This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, June 30, 2020

Rupiah Boleh Menguat Hari Ini, Besok?

Dollar-Rupiah (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot. Namun jangan lengah, karena penguatan hari ini mungkin hanya oase kecil di tengah gurun pasir yang luas dan belum terlihat di mana ujungnya.

Pada Selasa (30/6/2020), US$ 1 setara dengan Rp 14.150 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,14% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Kemarin, rupiah menutup perdagangan pasar spot dengan depresiasi 0,14% di hadapan dolar AS. Pelemahan tersebut membuat rupiah terdepresiasi selama tiga hari perdagangan beruntun terhadap mata uang Negeri Paman Sam. Selama tiga hari itu, pelemahan rupiah adalah 0,64%.

Oleh karena itu, rupiah punya ruang untuk mencatatkan technical rebound. Rupiah yang sudah 'murah' kembali menarik di mata investor sehingga mata uang Ibu Pertiwi seksi lagi.

Sepertinya ini pula yang terjadi di pasar saham New York. Dini hari tadi, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 2,32%, S&P 500 terdongrak 1,47%, dan Nasdaq Composite melesat 1,2%.

Mirip-mirip dengan rupiah, Wall Street juga sudah terkoreksi parah akhir-akhir ini. DJIA, misalnya, walau hari ini menguat tajam tetapi dalam sepekan terakhir masih terkoreksi 2,14% secara point-to-point. Bisa dibayangkan betapa dalamnya pelemahan DJIA sehingga lonjakan di atas 2% belum bisa menalangi.

Penguatan di pasar keuangan global hari ini sepertinya adalah pelipur lara belaka. Ke depan, sangat mungkin pasar akan kembali mengalami koreksi dalam karena satu masalah besar belum selesai: pandemi virus corona (Coronavirus Disease-19/Covid-19).

Di sejumlah negara, kasus corona bertambah cukup pesat. Di Inggris, misalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah pasien positif corona per 29 Juni adalah 311.155 orang. Bertambah 901 orang (0,29%) dibandingkan posisi sehari sebelumnya.

Peningkatan jumlah kasus membuat Kota Leicester kembali mengetatkan pembatasan sosial (social distancing) yang sempat dilonggarkan. Sir Peter Soulsby, Wali Kota Leicester, memutuskan untuk menutup lagi restoran dan pub.

"Kota Leicester masih akan tertutup setidaknya sampai dua pekan ke depan, lebih lama dibandingkan daerah-daerah lain. Sepertinya kami masih akan menerapkan pembatasan setelah 4 Juli," kata Soulsby, seperti dikutip dari BBC.

Saat ini, terdapat 2.987 pasien positif corona di kota yang menaungi klub juara Liga Primer Inggris musim 2015/2016 tersebut. Sebanyak 866 kasus atau sekira 29% terjadi dalam dua pekan sebelum 23 Juni.

Kondisi di Inggris juga terjadi di negara-negara lain seperti AS dan Jerman. Sejumlah daerah kembali menutup keran aktivitas masyarakat akibat lonjakan kasus corona.

Apa yang sangat dikhawatirkan oleh seluruh dunia lambat laun menjadi kenyataan: gelombang serangan kedua (second wave outbreak). Ini membuat proses pemulihan ekonomi menjadi buram, semakin tidak jelas.

Oleh karena itu, sangat wajar Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi ekonomi 2020 dari awalnya -3% menjadi -4,9%. Sebab, dampak dari pandemi virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini ternyata lebih parah dari perkiraan sebelumnya.

Ke depan, situasi masih penuh ketidakpastian sehingga pasar keuangan dunia tetap akan diwarnai guncangan. Hari ini boleh saja ada penguatan, tetapi besok siapa yang tahu?


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Monday, June 29, 2020

Kasus Corona Sudah di Atas 10 Juta, Harga Emas Siap Terbang!

A customer puts gold bar on basket for sell to the gold shop in Bangkok, Thailand, Thursday, April 16, 2020. With gold prices rising to a seven-year high, many Thais have been flocking to gold shops to trade in their necklaces, bracelets, rings and gold bars for cash, eager to earn profits during an economic downturn.(AP Photo/Sakchai Lalit)PT Equityworld Futures Medan- Jumlah kasus infeksi virus corona kini sudah menembus angka 10 juta orang di dunia. Pertambahan jumlah kasus baru yang terjadi akhir-akhir ini membuat investor mencari perlindungan ke aset safe haven seperti emas.

Mengawali pekan ini Senin (29/6/2020), harga emas dunia di pasar spot melemah tipis 0,12% ke US$ 1.768,8/troy ons. Di saat yang sama pada 09.00 WIB harga emas berjangka Comex menguat 0,24% ke US$ 1.776,7/troy ons.

Meski melemah, harga emas spot masih tetap berada di rentang level tertingginya dalam tujuh setengah tahun terakhir. Harga logam mulia terssebut pun kian mendekati level psikologis US$ 1.800/troy ons.

Negara-negara seperti Amerika Serikat dan India terus melaporkan lonjakan jumlah kasus baru beberapa hari terakhir. Kenaikan kasus yang terjadi harus membuat Texas mengurungkan niat untuk membuka kembali perekonomiannya.

Seluruh bar diminta untuk menutup operasinya, sementara restoran diminta untuk tetap beroperasi tetapi dengan kapasitas setengahnya.

"Pada saat ini, jelas bahwa peningkatan kasus sebagian besar didorong oleh jenis kegiatan tertentu, termasuk warga Texas yang berkumpul di bar," kata Gubernur Texas Greg Abbott sebagaimana diwartakan CNBC International.

Florida juga mengumumkan akan melarang warganya berkumpul di bar setelah negara bagian tersebut melaporkan adanya lonjakan kasus baru yang hampir mencapai angka 9.000. Di Arizona, jumlah kasus melonjak 5,4%, melampaui rata-rata tujuh hari di 2,9%.

Dengan adanya risiko ketidakpastian ini investor memilih berlindung mencari suaka. Emas adalah pilihannya. Minat investor terhadap emas yang tinggi membuat harganya ikut melambung.

Bank investasi global Goldman Sachs memperkirakan bahwa harga emas akan tembus US$ 1.800/troy ons dalam waktu 12 bulan.

Faktor lain yang turut mendukung penguatan harga emas adalah laporan Dana Moneter Internasional (IMF) yang merevisi turun proyeksi ekonomi global tahun 2020 menjadi terkontraksi 4,9%.

Tak hanya itu, IMF dalam laporan Global Financial Stability-nya mengungkapkan bahwa antara pasar keuangan dan ekonomi terjadi diskoneksi.

Reli saham yang terjadi pasca 23 Maret lalu dinilai lembaga keuangan global tersebut rapuh dan rawan koreksi. Koreksi yang dimaksud adalah terpangkasnya harga aset keuangan 10% atau lebih.

"Mengacu pada pemodelan yang dibuat oleh staf IMF, perbedaan antara harga pasar dan valuasi fundamentalnya berada di level tertinggi dalam sejarah hampir di seluruh negara maju untuk pasar saham dan surat utangnya, meski yang terjadi justru sebaliknya untuk saham di beberapa negara berkembang" tulis laporan tersebut.

Ahli strategi ekuitas Citi, Tobias Levkovich, di hari Jumat, merilis hasil survei manajer dana institusional baru yang mengungkapkan kekhawatiran yang signifikan. Mereka mempertahankan uang tunai dua kali rata-rata untuk jangka jangka panjang.

Hanya sepertiga responden yang berpikir S&P akan kembali ke level awal Juni di atas 3.200 pada akhir tahun dan, ketika ditanya apakah pasar akan mengalami 20% drop atau 20% reli menunjuukan bahwa 70% manajer investasi memperkirakan penurunan sebesar 20%.

Di sepanjang tahun ini harga emas dunia telah menguat lebih dari 16%. Dengan adanya risiko ketidakpastian yang tinggi serta ancaman inflasi yang juga tinggi akibat rendahnya suku bunga hingga banjir stimulus fiskal dan moneter, prospek emas jangka panjang masih menarik.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Friday, June 26, 2020

Breaking! Ledakan Dahsyat Guncang Iran, Ada Apa?

Ledakan di fasilitas militer iran (Dok. Twitter @2_ordu)PT Equityworld Futures Medan- Sebuah ledakan besar terjadi di di sebuah area militer sensitif di Tehran, ibu kota Iran. Ledakan ini dikabarkan The New York Times melalui jurnalisnya Farnaz Fassihi.

"Sebuah laporan mengatakan bahwa ada ledakan besar terjadi di Iran di area Parchin- sebuah pangkalan militer di mana Iran melakukan aktivitas nuklir," tulisnya Jumat (26/6/2020).

Ia pun memberikan video bagaimana ledakan terjadi pada dini hari. Di mana suara ledakan dengan api besar terdengar hingga pemukiman warga sipil dengan mengutip sumber lokal.

Parchin adalah komplek militer yang menjadi rumah produksi sejumlah roket di Iran. Kawasan itu juga kerap dijadikan area untuk melakukan pengujian nuklir.

Sementara itu, dikutip dari Reuters, dalam sebuah pidato di televisi lokal, Juru Bicara Kementerian Pertahanan Iran Davoud Abdi membenarkan ada ledakan yang terjadi. "Ledakan itu terjadi di "area publik" Parchin," katanya.

Menurutnya ledakan ada di area penyimpanan gas di kawasan itu. Abdi mengatakan api berhasil dikendalikan dan tidak ada korban.

Dia tidak memberikan informasi apa pun tentang penyebab ledakan itu, termasuk kemungkinan uji nuklir tengah dilakukan. Rekan kami sudah di lokasi dan melakukan investigasi dengan hati-hati," katanya.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Thursday, June 25, 2020

Emas Rekor Lagi, Harga Emas Antam Bisa Gak Tembus Rp 900.000?

PT Equityworld Futures Medan- Harga emas dunia mencetak rekor penutupan tertinggi lagi di tahun ini pada perdagangan Selasa pekan ini. Adanya risiko penyebaran pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19) gelombang kedua masih menjadi penopang penguatan harga emas dunia.

Penguatan harga emas dunia berkaitan dengan keunggulan emas yang biasa menjadi aset aman (safe haven) sehingga ketika investor dihadapkan pada kekhawatiran Covid-19, emas mulai diburu lagi dan membuat harganya melesat.

Harga emas dunia pada perdagangan Selasa lalu menguat 0,69% ke US$ 1.766,51/troy ons yang merupakan rekor penutupan perdagangan tertinggi tahun ini. Harga logam mulia ini juga berada di level tertinggi dalam 7,5 tahun terakhir, dan sejak awal tahun sudah melesat lebih dari 16%.

Secara teknikal, emas sudah berhasil break out level US$ 1.744/troy ons yang merupakan batas atas pola Rectangle pada hari Senin, tetapi masih di bawah level tertinggi intraday tahun ini di US$ 1.764,55/troy ons yang dicapai pada 18 Mei lalu.

Selasa lalu, level tertinggi intraday tersebut akhirnya ditembus, sehingga peluang berlanjutnya penguatan emas semakin besar. Terbukti, emas hari ini kembali melanjutkan penguatan, pada pukul 16:30 WIB Rabu kemarin, berada di level US$ 1.775,79/troy ons, menguat 0,54% di pasar spot, melansir data Refinitiv.


Pola Rectangle menjadi indikasi emas berada dalam fase konsolidasi atau bergerak sideways, dengan batas bawah di US$ 1.670/troy ons. Rentang batas bawah ke batas atas pola Rectangle sebesar US$ 74, jadi ketika batas atas berhasil ditembus maka target penguatan emas juga sebesar US$ 74 dari batas atas US$ 1.744/troy ons.

Artinya, target penguatan emas ketika pola Rectangle ditembus adalah US$ 1.818/troy ons, lebih tinggi dari level psikologis US$ 1.800/US$.

Sementara itu, indikator Stochastic kembali masuk ke wilayah jenuh beli (overbought). Stochastic merupakan leading indicator, atau indikator yang mengawali pergerakan harga. Ketika Stochastic mencapai wilayah overbought (di atas 80), maka suatu harga suatu instrumen berpeluang berbalik turun.

Level US$ 1.744 kini menjadi support (tahanan bawah) terdekat, selama bertahan di atasnya, peluang emas ke US$ 1.818/troy ons masih tetap terjaga.

Emas Antam

Dari dalam negeri, harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Rabu kemarin (24/6/2020) naik hingga 0,94% atau sebesar Rp 8.000 menjadi Rp 858.120/gram dari perdagangan Selasa di level Rp 850.120/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Selasa, harga emas Antam naik meski hanya 0,12% atau Rp 1.000 dari posisi harga Senin yakni Rp 849.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam kemarin, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram naik 0,94% berada di Rp 85,812 juta dari harga kemarin Rp 85,012 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Rabu juga naik Rp 8.000 menjadi Rp 916.000/gram setelah naik Rp 1.000 ke Rp 908.000/gram pada hari Selasa kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam pun naik 1,25% atau Rp 10.000 ditetapkan pada Rp 809.000/gram, dari posisi kemarin Rp 799.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Harga emas Antam pernah mencapai level di atas Rp 900.000/gram, tepatnya Rp 903.000/gram pada Senin (13/4/2020) untuk harga acuan 100 gram, kendati langsung turun keesokan harinya (Selasa, 14/4) di level Rp 899.000/gram. Pada 14 April itu, khusus harga emas Antam 1 gram juga tembus Rp 948.000/gram


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Wednesday, June 24, 2020

Unstoppable! Harga Emas Rekor Lagi, Sudah Dekati US$ 1.800

Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael DalderPT Equityworld Futures Medan-Lonjakan kasus baru infeksi virus corona di berbagai belahan dunia membuat emas terus melanjutkan relinya. Kini harga emas cetak rekor tertinggi lagi untuk tahun ini dan kian dekati US$ 1.800.

Harga emas sejak Jumat pekan lalu (19/6/2020) hingga hari ini terus melesat tajam. Pada 08.25 WIB, Rabu (24/6/2020) harga emas dunia di pasar spot menguat 0,31% ke US$ 1.771,9/troy ons. Ini merupakan harga tertinggi dalam tujuh setengah tahun terakhir.


Dalam dua pekan terakhir Texas, Arizona dan Nevada terus mencetak rekor kasus infeksi baru. Sementara itu Reuters melaporkan ada 10 negara bagian AS lain yang juga melaporkan adanya kenaikan kasus mulai dari Florida hingga Arizona.

Kasus di AS meningkat hingga 25% pada pekan yang berakhir di 21 Juni 2020 dibanding minggu sebelumnya. Kenaikan jumlah kasus ini membuat investor was-was kalau gelombang kedua wabah benar-benar terjadi.

Meskipun ada kekhawatiran yang meliputi pasar. Namun penasihat ekonomi Gedung Putih Lary Kudlow mengatakan bahwa tidak ada gelombang kedua wabah di Negeri Paman Sam.

"Memang ada beberapa hotspot, kami terus menanganinya dan kami sekarang tahu caranya. Kita sudah bertahan dan melalui musim dingin, tidak ada second wave yang bakal datang," tegas Kudlow.

Sementara menurut Presiden AS ke-45 Donald Trump, peningkatan kasus lebih diakibatkan oleh peningkatan tes yang dilakukan. Hal ini diungkapkan mantan taipan properti AS itu lewat akun twitternya.

"Kasus naik di AS karena kita melakukan tes jauh lebih banyak dari negara lain dan terus meningkat" cuit Trump. "Dengan jumlah tes yang sedikit maka kita akan punya kasus yang lebih rendah pula" tambahnya.

Bagaimanapun juga ancaman gelombang kedua wabah memang jadi risiko yang harus diwaspadai mengingat vaksin yang efektif sampai saat ini belum tersedia untuk publik.

Meski dini hari tadi Wall Street ditutup dengan penguatan akibat data ekonomi yang bagus. Logam mulia emas masih menjadi instrumen investasi yang menarik dan layak dimasukkan ke dalam portofolio.

Data penjualan rumah baru AS memang ciamik. Penjualan rumah baru pada Mei 2020 melonjak 16,6% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 676.000 unit. Jauh di atas konsensus pasar yang dihimpun Reuters yang memperkirakan pertumbuhan 2,9%.

Banyak pihak yang optimis bahwa ekonomi AS sedang berada di fase pemulihan. Namun risiko ketidakpastian seputar wabah masih ada. Hal ini membuat investor mencari suaka ke aset safe haven, emas lah pilihannya.

Menambah sentimen positif untuk emas, pemerintah dan bank sentral masih akan menggelontorkan stimulus untuk menyelamatkan perekonomian. Kubu Partai Demokrat di House of Representatives (salah satu kamar di parlemen AS) menyampaikan proposal stimulus infrastruktur senilai US$ 1,5 triliun.

Rencananya, stimulus ini akan digunakan untuk pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, energi, sekolah dan berbagai proyek lain.Pembahasan akan segera dimulai, dan apabila berjalan mulus akan disahkan dalam beberapa pekan ke depan.

Ketua House of Representaives (DPR AS) Nancy Pelosi mengungkapkan akan memperjuangkan pengesahan proposal ini sebelum reses pada 4 Juli.

Dengan adanya banjir stimulus fiskal dan moneter serta suku bunga rendah, maka kemungkinan inflasi yang tinggi ke depan terbuka lebar. Investor sedang mencari aset lindung nilai (hedging) terhadap depresiasi mata uang dan emas lah pelariannya.

Emas memang dilirik oleh investor di tengah kondisi yang serba tidak pasti seperti sekarang ini. Sehingga wajar saja jika harganya ikut terdongkrak. Apabila harga emas terkoreksi untuk sementara waktu, itu justru dimanfaatkan investor untuk membeli aset ini.

Ke depan prospek jangka panjang emas masih menarik. Dengan harga emas di posisi saat ini, maka bukan tak mungkin bahwa emas bisa menyentuh level US$ 1.800/troy ons dalam waktu dekat.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tuesday, June 23, 2020

Rekor! Pagi Ini Harga Emas Tertinggi 2020, Sudah Cuan 15,8%

Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael DalderPT Equityworld Futures Medan-Harga emas dunia kembali reli. Investor kembali mencemaskan perkembangan terbaru pandemi corona yang baru-baru ini jumlah kasusnya meningkat lagi.

Selasa (23/6/2020), harga emas di pasar spot naik 0,07% setelah kemarin melesat 1%. Pada 08.30 WIB harga logam mulia emas dibanderol US$ 1.756,4/troy ons. Jika harga emas tetap bertahan di kisaran sekarang atau bahkan menguat maka ini akan jadi harga penutupan tertinggi untuk tahun ini.

Bagaimanapun juga harga emas sudah menguat signifikan. Secara year to date, harga bullion telah terapresiasi sebesar 15,8%. Kini harga emas berada di level tertingginya sejak 7,5 tahun terakhir.

Jumlah orang yang dinyatakan positif terjangkit virus corona di dunia sudah mencapai angka lebih dari 9 juta orang. Peningkatan jumlah kasus terbanyak dilaporkan di Amerika Utara dan bagian selatan (Amerika Latin).

Beberapa negara yang sudah mengalami penurunan jumlah kasus per hari seperti Jerman, Australia dan China juga kembali melaporkan adanya peningkatan. Kenaikan kasus terjadi seiring dengan relaksasi lockdown dan pembukaan kembali ekonomi.

Kasus yang meningkat membuat investor khawatir pemulihan ekonomi akan terganggu. Hal ini membuat investor memburu kembali emas sebagai aset minim risiko.

"Ada fenomena flight to safety ke emas" kata Bob Haberkorn senior market strategist di RJO Futures, sebagaimana diwartakan Reuters. "Kenaikan kasus infeksi virus corona secara global membuat harga emas tembus US$ 1.750, jika hari ini harga ditutup di atas US$ 1.765 maka level US$ 1.800 tidak akan terlalu jauh" tambahnya.

Di sisi lain bank sentral AS the Fed juga mewanti-wanti jika wabah tak segera dapat dikendalikan maka angka pengangguran di Negeri Paman Sam masih akan tinggi. The Fed telah membabat suku bunga ke kisaran nol persen.

Tak hanya itu bank sentral pimpinan Jerome Powell itu juga menerapkan kembali program pembelian aset keuangan (QE) dengan nilai tak terbatas yang meliputi pembelian surat utang pemerintah, efek beragun aset, ETF obligasi korporasi hingga obligasi korporasi melalui pendekatan indeksasi.

The Fed terus memompa uang ke perekonomian agar likuiditas terjaga. Ini merupakan bentuk upaya penyelamatan ekonomi oleh bank sentral. Dengan suku bunga rendah dan banjir stimulus ini maka potensi kenaikan inflasi yang tinggi di masa mendatang menjadi risiko lain yang dihadapi investor.

Emas sebagai aset lindung nilai (hedging) ketika mata uang mengalami depresiasi akibat inflasi menjadi semakin menarik bagi investor. Sehingga wajar saja jika prospek jangka panjang emas masih menarik.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Monday, June 22, 2020

Kasus Corona Global Tembus Rekor, Rupiah Ikut Tekor

Ilustrasi UangPT Equityworld Futures Medan-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Apa boleh buat, sentimen yang beredar di pasar memang cenderung negatif.

Pada Senin (22/6/2020), US$ 1 dihargai Rp 14.050 kala pembukaan pasar spot. Sama persis posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu alias stagnan.

Namun tidak butuh waktu lama bagi rupiah untuk masuk zona merah. Pada pukul 09:04 WIB, US$ 1 setara dengan Rp 14.080 di mana rupiah melemah 0,21%.

Sepanjang minggu kemarin, rupiah melemah lebih dari 1% di hadapan dolar AS secara point-to-point. Mayoritas mata uang Asia lainnya juga melemah, tetapi tidak ada yang separah rupiah

Hari ini, sentimen yang beredar di pasar sedang kurang enak. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa penyebaran virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) kembali dalam tren meningkat.

"Hampir separuh dari peningkatan kasus berasal dari Benua Amerika. Dunia sedang dalam fase berbahaya, virus masih menyebar dengan cepat, masih mematikan, dan mudah menular," tegas Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, sebagaimana diberitakan Reuters.

Kekhawatiran itu beralasan. Jumlah pasien corona memang kembali meningkat.

Menurut catatan WHO, jumlah pasien positif corona di seluruh dunia per 21 Juni adalah 8.708.008 orang. Bertambah 183.020 (2,15%) orang dibandingkan hari sebelumnya.

Tambahan 183.020 dalam sehari kasus menjadi rekor tertinggi sejak WHO mendokumentasikan kasus corona pada 21 Januari. Sementara pertumbuhan 2,15% menjadi laju paling cepat sejak 18 Juni.

Dari tambahan pasien baru yang lebih sebanyak 183.020 orang itu, 116.041 orang di antaranya ada di Benua Amerika. Artinya, Benua Merah menyumbang 63,4% dari tambahan kasus corona di seluruh dunia.


Padahal dunia masih merasakan euforia setelah pemerintahan di berbagai negara melonggarkan pembatasan sosial (social distancing). Masyarakat yang selama berbulan-bulan #dirumahaja kini mulai bisa kembali beraktivitas meski harus mematuhi protokol kesehatan.

Namun kehidupan normal yang baru (new normal) ternyata membawa konsekuensi peningkatan penularan virus corona. Maklum, virus yang bermula dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China ini akan semakin mudah menular ketika terjadi peningkatan interaksi dan kontak antar-manusia.

Oleh karena itu, muncul kekhawatiran bahwa jikalau kasus corona terus bertambah dalam jumlah yang signifikan, maka social distancing akan kembali diketatkan. Masyarakat kudu kembali ke rumah. Bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Aktivitas publik menjadi sangat terbatas, bahkan boleh dibilang hampir mati suri.

Ketika aktivitas sangat terbatas, maka sama saja menghentikan laju roda perekonomian. Harapan new normal akan membawa pemulihan ekonomi mulai paruh kedua 2020 menjadi buram.

Ketidakpastian masih sangat tinggi, karena ada risiko social distancing kembali digalakkan. Semakin lama orang-orang berdiam di rumah, maka resesi hampir pasti berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Hampir mustahil ekonomi dunia melesat pada 2021 kalau social distancing diketatkan lagi.

Persepsi semacam ini yang kemungkinan pelaku pasar bakal bersikap wait and see. Lebih baik menunggu terlebih dulu sampai ada kejelasan lebih lanjut, jangan melakukan apa-apa sampai ada kepastian.

Akibatnya, arus modal enggan mampir ke pasar keuangan negara-negara berkembang di Asia. Rupiah pun berisiko untuk kembali ke jalur merah.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan