This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, June 10, 2020

Sikat Emas! Wall Street Sedang Berdarah-darah, Waktunya Beli

A Thai shopkeeper talks to customer who sold gold necklace to the gold shop in Bangkok, Thailand, Thursday, April 16, 2020. With gold prices rising to a seven-year high, many Thais have been flocking to gold shops to trade in their necklaces, bracelets, rings and gold bars for cash, eager to earn profits during an economic downturn.(AP Photo/Sakchai Lalit)PT Equityworld Futures Medan-Bank sentral Negeri Paman Sam The Fed dijadwalkan akan memberikan pengumuman kebijakan moneternya dini hari nanti. Menunggu proyeksi ekonomi Negeri Adidaya ke depan, logam mulia emas ditransaksikan stagnan pagi ini.

Rabu (10/6/2020) harga emas dunia di pasar spot menguat tipis cenderung stagnan. Pada 07.30 WIB harga emas naik 0,02% ke US$ 1.714,7/troy ons. Harga emas sudah reli dalam dua hari terakhir dan kembali ke level psikologisnya setelah jatuh di bawah US$ 1.700/troy ons pekan lalu.

Ada potensi harga emas menguat karena bursa saham sedang terkoreksi.

Kejatuhan harga emas pekan lalu dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang mantap minggu lalu. Secara tak terduga, penciptaan lapangan kerja di bulan Mei bertambah 2,5 juta. Angka ini jelas berbanding terbalik dengan estimasi ekonom yang memperkirakan lapangan kerja masih akan berkurang sebanyak 8 juta.

Investor kembali punya optimisme dan berburu aset-aset berisiko. Wall Street pun reli tak terbendung menyambut kabar gembira tersebut. Namun euforia tersebut agaknya terhenti dini hari tadi. Saham-saham di bursa New York mulai terkena profit taking.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melemah 1,07% dan S&P 500 terpangkas 0,78%. Sementara itu saham-saham teknologi malah menguat dengan Nasdaq mencatatkan apresiasi sebesar 0,29%.

Kini pasar kembali menyorot Jerome Powell dan komite pengambil kebijakan (FOMC) The Fed. Berdasarkan piranti FedWatch CME Group, 85% pelaku pasar melihat adanya peluang suku bunga di tahan di kisaran sekarang 0 - 0,25%.

Sebenarnya yang ditunggu dari pertemuan The Fed lebih ke proyeksi ekonomi ke depan, seperti proyeksi pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi hingga prospek lapangan kerja di AS.

Jika The Fed menilai bahwa outlook ke depan masih akan gloomy maka emas sebagai aset safe haven berpeluang menguat, meski data penciptaan lapangan kerja AS (non-farm payrolls) menunjukkan hal yang sebaliknya.

Bagaimanapun juga The Fed dan bank sentral global telah jor-joran memberikan stimulus untuk menyelamatkan perekonomian dari kejatuhan akibat lockdown besar-besaran yang memicu roda perekonomian berjalan lambat dan hampir terhenti.

Stimulus masif ini membuat investor melirik emas selaku aset lindung nilai (hedge) terhadap inflasi dan depresiasi nilai tukar. "Kami melihat jumlah likuiditas global yang belum pernah terjadi sebelumnya dan hal ini menjadi landasan yang sangat mendukung untuk emas." kata David Meger, director of metals trading di High Ridge Futures, melansir Reuters.

Kendati optimisme bahwa ekonomi akan pulih kian terasa, prospek emas untuk jangka panjang dinilai masih positif. Bank investasi terkemuka Credit Suisse menaikkan perkiraan harga emas dunia pada Jumat pekan lalu (5/6/2020).

Bank investasi yang didirikan sejak tahun 1856 ini menilai beberapa faktor pendorong harga emas di antaranya imbal hasil (yield) yang masih rendah dan negatif, depresiasi dolar AS dan tekanan inflasi.

Harga emas diprediksi akan naik lagi ke US$ 1.750/troy ons pada kuartal ketiga dari US$ 1.560/troy ons sebelumnya dan naik ke US$ 1.775/troy ons pada kuartal keempat dari US$ 1.600/troy ons sebelumnya. Sementara itu, Credit Suisse juga melihat harga emas rata-rata di level US$ 1.701/troy ons untuk setahun penuh, naik dari US$ 1.570/troy ons sebelumnya.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tuesday, June 9, 2020

Ekonomi Global Bangkit, Rupiah Ikut Terungkit

Dollar-Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot hari ini. Kepercayaan diri investor terhadap pemulihan ekonomi semakin tebal sehingga minat untuk mengoleksi aset-aset berisiko pun bertambah.

Pada Selasa (9/6/2020), US$ 1 setara dengan Rp 13.850 kala pembukaan pasar spot. Sama persis dengan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya atau stagnan.

Namun rupiah tidak betah berlama-lama di zona merah. Pada pukul 09:08 WIB, US$ 1 dihargai Rp 13.840 di mana rupiah menguat tipis 0,07%.


Kemarin, rupiah gagal mempertahankan momentum penguatan karena hanya bisa finis stagnan di Rp 13.850/US$. Padahal rupiah sempat menguat seiring rilis cadangan devisa yang menggembirakan.


Namun hari ini sepertinya sulit untuk membendung laju penguatan rupiah. Pasalnya, risk appetite investor sedang melambung.

Tingginya risk appetite ini terlihat di bursa saham New York. Pada dini hari tadi waktu Indonesia, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat 1,7%, S&P 500 naik 1,2%, dan Nasdaq Composite bertambah 1,13%. Bahkan Nasdaq sudah mencatatkan kenaikan 10,64% secara year-to-date, meski DJIA dan S&P 500 masih minus.



Euforia akibat rilis data ketenagakerjaan AS akhir pekan lalu masih sangat terasa. Bukan apa-apa, rilis tersebut jauh lebih baik ketimbang perkiraan, memberikan kejutan besar.

Pada Mei, perekonomian AS menciptakan lapangan kerja sebanyak 2,51 juta. Jauh membaik ketimbang bulan sebelumnya di mana kesempatan kerja berkurang 20,69 juta. Juga jauh lebih baik ketimbang konsensus pasar yang dihimpun Reuters yang memperkirakan terjadi penyusutan lapangan kerja sebanyak 8 juta.

Bahkan tambahan 2,51 juta lapangan kerja adalah rekor tertinggi setidaknya sejak 1939. Rekor sebelumnya adalah pada September 1983, itu pun 'hanya' 1,12 juta.

Pencapaian ini membuat tingkat pengangguran AS sedikit menurun. Pada Mei, tingkat pengangguran tercatat 13,3% sedangkan bulan sebelumnya mencapai 14,7%.

"Laporan data ketenagakerjaan sangat jauh di atas ekspektasi dan angkanya seperti berasal dari dunia yang berbeda. Kini, pasar mulai melihat bahwa kontraksi (pertumbuhan negatif) ekonomi hanya bersifat sementara dan ke depan akan ada pemulihan yang kuat," tegas Thomas Hayes, Chairman Great Hill Capital yang berbasis di New York, seperti dikutip dari Reuters.


Berdasarkan jajak pendapat yang digelar Reuters pada 1-3 Juni lalu, 58% dari 52 ekonom yang terlibat memperkirakan mata uang negara-negara berkembang akan pulih tahun ini. Penguatan mata uang negara-negara berkembang (termasuk rupiah) didorong oleh derasnya arus modal asing.

rtrsReuters

"Ekonomi di banyak negara mula menunjukkan kebangkitan usai pelonggaran pembatasan sosial. Ini menciptakan sentimen positif di pasar," kata David Hauner, Head of Emerging Markets Strategy di Bank of America Merril Lynch, salah satu yang terlibat dalam survei Reuters.

Akan tetapi, risiko yang menaungi rupiah dan mata uang negara berkembang lainnya masih cukup tinggi. Pertama tentu penyebaran virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) yang belum selesai.

"Sayangnya, Covid-19 masih jauh dari kata terkendali di beberapa negara berkembang," lanjut Hauner.

Bahkan kini ada tendensi virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China itu menyebar dengan masif di negara-negara berkembang. Brasil, Peru, sampai India menjadi negara yang kini banyak mencatat kasus virus corona.


Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat per 8 Juni jumlah pasien virus corona di Brasil adalah 672.846 orang. Sementara di India berjumlah 256.611 orang dan Peru 191.758 orang.


Kedua, ada risiko besar bernama pemburukan hubungan AS-China. Presiden AS Donald Trump mendesak China bertanggung jawab atas penyebaran virus corona yang menjadi pandemi dunia.

Ditambah lagi rencana China yang akan menerapkan UU keamanan baru yang lebih represif di Hong Kong. Relasi Washington-Beijing pun memburuk.


"Selama tidak ada kabar buruk, mata uang negara-negara berkembang masih akan menguat. Namun seberapa lama? Pada musim panas nanti, risiko ketegangan geopolitik akan meninggi karena AS semakin dekat dengan Pemilu," kata Hauner.

"Saat ini ancaman AS masih sebatas pepesan kosong, tetapi sangat mungkin terealisasi dalam beberapa waktu ke depan. Ketika itu terjadi, proses pemulihan mata uang negara-negara berkembang akan terganggu dan investor kembali memilih mata uang yang dipandang aman," tambah Francesca Beausang, Ekonom Continuum Economics.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Monday, June 8, 2020

BCA, Mandiri, BNI & BRI Bikin IHSG Lompat 2% Lebih

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)PT Equityworld Futures Medan- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan kedua Senin (8/6/20) berhasil naik ke level 5.000. Terpantau pada 9:37 WIB IHSG berhasil naik 2,14% ke level 5.052,95.

Saham apa saja yang punya bobot paling besar yang membuat IHSG bisa menembus level psikologisnya ini ? Simak tabel berikut.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi motor penggerak utama kenaikkan IHSG hari ini, kendati hanya terapresiasi 1,14% BBCA berhasil mengerek IHSG sebesar 10,59 poin, bandingkan dengan posisi kedua PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang sukses naik 4,12% akan tetapi hanya berhasil menarik IHSG sebesar 6,22 poin.

Dapat dilihat dari tabel diatas, dari 5 penggerak naik pasar pada hari ini 4 diantaranya datang dari sektor perbankan. Maka dari itu sektor yang berjasa pada kenaikkan IHSG ke level 5.000 adalah sektor finansial, indeks sektor finansial sendiri naik 2,92% pada pagi hari ini.

Naiknya harga-harga saham perbankan yang menjadi salah satu konstituen indeks finansial ini masuk akal, karena tulang punggung IHSG memang dari dulu adalah sektor finansial karena sektor ini dihuni oleh para raksasa-raksasa kapitalisasi pasar maka naik atau turunnya IHSG tergantung dari sektor ini.

Selain itu semangat penguatan kembali IHSG masih seputar pembukaan kembali ekonomi dengan New Normal. Tentunya apabila perekonomian diputar kembali, sektor yang paling pertama diuntungkan adalah sektor perbankan, karena kredit-kredit yang tadinya macet akibat terhambatnya ekonomi bisa lancar kembali.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan
Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Friday, June 5, 2020

Tak Peduli Covid-19, 39 Perusahaan Galang Dana di Pasar Modal

Masih Dihantui Virus Corona, IHSG Merah. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan- Aktivitas penggalangan dana (fundraising) dari pasar modal masih semarak, pada saat banyak perusahaan terkena dampak virus corona (covid-19). Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 39 perusahaan yang sudah mencari sumber pendanaan dari pasar modal.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna merinci per 4 Juni, ada 15 perusahaan yang akan menawarkan saham di pasar perdana (initial public offering/IPO) dan sebanyak 24 perusahaan akan menawarkan 28 surat utang atau obligasi.

Dari 15 perusahaan yang berencana IPO, 6 perusahaan bergerak di sektor perdagangan, jasa dan investasi, 6 perusahaan di sektor agrikultur, industri dasar dan kimia, keuangan dan industri barang konsumsi. Sedangkan 3 perusahaan lainnya dari sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan.


"Minat perusahaan untuk IPO masih positif dan cukup tinggi hal ini tercermin dari jumlah perusahaan yang terdapat di pipeline IPO saham dan obligasi maupun sukuk di Bursa," kata Nyoman Yetna, Kamis (5/6/2020) di Jakarta.


Menurut Yetna, pandemi covid-19 saat ini memiliki tantangan tersendiri dan berdampak pada semua aspek tidak terkecuali pasar modal dan perusahaan yang mencari pendanaan melalui IPO.

"Tingginya minat tersebut juga tidak terlepas dari dukungan kebijakan OJK di antaranya adalah pemberian relaksasi jangka waktu umur laporan keuangan & laporan penilai dalam rangka penawaran mum yaitu selama 2 bulan," lanjutnya.

Hingga Jumat pekan ini (5/6/2020), sudah ada 28 perusahaan yang mencatatkan saham perdana di BEI. Emiten teknologi digital Grup Indosterling, PT Indosterling Technomedia Tbk, dengan kode saham TECH menjadi emiten ke-28 di tahun ini yang dicatatkan di papan pengembangan.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Thursday, June 4, 2020

Pembukaan Pasar: Rupiah Melemah ke Rp 14.100/US$

Dollar AS - Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di perdagangan pasar spot hari ini, meski masih di dekat level psikologis Rp 14.000/US$.

Pada Kamis (4/6/2020), US$ 1 dibanderol Rp 14.100/US$ di pasar spot. Rupiah melemah 0,36% dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 8:48 WIB:


Periode     Kurs
1 Pekan     Rp14.187
1 Bulan     Rp14.226
2 Bulan     Rp14.291
3 Bulan     Rp14.356
6 Bulan     Rp14.596
9 Bulan     Rp14.760
1 Tahun     Rp15.031
2 Tahun     Rp15.820,3


Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) pada pukul 14:15 WIB:

Periode     Kurs
1 Bulan     Rp 14.150
3 Bulan     Rp 14.300


Berikut kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 8:45 WIB:

Bank     Harga Beli     Harga Jual
Bank BNI     13.984     14.284
Bank BRI     13.710     14.480
Bank Mandiri     14.075     14.350
Bank BCA     14.138     14.178
CIMB Niaga     13.800     14.500



Sumber : cnbcindonesia.com
PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Wednesday, June 3, 2020

Pembukaan Pasar: Rupiah Melesat 1,32% Rp 14.190/US$

Dollar AS - Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat di perdagangan pasar spot hari ini, menembus level Rp 14.200/US$.

Pada Rabu (3/6/2020), US$ 1 dibanderol Rp 14.190/US$ di pasar spot. Rupiah menguat 1,32% dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 8:54 WIB:


Periode     Kurs
1 Pekan     Rp14.235
1 Bulan     Rp14.290
2 Bulan     Rp14.350
3 Bulan     Rp14.425
6 Bulan     Rp14.826
9 Bulan     Rp14.882
1 Tahun     Rp15.097
2 Tahun     Rp16.224,5


Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) yang terakhir diperbaharui Selasa kemarin pada pukul 14:55 WIB:

Periode     Kurs
1 Bulan     Rp 14.440
3 Bulan     Rp 14.550


Berikut kurs jual beli dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 8:50 WIB:

Bank     Harga Beli     Harga Jual
Bank BNI     14.299     14.599
Bank BRI     14.245     14.715
Bank Mandiri     14.400     14.650
Bank BCA     14.450     14.500
CIMB Niaga     14.200     14.900



Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tuesday, June 2, 2020

AS Rusuh & AS-China Panas, Harga Emas Bangkit ke US$ 1.800?

A customer puts gold bar on basket for sell to the gold shop in Bangkok, Thailand, Thursday, April 16, 2020. With gold prices rising to a seven-year high, many Thais have been flocking to gold shops to trade in their necklaces, bracelets, rings and gold bars for cash, eager to earn profits during an economic downturn.(AP Photo/Sakchai Lalit)PT Equityworld Futures Medan-Harga emas dunia naik tipis pada perdagangan spot pagi ini dan berada pada tren penguatan sejak Kamis pekan lalu (28/5/2020). Depresiasi dolar AS di hadapan mata uang lainnya yang tercermin dari tren penurunan indeks dolar menjadi salah satu faktor pendorong penguatan emas.

Selasa (2/6/2020) pada 07.45 WIB, harga emas di pasar spot bertambah 0,04% ke US$ 1.740,77/troy ons. Sejak Rabu (27/5/2020) pekan lalu, harga emas tercatat telah naik sebesar 1,92%.

Pada periode yang sama, indeks dolar yang mengukur posisi dolar greenback di hadapan enam mata uang lainnya terus melemah. Depresiasi dolar AS membuat harga emas yang dibanderol dalam mata uang tersebut menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga hal ini membuat emas sebagai aset safe haven menjadi lebih menarik. Apalagi di tengah berbagai kondisi yang tak kondusif seperti sekarang ini.

Walau kabar dari kemajuan pengembangan vaksin corona & kembali dibukanya perekonomian sempat membuat harga emas tertekan, tetapi dalam sepekan terakhir kondisi di AS diwarnai kerusuhan akibat gelombang demonstrasi yang meluas di beberapa negara bagian akibat tewasnya seorang warga kulit hitam bernama George Floyd.

Sebagai akibatnya 5 negara bagian Texas, Ariozona, Georgia, Missouri dan Minnesota menyatakan status darurat. Sementara itu, 40 kota menerapkan kebijakan jam malam.

Di sisi lain konflik Washington dan Beijing terus tereskalasi pasca Kongres Rakyat Nasional (NPC) China menyetujui draft undang-undang keamanan baru bagi Hong Kong yang merupakan wilayah administratifnya.

AS merasa bahwa Hong Kong sudah tak otonom lagi seperti dahulu dan sekarang berada dalam kendali China. Merespons hal tersebut, Washington mengatakan akan mencabut status istimewa Hong Kong untuk menghukum Beijing.

Sebagai balasannya, China berbalik menyerang AS dengan meminta para BUMN miliknya untuk menghentikan pembelian kedelai dan daging babi asal AS. China juga dikabarkan menangguhkan impor jagung dan kapas dari AS, melansir CNBC International.


China bisa saja memperluas daftar produk pertanian AS yang akan ditangguhkan impornya jika Negeri Adidaya itu mengambil tindakan lebih lanjut, menurut seorang sumber yang familiar dengan isu ini.

"China telah meminta perusahaan-perusahaan negara [BUMN] untuk menangguhkan pembelian besar-besaran produk pertanian A.S. seperti kedelai dan babi, sebagai tanggapan atas reaksi A.S. ke Hong Kong," kata sumber itu. "Sekarang kita akan menonton dan melihat apa yang dilakukan A.S. selanjutnya," tambahnya.

China siap menghentikan impor lebih banyak produk pertanian dari Amerika Serikat jika Washington mengambil lebih banyak tindakan terhadap Hong Kong, kata sumber itu.

Para importir China telah membatalkan 10.000 hingga 20.000 ton pengiriman daging babi Amerika - setara dengan pesanan sekitar satu minggu dalam beberapa bulan terakhir - mengikuti komentar Trump pada hari Jumat, kata sumber itu.

Dalam skenario terburuk, jika Trump terus menargetkan Cina, Beijing harus membatalkan kesepakatan perdagangan Fase 1, sumber kedua yang mengetahui rencana pemerintah mengatakan.

"Tidak mungkin Beijing dapat membeli barang dari AS ketika menerima serangan konstan dari Trump," kata orang itu.

China berjanji untuk membeli produk pertanian AS senilai 32 miliar dolar AS selama dua tahun di atas garis dasar berdasarkan angka 2017, berdasarkan kesepakatan perdagangan awal kedua negara yang ditandatangani pada Januari.

China telah membeli kedelai, jagung, gandum, dan soyoil dari Amerika Serikat tahun ini, untuk memenuhi komitmennya berdasarkan kesepakatan perdagangan. Beijing juga meningkatkan pembelian daging babi A.S., setelah demam babi Afrika yang mematikan memusnahkan kawanan babinya.

Departemen Pertanian AS melaporkan bahwa China membeli kedelai senilai $ 1,028 miliar dan daging babi $ 691 juta pada kuartal pertama tahun 2020.

Importir swasta belum menerima perintah pemerintah untuk menangguhkan pembelian produk pertanian A.S., menurut sumber ketiga dengan rumah dagang utama, tetapi pembeli komersial sangat berhati-hati saat ini, tambah orang tersebut.

"Ada kekhawatiran yang berkembang bahwa kesepakatan perdagangan Fase Satu AS-China akan segera dibatalkan," kata Edward Moya, seorang analis pasar senior di broker OANDA, mengutip Reuters.

"Namun di sisi teknis, harga spot sekarang semakin dekat dengan resistance yang ditempatkan di US$ 1.750. Naik dari level tertinggi sebelumnya  di US$ 1.747 pada penutupan dan US$ 1.765 intraday. Hal ini akan membuka ruang untuk kenaikan lebih lanjut," kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa mengatakan dalam sebuah catatan


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan