ada 15 negara bagian yang melaporkan kenaikan kasus.

Jumlah kasus di AS kini nyaris mencapai angka 3 juta. Data kompilasi John Hopkins University CSSE mencatat total kematian akibat virus corona di AS sudah tembus 129.904 orang sampai dengan hari ini.

WHO bahkan sempat menyarankan untuk kembali menerapkan lockdown bagi negara-negara yang mengalami lonjakan kasus baru. Lockdown telah menjadi pemicu mandeknya ekonomi global sejak bulan Maret. Jika ini dilakukan lagi maka prospek perekonomian ke depan semakin suram.

Selain itu tensi geopolitik yang tinggi juga masih jadi sorotan pelaku pasar. Hubungan AS-China yang sangat rumit mulai dari isu perdagangan, kekayaan intelektual, otonomi Hong Kong, penindasan kelompok muslim Uyghur hingga menyangkut teritor Laut China Selatan (LCS) membuat tensi semakin tereskalasi.

Latihan militer China di LCS sejak awal Juli membuat Pentagon geram. AS pun mengirimkan dua unit Aircraft Carrier ke LCS. AS menilai bahwa tindakan China bisa semakin memperburuk situasi di LCS.

Namun banyak yang melihat prospek emas masih akan bagus ke depannya, terutama ditopang oleh berbagai stimulus ekonomi yang ada. Suntikan uang ke perekonomian oleh bank sentral global melalui pemangkasan suku bunga yang agresif hingga pembelian aset-aset finansial menjadi sentimen positif bagi logam mulia.

Kebijakan ultra akomodatif yang ditembuh otoritas moneter global kemungkinan akan ditahan dalam waktu yang cukup lama sampai ekonomi benar-benar pulih. Rendahnya suku bunga membuat imbal hasil surat utang (terutama obligasi pemerintah AS) menjadi rendah.

Hal ini membuat opportunity cost untuk memegang aset emas menjadi lebih 'murah'. Selain itu bersama dengan stimulus fiskal yang ditempuh pemerintah pusat, ke depan inflasi yang tinggi juga menjadi ancaman.

Emas sebagai aset lindung nilai (hedging) mendapat berkah karena minat investor terhadap emas biasanya akan tinggi sebagai bentuk upaya untuk mencari suaka terhadap penurunan nilai mata uang.

Dalam waktu dekat, harga emas masih berpotensi bergerak ke level psikologis baru di US$ 1.800/troy ons. Untuk jangka yang lebih panjang potensi tembus ke US$ 2.000 bahkan ke US$ 3.000 per troy ons pun dinilai juga terbuka


Sumber : cnbcindonesia.com
PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Friday, July 3, 2020

Emas Antam vs Emas Dunia, Siapa Lebih Cuan di Semester I?

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)PT Equityworld Futures Medan-Emas menjadi salah satu aset yang kinerjanya paling kinclong di tahun ini, di tengah pandemi penyakit virus corona (Covid-19) yang membuat perekonomian global nyungsep menuju jurang resesi.

Wajar saja, emas merupakan aset aman (safe haven) yang menjadi target investasi saat kondisi ekonomi sedang tidak pasti.

Meski demikian, perjalan emas tidak mulus di semester I-2020, emas dunia sempat mengalami aksi jual masif di bulan Maret hingga menjadi negatif secara year-to-date (YTD). Tetapi setelahnya, logam mulia ini kembali menanjak. Pada 30 Juni lalu, emas dunia berada di level US$ 1.780,66/troy ons, membukukan penguatan 17,38% sepanjang semester I.

Penguatan tersebut terbilang moncer, tetapi ternyata masih kalah cemerlang dibandingkan emas Antam. Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. ini melesat 20,63% atau Rp 147.120/gram.

Di akhir semester I-2020, harga emas Antam batangan 100 gram yang biasa menjadi acuan dibanderol Rp 86.012.000/batang atau Rp 860.120/gram.

Laju kenaikan harga emas diramal masih belum akan terhenti. Memasuki semester II-2020, harga emas dunia memang belum melaju kencang lagi, dan tertahan di bawah US$ 1.800/troy ons.

Tetapi, harga emas dunia pada akhirnya diramal akan melewati level tersebut.

Ole Hansen dari Saxo Bank dalam riset yang dikutip CNBC International mengatakan emas belakangan ini masih bergerak di kisaran US$ 1.700/troy ons, setelah mengalami pergerakan liar di bulan April.

Emas belum lagi mampu melesat naik seperti di bulan April, tetapi Hansen mengatakan investor yang sabar akan menuai hasil yang besar di kuartal III-2020.

Sementara itu bank investasi ternama Goldman Sachs yang baru-baru ini menaikkan target harga emas. Dalam 3 bulan ke depan Goldman memprediksi harga emas akan mencapai US$ 1.800/troy ons, kemudian dalam 6 dan 12 bulan ke depan akan mencapai US$ 1.900 dan US$ 2.000/troy ons.

Ketika harga emas dunia kembali menguat, maka harga emas Antam akan cenderung mengikuti.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Thursday, July 2, 2020

Ambles Rp 4.000, Harga Emas Antam Hari Ini Jadi Rp 857.120

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)PT Equityworld Futures Medan- Harga emas Antam hari ini, Kamis (2/7/2020) turun 0,46% ke level Rp 857.120/gram atau sebesar Rp 4.000 dari harga sebelumnya mengikuti turunnya harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis pagi waktu Indonesia).

Harga emas dunia kemarin turun US$ 10,66 atau 0,60% menjadi US$ 1.770/oz di tengah aksi ambil untung atau profit taking setelah reli beberapa hari terakhir dan mencetak rekor tertinggi harian baru sejak Oktober 2012 di kisaran US$ 1.789/oz.

Sebelumnya, pada perdagangan Rabu kemarin (1/7/2020) harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) naik Rp 1.000 atau 0,12% pada Rp 861.120/gram dari harga Selasa yakni Rp 860.120/gram.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari ini Kamis (2/7/2020) turun Rp 4.000 ke Rp 915.000/gram setelah naik Rp 1.000 ke Rp 919.000/gram pada hari Rabu kemarin.

Sementara untuk harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram hari ini yang lumrah dijadikan acuan transaksi secara umum juga mengalami penurunan yang sebesar 0,46% berada di Rp 85,712 juta dari harga sebelumnya Rp 86,112 juta per batang.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini turun 0,37% atau Rp 3.000 ditetapkan pada Rp 812.000/gram, dari posisi kemarin Rp 815.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Penurunan harga emas dunia terdorong oleh laporan data Amerika Serikat (AS) yang kuat dan harapan seputar vaksin Covid-19 yang potensial melemahkan sentimen safe haven logam emas.

Di mana aktivitas manufaktur di Amerika Serikat melonjak menjadi 52,6 pada bulan Juni dari 43,1 pada Mei, dengan pembacaan di atas 50 menunjukkan ekspansi dalam aktivitas manufaktur. Ekonom memperkirakan indeks naik ke 49,5, yang masih mengindikasikan kontraksi moderat dalam aktivitas manufaktur.

Survei serupa dari Cina, Jerman dan Prancis semuanya menunjukkan pemulihan dalam aktivitas pabrik, sementara Laporan Ketenagakerjaan Nasional ADP menunjukkan gaji swasta AS pada bulan Juni meningkat sebesar 2,369 juta pekerjaan.

Sementara kabar gembira vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh perusahaan bioteknologi Jerman, BioNTech, dan raksasa farmasi AS, Pfizer, telah menunjukkan potensi dan terbukti ditoleransi dengan baik dalam uji coba manusia tahap awal.

Optimisme atas potensi vaksin Covid-19 dan pembacaan data ekonomi yang lebih baik dari yang diharapkan mengangkat minat investor untuk aset berisiko, sehingga menekan safe haven


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Wednesday, July 1, 2020

Wall Street Ngamuk! IHSG Berpotensi Melaju ke 5.000

Pengunjung melintas di depan layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 12 Maret 2020. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5,01% ke 4.895,75. Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dihentikan sementara (trading halt) setelah  Harga tersebut ke 4.895,75 terjadi pada pukul 15.33 WIB.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan-Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (30/6/20) ditutup terapresiasi tipis sebesar 0,07% di level 4.905,39.

Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 467 miliar di pasar reguler dengan nilai transaksi menyentuh Rp 6,9 triliun.

Sentimen terbaru di awal Juli ini yakni, saham-saham di bursa Amerika Serikat (AS), Wall Street, mencatatkan kenaikan pada hari Selasa (30/6/2020). Hal itu dikarenakan rata-rata indeks utama mencatatkan kinerja kuartalan terbaiknya dalam beberapa dekade.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 217,08 poin atau 0,9%, ditutup menjadi 25.812,88. Sementara S&P 500 melonjak 1,5% menjadi 3.100,29 dan Nasdaq Composite naik 1,9% menjadi 10.058,77. Rata-rata indeks utama mencapai level tertinggi mereka hanya kurang dari satu jam sebelum perdagangan berakhir.

Analis MNC Sekuritas, Edwin Sebayang, mengungkapkan kenaikan DJIA didorong naiknya harga saham emiten besar seperti Fedex naik 9% akibat menggembirakannya data laba atau earning dan pendapatan (revenue) di akhir perdagangan kuartal 2/2020, sehingga di sepanjang kuartal II-2020 DJIA menguat sebesar 17,8%.

Hal ini merupakan suatu pencapaian kuartalan terbaik sejak tahun 1987 di tengah serangan pandemi Covid-19 dan diberlakukannya lockdown.

Kenaikan DJIA ini berpotensi menjadi sentimen positif untuk perdagangan di awal kuartal III/2020 di tengah pencapaian jumlah tertinggi kembali korban yang terjangkiti dan tewas akibat Covid-19.

Sementara itu, di AS jumlah kasus harian akan bertambah 2x lipat jika situasi dan kondisi tidak berubah. Anthony Fauci, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, kemarin mengatakan bahwa korban baru karena wabah virus corona dapat meningkat menjadi 100.000 per hari, dan akan naik dari level saat ini yang di mana berkisar 40.000.

Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan dengan peningkatan jumlah kasus yang tinggi di Amerika, Wapres AS Mike Pence mengatakan kepada masyarakat di AS bahwa pemerintah telah siap lebih dari sebelumnya untuk membuka perekonomian.

Hal ini menunjukkan bahwa Amerika melakukan pembukaan perekonomian tanpa persiapan. Hal tersebut justru akan menekan perekonomian secara perlahan.

Sementara itu, menurut Reliance Sekuritas, Amerika akan membutuhkan lebih banyak sokongan untuk ekonominya karena tanda-tanda krisis masih akan terlihat.

Gubernur The Fed, Jerome Powell juga mengungkapkan bahwa pengendalian virus Covid-19 saat ini menjadi sangat penting dengan mulai reboundnya perekonomian.

Dari segi teknikal, sekuritas ini menyebutkan indikator Stochastic terlihat menjenuh mendekati area oversold (jenuh jual) dengan momentum indikator RSI yang bergerak flat (mendatar) pada area middle oscillator.

Dengan demikian, diperkirakan IHSG akan kembali bergerak mencoba tutup pada zona positif melanjutkan pergerakan tren jangka menengahnya hingga pengujian resistance (batas atas) psikologis, dengan support (batas bawah) di 4.879 dan resisten di 5.000.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan