This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, November 15, 2017

Laju IHSG Tunggu Data Neraca Perdagangan

 Ilustrasi: Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/9/2017).
Equity World Medan - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) kemarin ditutup melemah 0,55 persen menjadi 5.988,29. Investor asing juga masih mencatatkan net sell Rp 721,86 miliar.

Mengutip Kontan.co.id, analis Binaartha Parama Sekuritas Muhammad Nafan Aji menilai, pelemahan IHSG disebabkan faktor eksternal.

Data penjualan ritel dan realisasi produksi industri di Tiongkok yang di bawah ekspektasi pasar membawa sentimen negatif. Pembahasan kebijakan reformasi pajak di Amerika Serikat juga belum ada titik terang.

Adapun Kepala Riset Paramitra Alfa Sekuritas Kevin Juido menyebutkan, IHSG juga turun lantaran sentimen di pasar minim.

"Potensi profit taking wajar terjadi pada November dan Desember karena investor akan mengambil cash menjelang natal dan tahun baru," ungkap dia.

Nafan memprediksi IHSG hari ini Rabu (15/11/2017) masih melemah. "Pasar akan mencermati rilis data neraca perdagangan Oktober yang diperkirakan tetap surplus namun lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya." kata dia. Nafan menganalisa IHSG hari ini akan turun di level 5.954–6.056.

Sedangkan Kevin memperkirakan IHSG naik di rentang 5.972–6.038. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi melihat IHSG masih tertekan di support 5.970 dan resistance 6.000.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Tuesday, November 14, 2017

Membumikan Regulatory Sandbox

Ilustrasi Fintech
Equity World Medan - Kerangka regulatory sandbox sudah diterapkan di berbagai negara di dunia, termasuk Inggris, Singapura dan Australia.

Regulator Indonesia - Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan - pun mendorong kerangka ini dan berpikir keras bagaimana menerapkannya dengan cara yang paling sesuai dengan kebutuhan industri Indonesia.

Bank Indonesia mencoba memperkenalkan sandbox sebagai “ruang uji coba terbatas yang aman” untuk menguji “produk, layanan, teknologi dan/atau model bisnis”.

Sandbox sendiri dimaksudkan sebagai ruang sementara bagi tekfin untuk bereksperimen, sebelum akhirnya dapat beroperasi penuh.

Sifat kerangka ini temporer dan tekfin baru dinyatakan “berhasil” atau “gagal” di akhir periode uji coba.

Konsep dan implementasi sandbox ini diharapkan benar-benar mampu mendorong keuangan digital, yang apabila tidak tepat sasaran maka hanya akan dianggap memainkan peran marginal dan gagal menjadi motor inovasi.

Agar dapat menjadi obat yang mujarab, setiap rencana kebijakan perlu bersumber dari diagnosis yang tepat atas permasalahan riil yang dihadapi industri dan konsumen. Dalam hal ini, ada beberapa tantangan riil utama yang patut dibahas.

Banyak inovasi tekfin yang tidak cocok dengan prosedur kepatuhan konvensional regulator, sebut saja di bidang manajemen risiko.

Alih-alih menggunakan tim analis yang gemuk dan dokumentasi yang komprehensif, beberapa tekfin mulai menggunakan machine learning dan analisa big data untuk melakukan monitoring transaksi, pencegahan fraud, identifikasi biometrik dan mitigasi risiko pencucian uang di dalam bisnisnya.

Bagi tekfin operasional mereka lebih efisien, namun bagi regulator mereka dianggap tidak patuh terhadap regulasi.

Selain itu, banyak tekfin yang memperkenalkan model bisnis baru yang secara regulasi belum memerlukan izin, seperti izin sebagai pihak ketiga penyelenggara verifikasi nasabah (Know Your Customer), agregator produk kredit, agregator rekening bank, penyedia layanan pelaporan dan kepatuhan untuk perusahaan finansial, dan sebagainya.

Tanpa izin yang jelas, para tekfin ini tidak memiliki akses ke database yang dapat membantu bisnis mereka, seperti data kependudukan dan catatan sipil serta data informasi perkreditan.

Padahal, jika bermodal akses yang setara dengan lembaga keuangan lainnya, layanan tekfin dapat jauh lebih bermanfaat.

Ketiadaan izin juga acapkali menghambat tekfin untuk bermitra dengan bank atau lembaga keuangan lain. Kenyataannya, memang belum ada izin yang cocok dengan bisnis baru yang dilakukan oleh penyelenggara tekfin ini.

Menimbang dua permasalahan ini saja, kerangka regulatory sandbox di Indonesia dianggap perlu di-‘bumi’-kan agar sesuai dengan kondisi lapangan.

Pertama, apabila ada teknologi yang dinyatakan “berhasil” di sandbox, maka perlu afirmasi bahwa terobosan tersebut memang dapat menggantikan kewajiban yang berlaku.

Misalnya, jika teknologi biometrik berhasil membantu verifikasi nasabah calon pemilik rekening keuangan secara jarak jauh, maka regulator perlu secara konsekuen membebaskan tekfin tersebut dari kewajiban verifikasi tatap muka yang disyaratkan di peraturan sebelumnya.

Contoh lain adalah penggunaan kecerdasan buatan dan mesin pembelajar (machine learning) untuk mengurangi risiko penipuan dan pencucian uang. Apabila berhasil, maka dokumentasi teknis dan pelaporan formal yang disyaratkan oleh otoritas juga seyogyanya dapat berkurang.

Pada prinsipnya, banyak regulasi keuangan di Indonesia yang masih menggunakan pendekatan “analog” untuk mengatur keuangan “digital”, utamanya seputar proses pelaporan dan pemeriksaan oleh otoritas.

Padahal regulatory sandbox dapat dijadikan instrumen untuk menyempurnakan aturan yang ada secara perlahan-lahan dari bawah (bottom up), meski butuh waktu dan proses yang panjang untuk memperbarui seluruh kerangka dan substansi regulasi yang ada.

Khusus untuk model bisnis yang belum diatur oleh regulasi, apabila mereka dinyatakan “berhasil” di sandbox, maka pasca uji coba mereka seyogyanya diperbolehkan menjalankan kegiatan usahanya secara permanen.

BI atau OJK perlu mempertimbangkan semacam izin khusus bagi penyelenggara tekfin yang lulus “sandbox” namun bidang usahanya belum masuk ke kerangka perizinan yang sudah ada.

Izin ini harus bersifat tetap, sehingga memberikan rasa aman jangka panjang bagi pelaku usaha dan kepercayaan diri untuk bermitra dengan Pemerintah atau dengan bank/lembaga keuangan.

Regulatory sandbox juga harus dapat memberikan insentif. Sandbox janganlah sekedar dijadikan alat regulator untuk mengekang ruang gerak tekfin (“stick”).

Sandbox juga perlu menjadi “carrot” yang memberikan manfaat bagi tekfin, misalnya berupa akses terhadap data (data kependudukan, data informasi kredit, atau data telekomunikasi), serta partisipasi dalam program nasional (penyaluran KUR, bantuan sosial non tunai dan sebagainya).

Singkatnya, prinsip pokok yang perlu diperhatikan untuk memastikan regulatory sandbox tetap guna dan tepat sasaran adalah; adanya kesinambungan antara regulatory sandbox dengan kewajiban perizinan dan pengawasan; ada tindak lanjut yang jelas dan permanen paska berakhirnya regulatory sandbox; serta digunakannya pendekatan insentif, bukan sekedar pelarangan bagi penyelenggara tekfin.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Monday, November 13, 2017

Bunga Global IDR Bonds Lebih Tinggi dari SUN dan ORI

Ilustrasi

Equity World Medan - Head of Capital Market Mandiri Sekuritas, Yanuar Restanto, menyebut produk investasi Global IDR Bonds tawarkan kesempatan investor memodali proyek infrastruktur dengan bunga lebih besar dari surat utang negara (SUN) maupun obligasi ritel Indonesia (ORI). Hal itu dilakukan guna menarik minat investor menggunakan skema pendanaan Global IDR Bonds.

"ORI terakhir bunganya 5,9 persen kalau enggak salah untuk tiga tahun, SUN tiga tahun masih 5,4 persen. Kalau beli SUN dan ORI di level 5 koma, Global IDR di level 6 koma atau 7 sehingga mereka tertarik beli," kata Yanuar saat berbincang dengan Kompas.com di Malang, Jawa Timur, Sabtu (11/11/2017).

Global IDR Bonds merupakan surat utang dengan denominasi rupiah yang ditawarkan ke pasar internasional.

Mandiri Sekuritas menyasar investor yang berminat pada pendanaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk sektor infrastruktur, dengan pendanaan menggunakan mata uang rupiah dalam jumlah besar.

Baca juga : Obligasi Ritel Rp 5 Juta - Rp 50 Juta Digemari

Mandiri Sekuritas melihat, investor yang dianggap cocok dengan skema Global IDR Bonds adalah mereka yang ingin investasi dengan risiko kecil,  dengan emiten yang dianggap memenuhi kriteria tersebut berasal dari BUMN.

Untuk lama pendanaan yang dibutuhkan biasanya investor memilih perusahaan yang punya jangka waktu tiga, lima, tujuh, hingga sepuluh tahun.

"Sektor sebenarnya bisa apa saja. Tapi, saat ini, emiten yang butuh rupiah dalam jumlah besar cuma infrastruktur," tutur Yanuar.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Wednesday, November 8, 2017

Pembangunan Bandara di Sukabumi Masih Terkendala lahan

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (kiri kedua) saat meninjau rel kereta di Stasiun Cicurug, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (7/11/2017)
Equity World Medan - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyatakan pembangunan bandara di Sukabumi masih terkendala lahan. Sehingga, dia meminta kepada pemerintah daerah Jawa Barat untuk segera menyelesaikan permasalahan lahan.

Menurut mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini, hingga kini lokasi lahan pembangunan bandara di Sukabumi belum ditentukan.

Karena, saat ini Kementerian Perhubungan masih mencari lokasi yang tidak berkontur dan tidak ada rintangan (obstacle) seperti daerah gunung.

Meski demikian, pembangunan bandara tersebut berlokasi diantara daerah Sukabumi dengan Pelabuhan Ratu.

"Kami minta Pemprov Jawa Barat bebaskan tanah. Itu tanahnya antara sukabumi dengan pelabuhan ratu. Itu (lokasi belum jelas), karena kalau bandara itu satu memang tidak sembarang tempat itu bisa. Kalau elevasinya berkontur itu enggak bisa karena mahal sekali," ujar Budi Karya di Stasiun Cicurug, Sukabumi, Selasa (8/11/2017).

Budi Karya juga meminta kepada masyarakat untuk bisa mendukung pembangunan bandara ini dengan melepas tanahnya kepada pemerintah.

"Kami juga mengngumpulkan delapan universitas dan ke pesantrennya ketua MUI meminta untuk memberikan pengertian dan menyampaikan masyarakat bahwa program ini untuk membuat konektivitas di Sukabumi," jelas dia.

Budi Karya memperkirakan, pembangunan bandara di Sukabumi ini memakan investasi sebesar Rp 300 miliar - Rp 400 miliar. Nantinya, bandara tersebut juga bisa didarat dengan pesawat narrow body seperti Boeing 737.

"Kalau kami anggarkan dari APBN, tetapi kalau swasta mau bisa. Jadi bebaskan lahan 1 tahun, 2019 kita bangun, dan pada 2020 bisa selesai dan operasi," pungkas dia.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Tuesday, November 7, 2017

Sentimen Eksternal Jadi Penggerak IHSG

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/6/2017).
Equity World Medan - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) menguat lagi. Kemarin (6/11/2017), IHSG naik 0,19 persen ke 6.050,82, rekor penutupan tertinggi IHSG.

Mengutip Kontan.co.id, Selasa (7/11/2017), analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menyebut, indeks saham menguat didorong sentimen pertumbuhan ekonomi kuartal III-2017 yang lebih tinggi dari kuartal sebelumnya dan indeks kepercayaan bisnis yang membaik.

"Indeks kepercayaan bisnis dalam negeri meningkat dengan ekspektasi ke level 112,39," kata dia, kemarin.

Sementara itu untuk pergerakan hari ini, Selasa, Lanjar memprediksi, IHSG cenderung mixed di level support 6.033 dan resistance 6.075. Sentimen yang bakal mempengaruhi pergerakan indeks saham lebih banyak dari ekstenal.

Di antaranya peringatan dari People's Bank of China (PBoC) soal posisi liabilitas China yang sangat besar serta rilis data kinerja industri jasa di kawasan Eropa.

Namun berdasarkan perhitungan Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra, indeks saham berpotensi turun hari ini.

Aditya menyebut indeks saham berpotensi terkoreksi sementara waktu. Pasalnya, kemarin, IHSG sudah mencapai level tertingginya. Ia memprediksi indeks saham akan bergerak di antara support 6.000 dan resistance 6.075.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Thursday, November 2, 2017

Jadwal Siaran Langsung Timnas U-19, Hari Ini Versus Timor Leste

Pesepak bola Timnas U-19 Indonesia melakukan selebrasi setelah Syahrian Abimanyu (kiri) mencetak gol ke gawang Timnas U-19 Thailand dalam pertandingan persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (8/10/2017). Timnas U-19 Indonesia menang 3-0 atas Timnas U-19 Thailand.
Equity World Medan - Timnas U-19 Indonesia meraih hasil yang meyakinkan pada laga perdana penyisihan Grup F Kualifikasi Piala Asia U-19. Egy Maulana Vikri dkk melibas Brunei 5-0, Selasa (31/10/2017).

Sehari menjalani masa rehat, pasukan besutan Indra Sjafri akan kembali bertarung. Kali ini lawannya bakal lebih sulit dari Brunei, yakni Timor Leste.

Seperti pada laga perdana, duel kali ini pun akan disiarkan secara langsung oleh televisi nasional, SCTV. Namun jam tayang akan lebih pagi yakni pukul 10.00 WIB.

Indonesia tergabung di F bersama Brunei, Timor Leste, Korea Selatan dan Malaysia.

Sebenarnya keikutsertaan Indonesia dalam kualifikasi ini hanya menjadi ajang uji coba. Pasalnya, pasukan Merah-putih sudah menyegel tiket ke putaran final karena berstatus tuan rumah ketika event ini digelar tahun depan.

Jadwal siaran langsung pertandingan Timnas U-19 di Grup F Kualifikasi Piala Asia U-19:

Kamis, 2 November 2017

10.00 WIB: Indonesia vs Timor Leste (SCTV)

Sabtu, 4 November 2017

13.00 WIB: Korea Selatan vs Indonesia (SCTV)

Senin, 6 November 2017

10.00 WIB: Malaysia vs Indonesia (SCTV)

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Wednesday, November 1, 2017

Sudah Bisa di Indonesia, Begini Cara Hapus Pesan "Salah Kamar" di WhatsApp

Ilustrasi
Equity World Medan — Pengguna WhatsApp di Indonesia akhirnya bisa memakai fitur yang berguna untuk menghapus pesan "salah kamar" atau telanjur terkirim ke teman atau grup percakapan.

Fitur tersebut sebenarnya sudah lama dikembangkan WhatsApp dan baru diumumkan keberadaannya beberapa hari lalu. (Baca: WhatsApp Rilis Fitur Hapus Pesan yang Telanjur Terkirim)

Berdasarkan Pantauan Kompas Tekno, fitur bernama "Deleting message for everyone" itu bisa dipakai pengguna WhatsApp Android dan iOS pada Selasa (31/10/2017) petang.

Untuk menggunakan fitur hapus pesan "salah kirim" ini diperlukan aplikasi terbaru WhatsApp versi 2.17.71 di Apple iOS dan versi 2.17.400 di Android.

Jika Anda belum melihat adanya opsi "delete for everyone" saat menghapus sebuah pesan, perbarui dulu ke versi tersebut. Aplikasi versi terbaru WhatsApp di atas bisa saja belum Anda temui di toko aplikasi Apple atau Android karena penyebarannya memang dilakukan bertahap.

Cara pakai fitur ini mudah. Pengguna cukup menyentuh dan tahan pesan yang ingin dihapus, menunggu hingga muncul menu, kemudian memilih opsi delete atau lambang tong sampah. Berikutnya, akan keluar pilihan delete for me atau delete for everyone.

Jika ingin menghapus pesan itu dari kolom percakapan lawan bicara, pengguna cukup memilih delete for everyone dan pesan yang terkirim itu pun akan dihapus.

Sebagai gantinya, pengguna akan melihat keterangan bertuliskan this message was deleted sehingga tidak lagi bisa dilihat isinya.

Namun, satu hal yang perlu dicatat, pesan hanya bisa dihapus dalam kurun waktu maksimal 7 menit setelah dikirimkan ke lawan bicara atau ke dalam grup percakapan.

Sumber: Kompas.com   

PT Equityworld Futures
EWF Medan