This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, September 9, 2020

Disengat Wall Street! IHSG Ambruk, tapi BBCA & INDF Diborong

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Jumat 28/2/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo) PT Equityworld Futures Medan- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (9/9/20) dibuka turun 0,57% di level 5.214,03. Selang 10 menit penurunan IHSG semakin parah yakni 0,83% di level 5.200,68 setelah koreksi akibat aksi profit taking di bursa Wall Street tumbangkan bursa Asia.
Data perdagangan mencatat, investor asing melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 48 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 823 miliar.

Saham yang paling banyak dilego asing hari ini adalah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan jual bersih sebesar Rp 17 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencatatkan net sell sebesar Rp 18 miliar.

Sementara itu saham yang paling banyak dikoleksi asing hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan beli bersih sebesar Rp 7 miliar dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan net buy sebesar Rp 5 miliar.

Selanjutnya bursa di kawasan Asia terpantau ambruk, Nikkei di Jepang terdepresiasi 1,60%, Hang Seng Index di Hong Kong turun 1,09%,  sedangkan Indeks Kospi di Korea Selatan anjlok 0,72%.

Dari dalam negeri, terdapat rilis data penjualan ritel periode Juli 2020 hari ini. Bank Indonesia (BI) memperkirakan penjualan ritel pada bulan itu terkontraksi 12,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).

Penjualan ritel yang lesu semakin memberi konfirmasi bahwa konsumsi rumah tangga domestik sedang bermasalah. Sebelumnya, sudah ada dua data yang menggambarkan hal itu yakni Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang masih terus di bawah 100 dan deflasi yang terjadi pada Juli-Agustus. Bahkan BI memperkirakan deflasi akan berlanjut pada September.

Bursa saham New York baru memulai perdagangan perdana pekan ini, karena kemarin libur memperingati Hari Buruh. Namun baru memulai pekan yang baru, Wall Street langsung ambles.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) tadi pagi waktu Indonesia (Selasa waktu AS) ditutup anjlok 2,25%. Sedangkan S&P 500 dan Nasdaq Composite ambrol masing-masing 2,78% dan 4,11%.

Investor di Wall Street juga cemas terhadap hubungan AS-China yang semakin memburuk. Presiden AS Donald Trump lagi-lagi mengutarakan wacana untuk putus hubungan dengan Negeri Tirai Bambu.

"Kita kehilangan miliaran dolar (saat berbisnis dengan China). Jika kita tidak berbisnis dengan mereka, maka tidak akan kehilangan miliaran dolar. Ini namanya decoupling, mungkin Anda mulai berpikir soal itu.

"Kita akan membuat AS menjadi negara industri superpower kelas dunia dan mengakhiri ketergantungan kepada China selamanya. Apakah itu dengan decoupling atau pengenaan bea masuk, yang sudah saya lakukan, kita akan menyudahi ketergantungan terhadap China. Kita tidak bisa mengandalkan China," papar Trump dalam jumpa pers di Gedung Putih, seperti dikutip dari Reuters.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan

Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tuesday, September 8, 2020

Mau Trading Hari Ini? Simak Deretan Saham Potensi Cuan Ini

Perhatikan 3 Hal Agar Trading Forex Menjadi Mudah - DIDIMAX | Broker You  can Trust 

 PT Equityworld Futures Medan- Mengawali perdagangan di awal pekan ini, Senin kemarin (7/9/2020), bursa saham domestik terjerembap ke zona merah dengan pelemahan 0,18% ke posisi 5.230,19 poin.
Kekhawatiran pelaku pasar mengenai pandemi Covid-19 dan pelemahan harga minyak dunia di awal pekan ini menjadi katalis negatif yang menekan bursa saham.

Senin kemarin, pelaku pasar asing tercatat melakukan aksi jual bersih Rp 786,07 miliar. Adapun, nilai transaksi bursa secara keseluruhan mencapai Rp 6,06 triliun.



Sebelum memulai perdagangan hari ini, Selasa (8/9/2020), simak rekomendasi saham pilihan dari sejumlah broker yang dirangkum CNBC Indonesia:

MNC Sekuritas - Masih Lanjutkan Koreksi

Pergerakan IHSG secara besar diperkirakan bergerak cenderung terkoreksi, dengan catatan selama IHSG belum mampu menembus resistance (batas atas) 5.328. Target koreksi IHSG diperkirakan berada pada area 5.020-5.150 apabila ternyata IHSG menembus support (batas bawah) terdekat di area 5.178-5.187. Meskipun demikian, terdapat peluang IHSG akan menguat terbatas ke area 5.260-5.280.

Saham pilihan:

WSKT

EXCL

TINS

BBTN


Mega Capital Sekuritas - Kenaikan Cadangan Devisa

Kenaikan Cadangan Devisa di bulan Agustus ke menjadi US$ 137 miliar dari US$ 135.1 miliar tidak mampu menjaga IHSG dari kejatuhan. Investor asing kembali mencatatkan net sell senilai Rp 786 miliar dengan saham yang banyak dilepas adalah saham-saham perbankan, di antaranya BBCA dan BMRI.

Di sisi lain, investor tampaknya lebih khawatir penerimaan negara tidak akan mencapai target. Berdasarkan data Kementerian Keuangan realisasi pendapatan negara hingga Agustus 2020 hanya mencapai Rp 1,028 triliun atau turun -13.5% secara tahunan dari periode yang sama di 2018. Penerimaan pajak turun -13.5% YoY sementara penerimaan negara bukan pajak juga anjlok 13.48% YoY.

Saham pilihan:

SCMA

WIKA

IMAS

INKP


Binaartha Sekuritas - IHSG Rebound Hari Ini

IHSG berpotensi berbalik menguat pada perdagangan hari ini. Berdasarkan rasio fibonacci, level support dan resistance IHSG berada pada 5.172,37 hingga 5.293,93. Sedangkan, indikator MACD membentuk pola dead cross di area positif, sedangkan Stochastic dan RSI berada di area netral.

Saham Pilihan:

BSDE

ASRI

BBCA

TKIM


Reliance Sekuritas - Menanti Arah Kebijakan ECB

Pasar menantikan katalis dari Bank Sentral Eropa (ECB) yang mungkin akan menahan suku bunga pada hari Kamis pekan ini, tetapi menunjukkan bahwa risiko penurunan telah meningkat. Hal tersebut menunjukkan pelonggaran lebih lanjut mungkin dilakukan sebelum akhir tahun ini. Data CPI (consumer price index) AS akan dirilis hari Jumat, dengan harga konsumen diperkirakan akan naik pada bulan Agustus untuk bulan ketiga berturut-turut.

Saham pilihan:

MEDC

TPIA

INKP

TLKM


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Monday, September 7, 2020

Harga Emas Antam Masih Rp 1,02 Juta/gram, Layak Beli Gak?

Pascalebaran, Harga Emas Antam Rp917.000 per Gram PT Equityworld Futures Medan-Harga logam mulia emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) alias emas Antam masih berada di level tinggi di atas Rp 1 juta/gram pada perdagangan pekan ini seiring dengan tingginya harga emas dunia di pasar spot global, meski kadang turun-naik. Kekhawatiran resesi global memicu harga emas dunia berada di tren naik.
Melansir data dari situs resmi logammulia.com, pada perdagangan Sabtu kemarin (5/9/2020), harga emas Antam untuk 1 gram turun Rp 1.000 menjadi Rp 1.020.000/gram.

Adapun harga emas Antam yang menjadi acuan yakni dengan berat 100 gram dibanderol Rp 96.212.000/batang atau Rp 962.120/gram.

Dalam sepekan, harga emas Antam naik Rp 8.000 dari Rp 1.012.000/gram menjadi Rp 1.020.000/gram.

Di sisi lain, dalam sepekan harga emas dunia di pasar spot malah turun 2% menjadi US$ 1.932,45/troy ons meski masih terhitung di level tinggi.

Pada periode 28 Agustus - 4 September, harga emas berada di level tertingginya US$ 1.970 pada 1 September dan terendah di US$ 1.930 pada 3 September.

Harga emas telah naik 27% sejauh ini, dibantu oleh suku bunga mendekati nol secara global dan kebijakan moneter yang ultra akomodatif, terutama dari The Fed (bank sentral AS), dan tingginya permintaan aset-aset safe-haven seperti emas, yang didorong oleh gambaran ekonomi yang suram karena pandemi Covid-19.

Menanggapi ini, Frank Holmes, CEO dari U.S. Global Investor, menilai volatilitas emas yang tinggi akhir-akhir ini tidak mencerminkan bahwa harga emas berada dalam tren turun dan seharusnya dimanfaatkan untuk mengambil aksi beli.

"Volatilitas emas menjadi peluang untuk buy on dip. Anda salah jika tak membeli emas," kata Holmes saat diwawancara oleh Kitco, dikutip Minggu (6/9/2020). Holmes memprediksi harga emas akan mencapai US$ 4.000/troy ons dalam waktu 2 sampai 3 tahun ke depan.

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Friday, September 4, 2020

'Combat of Giants', Emas Tak Berkutik Dihajar Dolar AS

Harga Emas Hari Ini, Rabu 2 September 2020: Emas Antam 0,5 Gram Turun Jadi  Rp560.000 - Galamedia News PT Equityworld Futures Medan-Pergerakan harga logam mulia emas sejak mencapai level tertingginya sepanjang masa cenderung volatil seperti roller coaster. Pergerakan dolar AS masih menjadi pemicu utama volatilitas emas.
Jumat (4/9/2020), harga emas dunia di pasar spot menguat 0,3% ke US$ 1.937,1/troy ons pada 08.05 WIB. Pada perdagangan kemarin harga logam kuning itu tergelincir 0,63%.

Sejak 19 Agustus, harga emas belum bisa menembus level US$ 2.000/troy ons. Harga emas cenderung volatil dan sangat sensitif terhadap pergerakan indeks dolar yang mengukur posisi mata uang dolar AS terhadap enam mata uang lain.




Harga emas dan indeks dolar memiliki korelasi yang terbalik. Artinya, ketika dolar AS menguat, maka harga emas akan cenderung tertekan. Begitu juga sebaliknya. Maklum emas merupakan salah satu komoditas yang dibanderol dalam mata uang dolar AS.

Baca: Frank Holmes: "Anda Salah Jika Tak Beli Emas"
Harga emas yang sudah tergolong tinggi menjadi semakin mahal ketika dolar AS menguat, terutama bagi pemegang mata uang lainnya. Hal ini bisa terlihat ketika indeks dolar ambrol ke level terendah dalam dua tahun, harga emas cenderung reli tak terbendung.

Di sisi lain, penurunan klaim pengangguran AS yang dilaporkan Kamis kemarin (3/9/2020) dan data manufaktur positif yang dilaporkan awal pekan ini juga turut menghambat kenaikan harga emas. Hal ini diungkapkan oleh David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures kepada Reuters.

Meski klaim pengangguran mingguan AS turun di bawah 1 juta minggu lalu untuk kedua kalinya sejak pandemi dimulai, tetapi hal ini tidak menandakan pemulihan yang kuat di pasar tenaga kerja mengingat penurunan tersebut sebagian besar mencerminkan perubahan dalam metodologi yang digunakan untuk mengatasi fluktuasi musiman pada data.

Namun data manufaktur awal pekan ini meningkatkan optimisme tentang pemulihan ekonomi. Pesanan baru untuk barang-barang buatan AS meningkat lebih dari yang diharapkan pada bulan Juli, sementara data manufaktur AS menunjukkan aktivitas yang ekspansif mendekati level tertinggi dua tahun pada bulan Agustus.

Mengacu pada data ISM, angka PMI manufaktur bulan lalu berada di 56 juga lebih baik dari posisi Juli di angka 54,2.

Selain itu, ADP mengumumkan bahwa slip gaji pekerja swasta di AS bertambah 428.000 pada Agustus. Angka ini masih jauh di bawah ekspektasi ekonom dalam polling Dow Jones sebelumnya yang berujung pada estimasi sebesar 1,17 juta.

Perbaikan memang ada, tetapi pejabat Federal Reserve mengatakan dukungan lebih lanjut untuk perekonomian masih diperlukan. Gubernur Fed Lael Brainard pada hari Selasa mengatakan bank sentral AS perlu melakukan upaya baru untuk membantu ekonomi mengatasi dampak pandemi dalam beberapa bulan mendatang.

"Tindakan gubernur Fed untuk memberikan lebih banyak stimulus memperkuat fakta bahwa ekonomi masih dalam krisis dan sedikit penurunan [harga] aset safe-haven seperti emas yang terjadi hanyalah konsolidasi," kata Meger.

Kendati emas telah naik 27% tahun ini karena pandemi virus corona menghantam ekonomi global, fundamental emas masih kokoh. Prospek ke depan logam kuning ini dinilai masih cerah.

"Fundamental (masih) terlihat cukup kuat untuk bullion dengan ancaman virus yang masih ada, tingkat suku bunga yang sangat rendah dan ruang untuk lebih banyak stimulus guna mendongkrak perekonomian," kata Edward Moya, analis pasar senior di broker OANDA, mengutip Reuters.

Volatilitas emas yang tinggi akhir-akhir ini tidak mencerminkan bahwa harga emas berada dalam tren turun dan seharusnya dimanfaatkan untuk mengambil aksi beli. Hal ini diungkapkan oleh Frank Holmes, CEO dari U.S. Global Investor.

"Volatilitas emas menjadi peluang untuk buy on dip. Anda salah jika tak membeli emas," kata Holmes saat diwawancara oleh Kitco, Selasa (2/9/2020). Holmes memprediksi harga emas akan mencapai US$ 4.000/troy ons dalam waktu 2 sampai 3 tahun ke depan.

Prediksi tersebut didasarkan atas pergerakan emas dunia di tahun 2009-2011 saat bank sentral AS (The Fed) menerapkan kebijakan quantitative easing (QE) yang menyebabkan Balance Sheet The Fed membengkak. The Fed juga menerapkan kebijakan yang sama saat ini.


Balance Sheet yang menunjukkan nilai aset (surat berharga) yang dibeli melalui kebijakan quantitative easing. Semakin banyak jumlah aset yang dibeli, maka balance sheet The Fed akan semakin besar.

Balance Sheet The Fed mengalami lonjakan signifikan sejak September 2008, dan terus menanjak setelahnya. Agustus 2008, nilai Balance Sheet The Fed masih di bawah US$ 1 triliun, di akhir 2011 nilainya nyaris 3 triliun.

Pada periode tersebut, harga emas terus menanjak hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa kala itu US$ 1.920,3/troy ons pada 6 September 2011.

Sejak Februari tahun ini, Balance Sheet The Fed kembali melonjak, sempat di atas US$ 7 triliun.

Lonjakan tersebut mirip dengan 12 tahun lalu, yang mendasari proyeksi Holmes harga emas akan ke US$ 4.000/troy ons. Ia melihat Balance Sheet The Fed masih akan terus naik hingga mencapai US$ 10 triliun.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Thursday, September 3, 2020

Ada yang Naik Ada yang Turun Nih, Cek Harga Emas di Pegadaian


 PT Equityworld Futures Medan-Harga emas batangan yang dijual di Pegadaian bervariasi ada yang naik ada yang turun pada perdagangan Kamis (3/9/2020). Harga emas di Pegadaian tersebut menunjukkan pergerakan volatil emas dunia.
Pegadaian menjual 3 jenis emas Antam, dan berbagai satuan mulai dari 0,5 gram sampai 1.000 gram. Harga per satuan tersebut juga ada yang naik ada yang turun. Selain itu, Pegadaian juga menjual emas UBS.

Selain emas dunia, kurs rupiah serta supply-demand menjadi faktor yang menentukan harga emas di Pegadaian, sehingga harga jualnya pun bervariasi.

Melansir data dari situs resmi Pegadaian, harga emas Antam standar ukuran 0,5 gram naik Rp 4.000 atau 0,71% menjadi Rp 564.000/batang. Sementara satuan lainnya mengalami penurunan, untuk 1 gram hari ini dibanderol Rp 1.068.000/batang, turun 0,19%.

Sementara itu emas Antam retro yang harganya paling volatil hari ini menguat di semua satuan. Untuk berat 1 gram dihargai Rp 997.000/batang, menguat 0,2%.

Emas Antam retro merupakan emas kemasan lama, dimana keping emas dan sertifikatnya terpisah. Emas retro ini terakhir kali diproduksi pada tahun 2018. Biasnya jenis emas Antam lawas ini memiliki volatilitas yang paling tinggi.

Kemudian emas Antam batik yang paling mahal diantara jenis lainnya hari ini stagnan lagi di Rp 1.189.000/batang untuk berat 1 gram. Emas Antam batik 1 gram tetap di harga itu dalam 3 hari terakhir.

Sementara satuan 0,5 gram naik 0,16% ke Rp 619.000/batang. Pegadaian hanya menjual emas Antam batik dengan berat 0,5 gram dan 1 gram.
Selain itu, emas UBS yang dijual Pegadaian bervariasi, satuan 0,5 gram hingga 50 gram mengalami penurunan, sementara 100 gram ke atas harganya naik.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Wednesday, September 2, 2020

Positif Guys! Ada Kabar Baik dari Ekonomi AS

 PT Equityworld Futures Medan- Di tengah masifnya lonjakan angka terjangkit virus corona (Covid-19) dan resesi teknikal yang terjadi, Amerika Serikat membawa kabar baik. Sebuah survei menyatakan jika produsen AS melihat keuntungan yang jelas pada bulan Agustus setelah kehancuran akibat Covid-19.

Indeks manufaktur Institute for Supply Management (ISM) naik lebih dari yang diharapkan bulan lalu menjadi 56% dari 54,2% pada Juli, dengan metrik utama melanjutkan ekspansi setelah penutupan bisnis akibat Covid-19.

"Indeks dan ekspansi sub-indeks lebih kuat dari Juli, tapi kami masih pulih dari tingkat aktivitas yang rendah secara historis," kata ketua survei manufaktur ISM, Timothy Fiore kepada wartawan pada Selasa (1/9/2020), dikutip dari AFP.

"Saya tidak percaya kami kembali ke tempat kami sebelum virus di seluruh sektor manufaktur. Saya pikir kami berada di jalur yang baik."

Meskipun ada penurunan, manufaktur AS tetap melihat pertumbuhan 131 bulan berturut-turut, yang berakhir pada bulan April lalu.

Fiore mengatakan Agustus adalah bulan penuh pertama, di mana rantai pasokan diaktifkan kembali dan karyawan kembali ke tempat kerja, dengan banyak perusahaan telah menerapkan aturan jarak sosial untuk mencegah penyebaran virus.

Komponen utama pesanan baru melonjak 6,1 poin persentase menjadi 67,6%, sementara produksi naik sedikit menjadi 63,3%. Setiap pembacaan di atas 50% menunjukkan ekspansi. Harga naik 6,3 poin menjadi 59,5%, sementara pesanan ekspor baru juga naik menjadi 53,3%.

"Penjualan saat ini ke pasar domestik secara substansial lebih kuat dari yang diperkirakan. Kami memperkirakan resesi, tetapi ternyata tidak seperti itu," kata sebuah perusahaan produk logam fabrikasi kepada ISM.

Namun, data menunjukkan kerusakan yang masih ada akibat dampak ekonomi dramatis dari virus tersebut. Pekerjaan berada di 46,4% , hanya naik 2,1 poin dari Juli, dan Fiore mengakui bahwa perekrutan "akan menjadi agak suram untuk sementara waktu."

Fiore juga memperingatkan bahwa sektor-sektor utama yang mewakili sekitar 20% dari total output manufaktur AS, yakni peralatan kedirgantaraan, perusahaan minyak, dan gas serta pemasok perabot kantor dan gedung perkantoran, akan menghadapi permintaan yang rendah hingga akhir tahun.

"Pemulihan di bidang manufaktur terus berlanjut meskipun output tetap lemah dibandingkan dengan tingkat sebelum pandemi," kata Rubeela Farooqi dari High-Frequency Economics dalam sebuah analisis. "Prospek tetap bergantung pada jalur virus, yang dapat mengganggu aktivitas, serta pemulihan permintaan global."

Sebelumnya, perekonomian negeri Paman Sam -32,9% pada periode April - Juni. Kontraksi ini jauh lebih tajam dari kuartal I yang tercatat -5%. Demikian laporan dari Departemen Perdagangan AS yang dirilis Kamis (30/7/2020) dilansir langsung dari CNBC International.

Kontraksi tajam terjadi dalam konsumsi, ekspor, hingga investasi dan pengeluaran pemerintah. Terlihat, spending yang tergelincir cukup dalam adalah health care atau kesehatan dan barang-barang seperti pakaian dan alas kaki. Sementara penurunan investasi terdalam diakibatkan oleh loyonya sektor otomotif.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tuesday, September 1, 2020

Sentimen Covid-19 Masih Selimuti IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

 Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018).PT Equityworld Futures Medan- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih diselimuti sentimen negatif, sehingga diproyeksikan akan kembali melemah. Kemarin IHSG ditutup melorot 2,02 persen pada 5.238,48. Direktur Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan, IHSG hari ini masih tertekan sentimen peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia. Munculnya mutasi virus baru yang lebih menular 10 kali lipat daripada Covid-19 yang sebelumnya, mendorong pasar bergerak turun. “Hari ini mungkin indeks akan melemah ya. Dari kemarin pasar memperhatikan virus Covid-19 menyebar 10 kali lipat lebih kuat dan sudah masuk ke 5 kota besar di Indonesi, perkembangan jumlah kasus Covid-19 ini menjadi perhatian pasar dan menekan pasar kemarin cukup dalam,” sebut Hans kepada Kompas.com, Selasa (1/8/2020). Baca juga: IHSG Diyakini Bisa Tembus Level 6.000 pada Akhir 2020 Di sisi lain, pasar global bergerak variatif dimana saham-saham perbankan turun lantaran penurunan yield obligasi terdorong oleh aksi dovish The Fed yang mempertahankan suku bunga. Namun, saham – saham teknologi menguat. Indeks Nasdaq kemarin ditutup positif karena adanya stock split. Di sisi lain, bursa saham Jepang menguat kemarin karena salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett, kembali melebarkan sayap investasinya melalui perusahaan Berkshire Hathaway Inc. Tidak tanggung Buffett memborong saham di lima perusahaan investasi asal Jepang. Hans memproyeksikan IHSG akan bergerak pada level support 5.233 sampai dengan 5.218 dan resistance pada level 5.250 sampai dengan 5.369. Berikut rekomendasi teknikal dari tiga perusahaan sekuritas untuk perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini: 1. Artha Sekuritas CTRA rekomendasi buy 650 – 670, TP 810 – 830, stop loss <750. UNVR rekomendasi buy 8.200 – 8.300, TP 8.400 – 8.500, Stop Loss 8.150. MNCN rekomendasi buy 900 – 920, TP 960 – 980, stop loss 880. 2. Anugerah Mega Investama BJBR rekomendasi buy back jika break 1.200, TP 1.000 - 980, area sos 1.175 - 1.045. BRIS rekomendasi buy back jika break 1.040, TP 890 - 870, area sos 1.020 – 935. MIKA rekomendasi buy back jika break 2.450, TP 2.240 – 2.200, area sos 2.400 – 2.340. 3. Panin Sekuritas BMTR speculative buy 290, TP 300 - 322, stop loss <272. TDPM rekomendasi buy 164 - 169, TP 188 - 200, stop loss <158. RALS rekomendasi hold.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sentimen Covid-19 Masih Selimuti IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini", Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2020/09/01/080955726/sentimen-covid-19-masih-selimuti-ihsg-simak-rekomendasi-saham-hari-ini.

Sumber : https://money.kompas.com/

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan