This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, June 15, 2021

Sentuhan Midas Ala Elon Musk, Bikin Kripto Kembali Semarak

MUI Siapkan Fatwa Halal atau Haram Aset Kripto 

 PT Equityworld Futures Medan-Harga mata uang kripto (cryptocurrency) melanjutkan penguatannya pada perdagangan Selasa (15/6/2021), di mana investor mulai kembali masuk ke dalam pasar kripto. Namun penguatan pada pagi hari ini cenderung tipis.
Berdasarkan data dari Investing pukul 09:00 WIB, harga Bitcoin melesat 1,95% ke level US$ 39.924,60/koin atau setara dengan Rp 567.591.551/koin, Ethereum melonjak 2,85% ke US$ 2.572,04/koin (Rp 36.561.354/koin), Binance Coin menguat 0,51% ke US$ 367,10/koin (Rp 5.229.361/koin).

Berikutnya Litecoin terbang 4,29% ke posisi US$ 177,70/koin (Rp 2.526.909/koin), Chainlink meroket 6,42% ke US$ 25/koin (Rp 356.625/koin), Cardano naik 0,18% ke US$ 1,551/koin (Rp 22.037/koin), Ripple naik tipis 0,01% ke US$ 0,877/koin (Rp 12.476/koin), dan Dogecoin terapresiasi 0,26% ke US$ 0,322/koin (Rp 4.580/koin).


Serangkaian berita positif yang masih terjadi hingga pagi hari ini membuat para trader kripto, termasuk di Bitcoin kembali aktif sejak Minggu (13/6/2021) akhir pekan lalu, sementara analis masih mencari tanda-tanda penurunan dalam jangka pendek.

"Sejumlah sinyal menunjukkan bahwa Bitcoin harganya sedang undervalued pada saat ini," tulis Alexandra Clark, sales trader di broker aset digital GlobalBlock yang berbasis di Inggris, dalam e-mail kepada CoinDesk.

Trader mulai kembali masuk ke kripto, terutama di Bitcoin berkat komentar CEO Tesla, Elon Musk yang menyebutkan akan menerima pembayaran dalam mata uang kripto terlaris itu, dengan dalih penambangannya sudah menggunakan energi ramah lingkungan.

"Meskipun banyak analis masih ragu-ragu dalam menentukan apakah aset digital siap untuk melanjutkan tren naiknya, yang kami tahu adalah bahwa Musk harus bertanggung jawab." tulis Clark, dikutip dari CoinDesk.

Sebelumnya, Musk mengatakan perusahaannya akan melanjutkan transaksi Bitcoin setelah mengkonfirmasi ada penggunaan energi bersih yang wajar oleh para penambang.

"Ketika ada konfirmasi penggunaan energi bersih yang wajar (50%) oleh para penambang dengan tren masa depan yang positif, Tesla akan kembali mengizinkan transaksi bitcoin," kata Musk pada Minggu (13/6/2021), dikutip dari CNBC International.

Tesla mengungkapkan dalam pengajuan SEC pada Februari lalu bahwa mereka membeli Bitcoin senilai US$ 1,5 miliar atau Rp 21,2 triliun. Perusahaan mengatakan akan mulai menerima Bitcoin sebagai metode pembayaran untuk produknya.

Namun, Tesla menghentikan pembelian mobil dengan Bitcoin pada pertengahan Mei. Ini karena kekhawatiran tentang efek penambangan cryptocurrency, yang membutuhkan bank komputer yang kuat, berkontribusi terhadap perubahan iklim.

"Kami prihatin dengan peningkatan pesat penggunaan bahan bakar fosil untuk penambangan dan transaksi Bitcoin, terutama batu bara, yang memiliki emisi terburuk dari bahan bakar apa pun," kata Musk pada Mei lalu.

Komentar Musk tentang cryptocurrency sering membuat harga melonjak atau jatuh, tetapi tampaknya hanya memiliki sedikit efek langsung pada perdagangan Minggu kemarin

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Monday, June 14, 2021

Warning IMF pada Negara yang 'Halalkan' Uang Kripto Bitcoin

Ada Hawa The Fed Bahas Tapering, Harga Emas Rontok nih

Kilau Emas Dibayangi Rilis Data NFP Amerika Serikat - Market Bisnis.com 

 PT Equityworld Futures Medan-Harga emas dunia mengalami penurunan cukup tajam menjelang rapat penentuan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed minggu ini.
Analis Wall Street dalam survei Kitco News terbelah. Mereka yang berpandangan bullish, bearish dan netral terpecah sama besar. Sementara itu investor di Main Street masih cenderung bullish terhadap prospek emas minggu ini.

Mengawali perdagangan perdana minggu ini, harga emas rontok 0,63% ke US$ 1.864,76/troy ons. Untuk pertama kalinya harga emas turun ke bawah US$ 1.875/troy ons dalam tiga minggu terakhir.


Di saat yang bersamaan, indeks dolar yang menjadi rival emas menguat ke level 90,572. Penguatan dolar mencerminkan bahwa pelaku pasar khawatir kalau The Fed bakal mulai mengetatkan kebijakan moneternya.


Melihat data perekonomian AS yang terus membaik, kekhawatiran para pelaku pasar sebenarnya bisa dipahami. Meskipun angka pengangguran masih tinggi, tetapi trennya terus menurun di Negeri Paman Sam.

Di sisi lain inflasi juga terus mengalami kenaikan. Inflasi di bulan April mencapai 4,2%. Sebulan berselang, inflasi Mei tercatat menjadi 5%. Jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya dan lebih tinggi dari konsensus analis di 4,7%.

Untuk mengerem inflasi agar perekonomian AS tidak overheat, bank sentral AS bisa melakukan pengurangan stimulus yang diberikan lewat jalur yang disebut sebagai tapering.

Secara sederhana tapering dimaksudkan untuk menyedot likuiditas yang berlebih dalam sistem keuangan agar nilai mata uang tidak terus terdevaluasi terhadap barang dan jasa sehingga stabilitas harga tetap terjaga.

Pengumuman kebijakan moneter The Fed di pekan ini diperkirakan bisa membuat harga emas naik tajam atau pun merosot lebih jauh sebab masih diwarnai isu tapering.

Tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) merupakan "musuh besar" emas. Pada 2013 lalu, harga emas dunia jeblok hingga 45% dari rekor tertingginya saat itu

Jika The Fed mengumumkan sudah membahas mengenai tapering, maka harga emas berisiko merosot, sebaliknya jika mengatakan belum saatnya membahas tapering, emas berpeluang melesat lagi.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Friday, June 11, 2021

Badai (Sementara) Berlalu, Harga Emas Antam Dekati Rp 1 Juta

 


PT Equityworld Futures Medan- Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang dirilis kemarin tidak membuat harga emas dunia merosot, justru malah mampu mencatat kenaikan. Alhasil harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. akhirnya naik pada perdagangan Jumat (11/6/2021).

Melansir data dari situs resmi milik PT Antam, logammulia.com, emas batangan satuan 1 gram hari ini naik 0,31% ke Rp 957.000/batang. Sementara satuan 100 gram yang biasa menjadi acuan dijual Rp 89.912.000/batang atau Rp 899.120/gram naik 0,33%.


Selain itu, PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram.




Emas Batangan Harga per Batang Harga per Gram

0,5 Gram          Rp 528.500 Rp 1.057.000

1 Gram         Rp 957.000 Rp 957.000

2 Gram         Rp 1.854.000 Rp 927.000

3 Gram         Rp 2.756.000 Rp 918.667

5 Gram         Rp 4.560.000 Rp 912.000

10 Gram         Rp 9.065.000 Rp 906.500

25 Gram        Rp 22.537.000 Rp 901.480

50 Gram           Rp 44.995.000 Rp 899.900

100 Gram Rp 89.912.000 Rp 899.120

250 Gram Rp 224.515.000 Rp 898.060

500 Gram Rp 448.820.000 Rp 897.640

1000 Gram Rp 897.600.000 Rp 897.600


Kemarin, Departemen Tenaga Kerja mengumumkan Indeks Harga Konsumen (IHK) periode Mei mencapai angka 5% secara tahunan. Ini jauh di atas polling ekonom oleh Dow Jones yang mengestimasikan angka 4,7%. Per April lalu, inflasi naik 4,2% menjadi laju tercepat sejak 2008.


Meski demikian, banyak yang berpendapat inflasi tinggi hanya sementara. Indeks dolar AS pun melemah tipis 0,05% pasca rilis data tersebut, yang membuat harga emas dunia menguat 0,52% ke US$ 1.898,13/troy ons.


"Intinya yang bisa dilihat dari data inflasi AS adalah pasar yakin bank sentral AS (The Fed) tidak akan merubah kebijakannya dalam waktu dekat, dan hal tersebut mendukung harga emas," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, sebagaimana dilansir CNBC International, Kamis (10/6/2021).


Sebelumnya, pelaku pasar dibuat cemas akan kemungkinan tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset (quantitative easing/QE) oleh The Fed. Saat ini nilai QE The Fed sebesar US$ 120 miliar per bulan, dan menjadi salah satu penopang harga emas hingga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa pada Agustus tahun lalu.


Tapering merupakan "badai" yang bisa membuat harga emas anjlok tajam seperti yang terjadi pada tahun 2013. Sebelum tahun lalu, rekor tertinggi harga emas US$ 1.920,3/troy ons yang dicapai pada 6 September 2011.


Pada pertengahan tahun 2013 The Fed yang saat itu dipimpin Ben Bernanke akhirnya mengeluarkan wacana untuk mengurangi QE atau tapering yang memicu gejolak di pasar finansial yang disebut taper tantrum.


Sejak saat itu, harga emas terus merosot hingga ke titik terendah yang dicapai yakni US$ 1.045,85/troy ons pada 3 Desember 2015. Artinya, jika dilihat dari rekor tertinggi tahun 2011 hingga ke level terendah tersebut, harga emas dunia ambrol 45,54% dalam tempo 4 tahun



Sumber : cnbcindonesia.com


PT Equityworld Medan

Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020

Loker EWF Medan

Alamak! Harga Kripto Crash Lagi, Chainlink Ambles 9% Lebih

 




PT Equityworld Futures Medan- Setelah sempat pulih dan menguat, harga mata uang kripto (cryptocurrency) kembali berjatuhan pada perdagangan Jumat (11/6/2021) pagi waktu Indonesia.

Berdasarkan data dari Investing pukul 09:00 WIB, harga Bitcoin melemah 1,61% ke level US$ 36.316,70/koin atau setara dengan Rp 516.377.730/koin, Ethereum merosot 6,06% ke US$ 2.427,14/koin (Rp 31.519.999/koin), Binance Coin ambles 5,98% ke US$ 246,70/koin (Rp 4.929.376/koin).


Berikutnya Litecoin turun 2,42% ke posisi US$ 166,69/koin (Rp 2.366.624/koin), Chainlink ambruk 9,23% ke US$ 22,69/koin (Rp 322.708/koin), Ripple terkoreksi 5,16% ke US$ 0,853/koin (Rp 12.140/koin), Cardano terpangkas 5,53% ke US$ 1,513/koin (Rp 21.514/koin), dan Dogecoin terdepresiasi 4,94% ke US$ 0,322/koin (Rp 4.568/koin)



Harga aset berbasis blockchain kini kembali bergerak di zona merah, setelah sehari sebelumnya sempat rebound ke zona hijau. Pelemahan pasar kripto terjadi setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) pada periode Mei 2021 yang tercatat naik signifikan.


Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan Indeks Harga Konsumen atau IHK(consumer price index/CPI) periode Mei 2021 mencapai angka 5% secara tahunan.


Angka ini jauh di atas polling ekonom oleh Dow Jones yang mengestimasikan angka 4,7%. Per April lalu, inflasi naik 4,2% menjadi laju tercepat sejak 2008.


Cryptocurrency dikenal dengan volatilitas yang cukup tinggi dan beberapa ahli mengatakan crash di pasar kripto cenderung akan kembali terjadi pada akhir pekan ini.


"Ini telah menjadi fenomena dalam kripto selama beberapa tahun," kata Stephen McKeon, profesor keuangan di University of Oregon di Eugene.


Penurunan pada akhir pekan ini mungkin memiliki efek signifikan karena regulator menimbang masa depan mata uang digital. Inilah mengapa crash dapat mungkin terjadi, apalagi pagi hari ini pasar kripto mulai berbalik arah kembali ke zona merah.


Selain itu, investor yang merotasi investasinya kembali ke saham-saham 'meme' juga menjadi pendorong harga Bitcoin dan kripto lainnya kembali melemah pada pagi hari ini.


Saham 'meme' kembali menguat dan kembali diincar oleh investor dalam beberapa hari terakhir. Fenomena "takut ketinggalan," atau FOMO kembali terjadi, namun kali ini tidak di pasar kripto. Seperti saham AMC Entertainment, BlackBerry, GameStop dan Wendy's telah melesat tinggi selama sebulan terakhir.


Investor kripto juga sepertinya sedang melirik koin digital yang didukung oleh versi fisik dari emas. Menurut data yang dikumpulkan oleh Arcane Research, total kapitalisasi pasar koin digital yang didukung emas telah tumbuh 30 kali lipat sejak awal tahun 2020, mencerminkan lonjakan permintaan.


Bitcoin vs Saham MemeFoto: CoinDesk, The Terminal & Bloomberg Finance L.P

Banyak investor telah memasukkan dananya ke dalam Bitcoin selama setahun terakhir dengan anggapan bahwa Bitcoin dapat berfungsi sebagai aset lindung nilai (hedging) dari inflasi, alias sejenis "emas digital".


Tetapi harga Bitcoin telah jatuh dalam beberapa bulan terakhir, yang kini berada di kisaran level US$36.525/koin, jauh dari level tertinggi sepanjang masa di sekitar level US$ 65.000/koin pada April lalu



Sumber : cnbcindonesia.com


PT Equityworld Medan

Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020

Loker EWF Medan

Thursday, June 10, 2021

Duh Bunda! Harga Emas Antam Turun Terus, Ada Apa sih?

Harga Emas 24 Karat di Pegadaian Senin 3 Mei 2021, Cetakan Antam Turun Nih!  - Market Bisnis.com 

 PT Equityworld Futures Medan-Spekulasi tapering terus menekan harga emas dunia belakangan ini. Dampaknya, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. kembali turun pada perdagangan Kamis (10/6/2021).
Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com, emas satuan 1 gram hari ini turun 0,31% ke Rp 954.000/batang. Sementara itu satuan 100 gram yang biasa dijadikan acuan turun 0,33% ke Rp 89.612.000/batang atau Rp 896.120/gram.

PT Antam menjual emas batangan mulai satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram.



Emas Batangan    Harga per Batang    Harga per Gram
0,5 Gram        Rp 527.000    Rp 1.054.000
1 Gram        Rp 954.000    Rp 954.000
2 Gram        Rp 1.848.000    Rp 924.000
3 Gram        Rp 2.747.000    Rp 915.667
5 Gram        Rp 4.545.000    Rp 909.000
10 Gram        Rp 9.035.000    Rp 903.500
25 Gram        Rp 22.462.000    Rp 898.480
50 Gram        Rp 44.845.000    Rp 896.900
100 Gram        Rp 89.612.000    Rp 896.120
250 Gram        Rp 223.765.000    Rp 895.060
500 Gram        Rp 447.320.000    Rp 894.640
1000 Gram    Rp 894.600.000    Rp 894.600
Penurunan harga emas Antam pada hari ini mengikuti emas dunia yang turun 0,24% ke US$ 1.888,29/troy ons. Spekulasi tapering atau pengurangan nilai program pembelian aset bank sentral Amerika Serikat (The Fed) membuat harga emas dunia turun 2 hari beruntun.

Tapering bisa membuat harga emas anjlok tajam seperti yang terjadi pada tahun 2013. Sebelum tahun lalu, rekor tertinggi harga emas US$ 1.920,3/troy ons yang dicapai pada 6 September 2011.

Pada pertengahan tahun 2013 The Fed yang saat itu dipimpin Ben Bernanke akhirnya mengeluarkan wacana untuk mengurangi QE atau tapering yang memicu gejolak di pasar finansial yang disebut taper tantrum.

Sejak saat itu, harga emas terus merosot hingga ke titik terendah yang dicapai yakni US$ 1.045,85/troy ons pada 3 Desember 2015. Artinya, jika dilihat dari rekor tertinggi tahun 2011 hingga ke level terendah tersebut, harga emas dunia ambrol 45,54% dalam tempo 4 tahun.

Pelaku pasar saat ini menanti rilis data inflasi AS malam ini. Inflasi merupakan salah satu indikator yang digunakan The Fed dalam menentukan kapan tapering dilakukan.

Semakin tinggi inflasi, maka spekulasi tapering akan semakin menguat. Tetapi di sisi lain, emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Semakin tinggi inflasi maka permintaan emas akan semakin meningkat. Sehingga masih akan ada "tarik tambang" di pasar emas, seperti yang diungkapkan oleh Philip Streible, analis dari Blue Line Futures.

"Ini adalah tarik tambang antara bull (investor yang mengambil posisi beli) dan bear (investor yang mengambil posisi jual) di kisaran US$ 1.900/troy ons," kata Streible, sebagaimana dilansir CNBC International, Selasa (8/6/2021)


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Balas Dendam! Bitcoin cs Rebound, Giliran Harga Emas Nyungsep

Apakah Keberhasilan Bitcoin Datang dengan Pengorbanan Emas? | JARDIN® 

 PT Equityworld Futures Medan-Harga emas tertekan karena aset kripto paling populer sedunia yakni Bitcoin mulai rebound dari posisi terendah sepanjang tahun ini. Fokus investor saat ini adalah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) nanti malam.
Kamis (10/6/2021), harga emas di pasar spot melemah 0,1% ke US$ 1.886/troy ons. Indeks dolar naik 0,07% ke 90,2 dan Bitcoin menguat 1,81% ke US$ 37.078/koin.


Sebelumnya harga Bitcoin tertekan hebat dan memberikan ruang bagi emas untuk menguat. Secara teknikal Bitcoin sempat dihantui pola dead cross sebagai akibat penurunan harga yang tajam.

Dead cross merupakan indikator teknikal yang menunjukkan bahwa rata-rata pergerakan harga 50 harian (MA50) mulai memotong rata-rata pergerakan harga jangka panjangnya (MA100 dan atau MA200). Munculnya pola dead cross hanya akan mengkonfirmasi bahwa aset digital ini akan cenderung melanjutkan tren penurunannya.

Namun terjadi pembalikan arah Bitcoin. Pasar melihat tren penurunan yang sudah terlalu signifikan sebagai momentum untuk membeli Bitcoin. Ketika emas cenderung jenuh beli (overbought), Bitcoin justru sebaliknya dan mengalami jenuh jual (oversold).

Kini pasar tengah mencermati rilis data inflasi AS yang dijadwalkan malam nanti. Konsensus pasar memperkirakan inflasi bulan Mei bakal melesat lebih tinggi dari bulan April di angka 4,7%.
Sebenarnya tingkat inflasi yang tinggi akan cenderung menguntungkan emas apalagi jika kondisi ekonomi masih terpuruk seperti sekarang ini di mana kemungkinan bank sentral untuk mengubah stance kebijakan moneternya masih relatif kecil.

Dalam catatan terbarunya analis Bank Societe Generale menjelaskan faktor kenaikan inflasi (reflasi) masih menjadi tema utama yang mendorong tren bullish pasar emas. Sentimen inflasi masih sangat dominan di pasar emas.

Namun apabila sentimen ini mulai kehilangan momentum maka harga emas bisa jatuh dalam waktu yang singkat. Menurutnya investor harus lebih fokus pada suku bunga riil bukan nominal.

Selain inflasi masalah utang negara yang membengkak juga menjadi faktor pendorong naiknya harga emas. Pandemi Covid-19 membuat pendapatan negara dari pajak turun tetapi di saat yang sama belanja pemerintah bengkak.

Jika krisis utang terjadi maka harga emas berpeluang makin naik. Namun di saat yang bersamaan jika krisis utang terjadi dan dolar AS juga menguat justru yang terjadi sebaliknya.

Namun risiko yang membayangi emas juga besar. Melansir Kitco News analis Societe Generale mengatakan bahwa kondisi perekonomian yang membaik menjadi risiko terbesar bagi harga emas.

"Skenario pemulihan ekonomi karena lancarnya program vaksinasi yang efektif masih akan menjadi sentimen paling bearish untuk emas karena akan meredakan kekhawatiran gejolak ekuitas dan kebijakan moneter yang dovish," kata para analis.

"Risiko penurunan yang lebih besar dari skenario ekonomi yang lebih baik dengan tingkat kenaikan suku bunga yang lebih tinggi, kami percaya hal tersebut akan menambah 200 ton arus keluar dari ETF [exchange traded fund] dan dapat menurunkan harga emas sebesar US$ 200/ons dari perkiraan kasus dasar kami."


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan