This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, May 6, 2015

Sentimen Ekonomi Melambat Berlanjut, IHSG Melemah 26 Poin


Equityworld Futures Medan : Laju Indeks Harga Saham Gabunan (IHSG) cenderung melemah pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Hal ini mengikuti bursa saham global dan Asia yang tertekan.
Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (6/5/2015), IHSG melemah 26,51 poin (0,51 persen) ke level 5.133,73. Indeks saham LQ45 turun 0,76 persen ke level 885,97. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan kecuali indeks saham DBX naik 0,03 persen ke level 700,05 dan indeks saham Pefindo25 menguat 0,48 persen ke level 453,06.
Saat pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB, IHSG melemah 30,18 poin (0,58 persen) ke level 5.130,12. Indeks saham LQ45 merosot 0,77 persen ke level 885,83. Indeks saham acuan pun kompak merah.
Pada pagi ini, IHSG sempat di level tertinggi 5.136,78 dan terendah 5.121,14. Ada sebanyak 74 saham melemah sehingga menyeret IHSG ke zona merah. Sedangkan 38 saham menghijau. Adapun 63 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham sekitar 5.633 kali dengan volume perdagangan saham 99,43 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 178,54 miliar.
Secara sektoral, sebagian besar sektor saham merah kecuali sektor saham tambang naik 0,72 persen.
Sektor saham melemah dipimpin oleh sektor saham infrastruktur melemah 0,95 persen, lalu disusul sektor saham barang konsumen tergelincir 0,57 persen, dan sektor saham keuangan susut 0,42 persen.
Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham BKSW naik 24,17 persen ke level Rp 745 per saham, saham KOPI mendaki 22,45 persen ke level Rp 900 per saham, dan saham BSWD menanjak 14,29 persen ke level Rp 4.000 per saham.
Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham DART turun 8,5 persen ke level Rp 700 per saham, saham ERTX melemah 8,47 persen ke level Rp 1.080 per saham, dan saham MTFN merosot 4,1 persen ke level Rp 160 per saham.
Analis PT BNI Securities, Ankga Adiwirasta mengatakan, sentimen pelemahan bursa global dan Asia diprediksi berpengaruh terhadap IHSG. Akan tetapi, potensi pergerakan masih dalam kecenderungan bervariasi. IHSG akan berada di rentang 5.130-5.200. "Data GPD kuartal I 2015 yang berada di bawah harapan diprediksi menjadi katalis negatif terhadap IHSG," kata Ankga. (Ahm/)

UD/USD Turun dan Pulih Pasca Data Retail Sales

Equityworld Futures Medan : Di awal sesi perdagangan pasangan mata uang AUD/USD turun sejalan dengan rilis data penjualan ritel (retail sales) Australia yang mengecewakan, turun sebesar 0.3% dibandingkan perkiraan sebesar 0.4%. Namun, penurunan mata uang ini terbatasi karena peluang “buying on dips” yang lebih baik, sementara market masih terfokus terhadap sentiment terkait dengan bank sentral Australia (RBA) pasca pemangkasan suku bunga yang dilakukannya menjadi 2%.
Fokus market kedepan mungkin akan cenderung melihat hasil data Non-farm Payrolls di Amerika akhir pekan ini, sementara data new home sales (penjualan rumah baru) yang baru saja dirilis Australia dengan hasil yang kuat (4.4%) bisa menjadi faktor pendukung Aussie sampai batas tertentu untuk saat ini.
Dari tema yang cenderung bullish ini, penutupan diatas 0.8068 akan memicu recovery lebih jauh ke 0.8247 atau 38.2% retracement dari pergerakan turun (high 2014 – low 2015). (brc)

Indeks Saham Berjangka China Melonjak Pasca Komentar Xinhua

Equityworld Futures Medan : Indeks saham berjangka China naik pasca kantor berita resmi Xinhua mengatakan fase bullish pasar saham China belum berakhir dan keuntungan akan terus pada kecepatan yang lebih lambat.
Kontrak pada indeks CSI 300 yang berakhir pada bulan Mei naik sebesar 0,9 persen ke level 4.637 pukul 9:21 penurunan pasar saham China pada hari Selasa kemarin bukan akhir dari fase bullish dan malah bisa membantu pasar memasuki 'slow bull' mode yang dianjurkan oleh regulator bursa, Xinhua mengatakan dalam sebuah komentar di website-nya.
Indeks Shanghai Composite anjlok sebesar 4,1 persen ke level 4,298.71 pada hari Selasa kemarin, penurunan terbesar dalam tiga bulan terakhir, di tengah kekhawatiran pemerintah yang akan memperkenalkan langkah-langkah baru untuk mendinginkan pasar seiring tingkat valuasi dan penjualan saham baru yang berpotensi mengalihkan dana dari ekuitas yang ada.
Dikalangan investor China berdasarkan historisnya, reli pada ekuitas ini masih mencari pemicu untuk pembalikan arah trend yang sudah lama di tunggu-tunggu
Pasar bullish telah berlangsung selama 883 hari kemarin, rekor tertinggin China sebelumnya yaitu selama 56 hari, pasca Indeks Shanghai Composite melonjak sebesar 119 persen sejak Desember 2012 lalu. Bahkan jika kenaikan diukur dari Juni 2013 - ketika indeks menghindari fase bearish, penurunan sebesar 20 persen - itu masih terpanjang kedua sejak bursa Cina dibuka untuk perdagangan pada tahun 1990 lalu.
Indeks CSI 300 turun sebesar 4 persen pada Selasa. Indeks Hang Seng Hong Kong China Enterprises turun sebesar 2,6 persen, sedangkan indeks Hang Seng turun sebesar 1,3 persen. Indeks Ekuitas Bloomberg China-AS merosot sebesar 2,4 persen di New York.
Indeks Shanghai Composite telah rally 33 persen tahun ini di tengah harapan pemerintah akan memperpanjang pemotongan suku bunga dan mempercepat merger perusahaan milik negara untuk meningkatkan perekonomian. (izr)
Sumber: Bloomberg

Tuesday, May 5, 2015

Emas Bergerak Tipis di Sesi Asia

 Equityworld Futures Medan : Candle Daily Emas pada sesi transaksi hari Senin kemarin ditandai dengan open harga pada posisi 1178.15, pencapaian level high 1192.65 dan level low 1177.55, serta ditutup pada level 1188.10. Indikasi naik.
Namun, jika tidak mampu melintasi level 1192.65, dan bahkan tertekan di bawah 1182.82, rentan untuk terdesak menuju 1177.55. Support kritis pertama pada level 1175.27. Jika tembus eksesif memungkinkan mengusik area 1169.32 hingga 1164.45. Support lanjutan, 1154.90 dan 1144.71
Sebaliknya, jika Emas mampu menerobos level 1192.65, lalu 1194.65, kans mempertahankan ritme bullish menguat dengan target berikutnya adalah 1197.93; 1201.20. Resisten lanjutan, 1205.47 dan 1209.75
Support : 1182.82; 1175.27; 1169.32; 1164.45; 1154.90; 1144.71
Resisten: 1190.38; 1192.65; 1197.93; 1201.20; 1205.47; 1209.75

Defisit Neraca Perdagangan Australia Menyempit

Equityworld Futures Medan : Sebuah laporan resmi yang dirilis pada hari Selasa(5/5), menunjukkan bahwa defisit neraca perdagangan Australia menyempit pada bulan Maret.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Australia mengatakan bahwa defisit neraca perdagangan Australia telah menyempit, yang disesuaikan secara musiman menjadi -1.32B di bulan Maret dari -1.61B di bulan Februari.
Survei ekonomt telah memperkirakan bahwa defisit neraca perdagangan Australia akan menyempit yang disesuaikan secara musiman menjadi -0.98B di bulan Maret.
Sedangkan pada aktifitas ekspor dan impor di Australia, masing – masing telah mengalami penurunan sebesar 2% di bulan Maret.
Pasca dirilisnya data tersebut, pasangan AUDUSD menguat 0.03% di level 0.7839. (Aditya Arief – FR)

Hang Seng Bergerak Positif di Sesi Pagi

Equityworld Futures Medan : Pergerakan pasar ekuitas Asia di hari Selasa(5/5), bursa Hong Kong telah dibuka dan diperdagangkan lebih tinggi dalam mengawali perdagangan pagi ini.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, index Hang Seng telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.6% di level 28.295.72, sedangkan untuk index H-shares telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.7% di level 14.566.54.
Sementara itu, di wilayah Cina daratan dengan index Shanghai Composite telah diperdagangkan lebih rendah 0.1% di level 4.476.15. (Aditya Arief – FR)

Pre Opening: IHSG Diperkirakan Bergerak Mixed, Cenderung Menguat

Equityworld Futures Medan : Pada hari ini diperkirakan IHSG bergerak variatif kembali menguat. Namun Investor mewaspadai rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia pada hari ini yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham. Secara teknikal, IHSG membentuk candle belt hold. Indikator MACD masih bergerak menurun dengan histogram negatif memendek dan indikator stochastic oscillator baru membentuk golden cross pada areaoversold. IHSG berpeluang pada kisaran support 5.100 dan resistance 5.200.
Diperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran positif hari ini, Selasa (5/5).  Relatif menguatnya bursa dunia dapat memberikan dukungan menjelang keluarnya data PDB (pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015).  Kemarin IHSG melakukan rebound setelah cukup tertekan dalam beberapa hari sebelumnya. Serta, mulai adanya minat beli asing diharapkan dapat mendorong penguatan lanjutan.  
Setelah mengalami koreksi hingga 6,4% sepekan kemarin, IHSG pada perdagangan awal pekan kemarin berhasil rebound hingga 54,712 poin (1%) di 5.141,137. Rendahnya tekanan jual asing tercermin dari susutnya nilai penjualan bersih asing kemarin, yang mencapai Rp 18,9 miliar, setelah pekan lalu keluar hingga Rp 7,10 triliun, turut menopang asing, pemodal lokal juga melakukan aksi beli, terutama menyasar sejumlah saham unggulan sektoral yang dinilai sudah relatif murah, seperti yang bergerak di sektor perbankan, otomotif, infrastruktur, dan pendukungnya seperti sektor semen. 
Koreksi masih melanda saham perkebunan dan pertambangan setelah data China, indeks HSBC Final Manufacturing April, kembali turun ke 48,9 di bawah perkiraan 49,4, yang kembali mengkonfirmasi perlambatan perekonomian China.  Namun kontraksi aktivitas manufaktur China tersebut membuat pasar Asia kemarin bergerak positif, karena ditopang harapan kelanjutan stimulus moneter di China. Penguatan sejumlah harga saham sektoral kemarin lebih pada technical rebound, setelah pasar saham global dan Asia kemarin cukup kondusif dan memanfaatkan sejumlah isu individual positif seperti rilis kinerja kuartal I-2015 emiten, dan pembagian dividen emiten seperti Astra International Tbk (ASII). 
Di sisi lain,  dari domestik, angka inflasi April sebesar 0,36% (mom) dan 6,79% (yoy) tidak banyak berpengaruh karena sudah sesuai ekpektasi pasar.  Sementara Wall Street tadi malam kembali bergerak di teritori positif. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,26% dan 0,29% di 18.070,40 dan 2.114,49. Penguatan terutama ditopang data aktivitas manufaktur Jerman dan zona Euro yang positif dan sejumlah isu individual. Indeks Jerman Final Manufacturing PMI April naik di atas ekspektasi yakni 52,1 dari 51,9. 
Pesanan barang pabrikan di AS Maret lalu tumbuh 2,1% (mom) dibandingkan bulan sebelumnya turun 0,1%. Pekan ini pasar tengah menanti data tenaga kerja AS yang keluar akhir pekan ini.  Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG masih berpeluang melanjutkan rebound meskipun terbatas. Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015 akan menjadi fokus pasar. Diperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2015 akan melambat di kisaran 4,8% hingga 5% dibandingkan periode yang sama 2014 yang mencapai 5,2%. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 5.070 dan resisten menguji level 5.170.. [Sugeng R]