This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, April 12, 2021

Bunda Coba Cek, Harga Emas di Pegadaian Lagi Naik Terus Nih

Harga Emas Terus Naik di Tengah Pelemahan Dolar AS : Okezone Economy 

 PT Equityworld Futures Medan-Tren positif harga emas batangan yang dijual Pegadaian masih berlanjut hingga perdagangan Senin (12/4/2021) dibandingkan harga Jumat lalu. Sejak pekan lalu, selalu ada yang emas yang menguat, dan hari ini semua jenis emas Antam yang dijual harganya mengalami kenaikan. Hanya emas UBS yang harganya stagnan di semua satuan hari ini.
Pegadaian menjual 3 jenis emas Antam, yakni standar, retro, dan batik. Harga emas Antam jenis standar hari ini menjadi juara, dengan kenaikan paling tinggi. Pegadaian menjual emas ini mulai dari satuan 0,5 gram hingga 1.000 gram, dengan kenaikan mulai dari 0,37% hingga 0,58%.

Satuan 0,5 gram kenaikannya paling rendah, dijual Rp 537.000/batang. Sementara satuan 10 gram ke atas kenaikannya sebesar 0,58%.

Emas Antam retro juga mengalami kenaikan di semua satuan, hanya tidak selengkap emas Antam standar, Pegadaian menjual emas Antam retro mulai 0,5 gram hingga 100 gram, dengan kenaikan 0,45% hingga 0,5%.
Satuan 0,5 gran naik 0,45% ke Rp 449.000/batang, sementara satuan 100 gram naik 0,5% ke 89.695.000/batang.

Emas Antam retro merupakan emas kemasan lama, dimana keping emas dan sertifikatnya terpisah. Emas retro ini terakhir kali diproduksi pada tahun 2018.

Jenis emas Antam terakhir dan paling mahal dibandingkan lainnya, emas Antam jenis batik, hari juga mengalami kenaikan. Tetapi Pegadaian hanya menjual satuan 0,5 gram dan 1 gram, serta terkadang 8 gram.

Satuan 0,5 gram naik 0,49% ke 610.000/batang, satuan 1 gram 0,45% ke 1.125.000/batang. Sementara satuan 8 gram kenaikannya tertinggi, yakni 0,5%.

Berikut daftar lengkap harga emas yang dijual di Pegadaian.

Satuan    Harga Antam    Harga Antam Retro    Harga Antam Batik    Harga UBS
0.5    Rp537.000    Rp449.000    Rp610.000    Rp491.000
1.0    Rp968.000    Rp898.000    Rp1.125.000    Rp920.000
1.06    Rp0    Rp0    Rp0    Rp0
2.0    Rp1.873.000    Rp1.795.000    Rp0    Rp1.826.000
2.5    Rp0    Rp0    Rp0    Rp0
2.13    Rp0    Rp0    Rp0    Rp0
3.0    Rp2.783.000    Rp2.692.000    Rp0    Rp0
4.0    Rp0    Rp0    Rp0    Rp0
4.25    Rp0    Rp0    Rp0    Rp0
5.0    Rp4.603.000    Rp4.486.000    Rp0    Rp4.509.000
8.0    Rp0    Rp0    Rp8.492.000    Rp0
10.0    Rp9.148.000    Rp8.970.000    Rp0    Rp8.971.000
20.0    Rp0    Rp0    Rp0    Rp0
25.0    Rp22.736.000    Rp22.424.000    Rp0    Rp22.382.000
50.0    Rp45.390.000    Rp44.848.000    Rp0    Rp44.672.000
100.0    Rp90.697.000    Rp89.695.000    Rp0    Rp89.309.000
250.0    Rp226.463.000    Rp0    Rp0    Rp223.206.000
500.0    Rp452.706.000    Rp0    Rp0    Rp445.884.000
1000.0    Rp905.371.000    Rp0    Rp0    Rp890.803.000


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Friday, April 9, 2021

Gara-gara Vaksin AstraZeneca, Dolar Makin Berjaya!

 PT Equityworld Futures Medan- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tidak bergerak di kurs tengah Bank Indonesia (BI). Namun di pasar spot, rupiah kembali melemah.
Pada Jumat (9/4/2021), kurs tengah BI atau kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate/Jisdor berada di Rp 14.580. Sama persis dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara di pasar spot, rupiah mengakhiri perdagangan di posisi Rp 14.560. Mata uang Tanah Air melemah 0,21%.

Sejatinya rupiah juga banyak menghabiskan waktu di wilayah stagnasi. Namun jelang penutupan pasar, rupiah merosot dan harus puas finis di jalur merah.

Tidak cuma rupiah, sebagian besar mata uang utama Asia juga melemah di hadapan dolar AS. Hanya ringgit Malaysia dan peso Filipina yang masih bisa menguat, itu pun tipis saja
Apa mau dikata, dolar AS memang masih perkasa. Pada pukul 15:24 WIB, Dollar Index (yang menggambarkan posiis greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,23%.

Sepertinya pelaku pasar khawatir dengan kabar soal vaksin anti-virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Vaksin buatan AstraZeneca-Universitas Oxford masih saja menuai problema.

Beberapa hari lalu, otoritas pengawas obat Uni Eropa menyatakan ada kemungkinn gejala pembekuan darah (blood clotting) disebabkan oleh vaksin tersebut. Akibatnya, sejumlah negara menbatasi atau bahkan menunda penyuntikan vaksin AstraZeneca.

Negara-negara sepertii Australia, Filipina, dan Spanyol membatasi penggunaan vaksin AstraZeneca. Sementara negara-negara Uni Afrika membatalkan pemesanannya dan Hong Kong memilih untuk menunda.

Padahal vaksin adalah senjata pamungkas untuk melawan virus yang awalnya menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China tersebut. Semakin vaksinasi tertunda, maka semakin lama harapan hidup bisa normal seperti dulu lagi. Permbatasan aktivitas dan mobilitas masyarakat tetap akan diterapkan, bahkan bisa lebih ketat seperti yang terjadi di beberapa negara Eropa.

Prospek pemulihan ekonomi dunia yang masih abu-abu membuat investor belum mau bermain agresif. Bermain aman dengan mengoleksi dolar AS menjadi norma di pasar. Hasilnya jelas, rupiah dan mata uang Asia melemah.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Thursday, April 8, 2021

FOMC: The Fed Janji Pertahankan 'Easy Policy'

 How will the Fed contend with rising US borrowing costs? | Financial Times 

PT Equityworld Futures Medan- Bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve System (Fed) mengatakan easy policy akan tetap berlaku sampai "menghasilkan" lapangan pekerjaan yang lebih kuat dan inflasi.
Dilansir dari CNBC International, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu (7/4/2021) merilis risalah dari pertemuan 16-17 Maret lalu, saat investor mencari indikasi tentang ke mana arah kebijakan di masa depan.

Ringkasan pertemuan menunjukkan para pejabat melihat ekonomi meningkat secara substansial, dengan melihat lebih banyak kemajuan yang dibutuhkan sebelum perubahan kebijakan.

Anggota mengatakan US$ 120 miliar atau setara dengan Rp 1,7 triliun (asumsi Rp 14.500/US$) sebulan dalam pembelian obligasi sudah memberikan dukungan substansial bagi perekonomian.

"Para peserta (pertemuan The Fed) mencatat bahwa mungkin akan membutuhkan waktu sampai kemajuan substansial lebih lanjut menuju sasaran ketenagakerjaan maksimum dan stabilitas harga Komite akan terwujud," kata Fed.

"Sesuai dengan pedoman berbasis hasil komite, pembelian aset akan berlanjut setidaknya pada kecepatan sampai saat itu."

Pada pertemuan tersebut, badan pembuat kebijakan Fed memilih untuk menjaga suku bunga pinjaman jangka pendek mendekati nol dan terus membeli setidaknya US$ 120 miliar obligasi setiap bulan.

Selain itu, komite menaikkan prospek pertumbuhan ekonomi dan inflasi ke depan. Prospek median untuk PDB pada tahun 2021 naik menjadi 6,5%, peningkatan besar dari ekspektasi 4,2% dalam proyeksi Desember.

Pejabat juga menunjukkan bahwa tingkat pengangguran bisa turun menjadi 4,5% pada akhir tahun dan inflasi bisa mencapai 2,2%, sedikit di atas target tradisional Fed 2%.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Wednesday, April 7, 2021

Ternyata Ini yang Bikin Harga Emas Susah Tembus US$ 1.750/oz

Market Updates & News | MIFX News 

PT Equityworld Futures Medan- Harga emas gagal lagi menyentuh level psikologis US$ 1.750/troy ons. Belum ada katalis positif kuat yang mampu menerbangkan harga emas untuk sementara waktu.
Kemarin harga emas di pasar spot sempat menyentuh US$ 1.743/troy ons. Namun harga si logam kuning berbalik arah melemah 0,26% ke US$ 1.739/troy ons pada perdagangan pagi hari ini, Rabu (7/4/2021).

Emas butuh katalis untuk benar-benar bisa terangkat. Katalisnya berupa pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah Paman Sam. Ketika keduanya turun tajam niscaya harga emas punya peluang besar untuk bangkit dari pergerakan sempitnya.

Sayang dolar AS dan yield surat utang AS turunnya masih pelan-pelan. Yield obligasi masih berada di rentang tertingginya dalam satu tahun terakhir di 1,66%. Sementara itu indeks dolar masih tetap bertengger di level tertingginya sejak November.

Laju vaksinasi yang agresif di banyak negara serta data-data perekonomian yang ciamik turut menekan harga emas. Emas baru banyak diburu ketika perekonomian sedang lesu. Saat ekonomi sumringah emas cenderung dilepas.

Data-data sektor manufaktur yang bergeliat seolah semakin meyakinkan bahwa pemulihan ekonomi itu benar adanya. Risk appetite investor pulih ketika ekonomi moncer. Mereka lebih memilih aset berisiko seperti saham dibandingkan dengan aset lain seperti emas dan obligasi.

Setidaknya dalam laporan riset terbaru BlackRock, perusahaan investasi global dengan kelolaan mencapai US$ 8,7 triliun tersebut lebih merekomendasikan saham dibanding obligasi.

Bank investasi Wall Street JPMorgan bahkan merekomendasikan kliennya untuk menaruh sebagian uangnya ke aset digital seperti Bitcoin. JPMorgan merekomendasikan setidaknya 1% dari portofolio bisa dialihkan ke Bitcoin.

Di saat yang sama bank tersebut juga mencatat bahwa ada pergeseran minat investor dari emas ke Bitcoin. Hal ini tercermin dari adanya outflow dari emas senilai US$ 20 miliar dan inflow ke Bitcoin mencapai US$ 7 miliar


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tuesday, April 6, 2021

Kasihan Nasib Emas, Dilibas Dolar & Digencet Bitcoin...

FILE PHOTO: Gold bullions are displayed at GoldSilver Central's office in Singapore June 19, 2017. Picture taken June 19, 2017.  REUTERS/Edgar Su/File Photo PT Equityworld Futures Medan- Gerak emas masih cenderung terbatas. Si logam kuning itu masih sulit tembus level psikologis US$ 1.750/troy ons dan terombang-ambing di sekitar US$ 1.730/troy ons.
Pagi ini, Selasa (6/4/2021) harga emas di pasar spot mengalami kenaikan. Hanya saja kenaikannya tak terlalu mencolok. Emas berada di US$ 1.732/troy ons atau menguat 0,21% dibanding posisi penutupan kemarin.

Momentum pelemahan dolar AS serta penurunan yield obligasi pemerintah Paman Sam mendorong harga emas untuk naik. Indeks dolar kini sudah berada di level 92,6 setelah sebelumnya tembus level 93.

Sementara itu yield surat utang pemerintah Paman Sam yang tadinya sempat tembus 1,75% kini melandai dan turun ke bawah 1,7%. Penurunan kedua aset keuangan ini membuat biaya peluang memegang emas yang tak berimbal hasil menjadi turun.

Setidaknya untuk satu bulan ke depan dolar AS diperkirakan bakal naik. Reuters mengadakan polling terhadap ahli strategi valuta asing (valas), dari 56 yang disurvei sebanyak 48 orang atau 85% memperkirakan dolar AS masih akan kuat setidaknya 1 bulan lagi.

Dari 48 orang tersebut, sebanyak 11 orang memprediksi penguatan dolar AS akan berlangsung dalam 3 hingga 6 bulan ke depan, sementara 16 orang mengatakan akan berlangsung lebih dari 6 bulan lagi.

Kenaikan dolar berpeluang kembali menekan emas. Apalagi naiknya dolar dikaitkan dengan prospek perekonomian Paman Sam yang lebih cerah. Emas yang merupakan aset minim risiko bisa semakin tak menarik di mata investor.

Kombinasi kebijakan fiskal dan moneter yang dibarengi dengan berbagai stimulus turut mendongkrak ekspektasi inflasi serta pertumbuhan ekonomi. Risk appetite investor bisa semakin membuncah dan berburu aset-aset berisiko.

Namun di tengah prospek yang positif dan ekspektasi inflasi tinggi, lewat tapering atau menaikkan suku bunga acuan.

Inilah yang membuat banyak orang mencari alternatif aset lain untuk lindung nilai (hedging). Salah satunya dengan membeli Bitcoin. Aset digital ini semakin populer di kalangan investor institusi.

Laporan JP Morgan menunjukkan bahwa sejak bulan kesepuluh tahun lalu terjadi outflow dari aset emas senilai US$ 20 miliar dan ada inflow ke aset berbasis Bitcoin senilai US$ 7 miliar. Ini menunjukkan bahwa investor mulai meninggalkan emas dan lari ke Bitcoin


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Monday, April 5, 2021

Bukan Bitcoin Lagi, Uang Kripto Ini 'Terbang' Cetak Rekor!

 FILE PHOTO: Representations of the Ripple, Bitcoin, Etherum and Litecoin virtual currencies are seen on a PC motherboard in this illustration picture, February 13, 2018. Picture is taken February 13, 2018. REUTERS/Dado Ruvic/File PhotoPT Equityworld Futures Medan- Harga uang kripto sepanjang pekan ini menguat, khususunya Ethereum menyentuh rekor tertinggi baru, mengiringi kenaikan imbal hasil (yield) obligasi acuan pemerintah Amerika Serikat (AS), meski kemudian berangsur melemah pada penghujung pekan.
Indeks Bitwise 10, yang merekam pergerakan harga 10 mata uang kripto utama di dunia, tercatat melemah 0,8% pada perdagangan Kamis (1/4/2021) menjadi 82,69. Pelemahan terjadi di tengah koreksi mata uang digital tersebut.

Namun secara mingguan, posisi pada Kamis tersebut masih terhitung menguat 6% jika dibandingkan dengan penutupan Jumat akhir pekan lalu, yang berada di level 78. Sejak ditransaksikan pada 15 Oktober 2020, indeks tersebut telah melesat 550%.


Kenaikan indeks kripto terjadi pada Senin ke level 81,4 dan berlanjut sehari kemudian ke 84, yang juga merupakan posisi tertingginya dalam sepekan. Kenaikan tersebut mengiringi imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun dari 1,721% (Senin) ke 1,726% (Selasa), hingga menyentuh level tertingginya sepekan pada Rabu di angka 1,746%.

Para investor kian meyakini bahwa mata uang kripto menjadi aset alternatif untuk melindungi nilai (hedging) kekayaan mereka dari gerusan inflasi. Oleh karenanya, aksi buru kripto terjadi manakala ekspektasi inflasi meninggi akibat senilai US$ 2 triliun.

Ketika inflasi meningkat, pelaku pasar surat utang pun melepas obligasi pemerintah AS dan memilih menggunakan dana segarnya tersebut untuk membeli obligasi seri terbaru yang bakal menawarkan imbal hasil lebih tinggi (untuk mengompensasi kenaikan inflasi). Akibatnya, harga obligasi pun tertekan dan imbal hasil meningkat.

Di dalam indeks Bitwise, Bitcoin menyumbang 75% kapitalisasi pasarnya diikuti Ethereum sebesar 13%. Sebesar 12% sisanya berasal dari mata uang kripto lain seperti Polkadot, Binance Coin, Tether USD, Cardano, XRP, Terra, Uniswap, dan Wrapped Ether.

Bitcoin pada hari ini, Minggu (4/4/2021) diperdagangkan di level US$ 57.419,99 per unit, atau melemah 2,13% dari posisi Sabtu pada US$ 58.669,5 per unit. Posisi itu kian jauh dari level tertinggi sepanjang masanya pada 13 Maret 2021 sebesar US$ 61.606,06 (Rp 895,6 juta).

Uang Ethereum juga melemah ke level US$ 2.011,9 per unit, setelah pada Jumat pekan ini menyentuh level tertingginya sepanjang sejarah pada US$ 2.090,8/unit


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Thursday, April 1, 2021

Biden Mau Bangun Infrastruktur US$ 2 T, Ancaman bagi Emas!

 President Joe Biden boards Air Force One on departure from John Glenn Columbus International Airport, Tuesday, March 23, 2021, in Columbus, Ohio. (AP Photo/Evan Vucci)PT Equityworld Futures Medan- Harga emas dunia kembali naik ke level US$ 1.700 pada penutupan perdagangan kemarin. Namun harga si logam kuning cenderung turun tipis pada perdagangan hari ini, Kamis (1/4/2021).
Harga emas di pasar spot terkoreksi 0,04% ke US$ 1.706,31/troy ons pada perdagangan pagi pukul 08.15 WIB. Harga logam mulia emas menguat 1,3% pada perdagangan kemarin.


Di sepanjang kuartal pertama tahun ini harga emas sudah drop 10%. Ada banyak faktor yang membuat harga aset minim risiko ini mengalami koreksi yang tajam. Mulai dari penguatan yield surat utang pemerintah AS, greenback, saham-saham dan mata uang kripto seperti Bitcoin.

Emas merupakan aset yang tak memberikan imbal hasil seperti obligasi yang memberikan kupon atau saham dengan dividennya. Sebab itu minat beli emas untuk investasi sangat tergantung pada biaya peluangnya.

Kenaikan imbal hasil surat utang AS yang tembus 1,7% dan mengalahkan dividen S&P 500 tidak hanya membuat pasar saham ambles. Emas pun juga ikut terjungkal karenanya.

Tren naik yield juga mendorong dolar AS terus menguat. Di saat yang sama aksi spekulasi beli mata uang digital semakin populer. Investor semakin banyak yang meninggalkan aset tradisional seperti emas.

Ke depan harga emas masih berpotensi terancam. Presiden AS ke-46 Joe Biden kemarin mengumumkan rencananya untuk menggelontorkan anggaran senilai US$ 2,3 triliun untuk pembangunan infrastruktur.

Anggaran sebesar US$ 621 miliar untuk infrastruktur rencananya akan digunakan untuk membangun kembali jalan, jembatan, angkutan umum serta stasiun pengisian kendaraan listrik. Proposal tersebut juga akan mengalokasikan US$ 111 miliar untuk mengganti pipa air timbal dan meningkatkan saluran pembuangan.

Menurut perkiraan ekonom Associated Press, hal itu bisa mendorong pertumbuhan di atas 6% tahun ini. Jika Presiden Biden mampu memberlakukan rencana infrastrukturnya dan para ekonom benar bahwa hal itu akan mendorong pertumbuhan di atas 6% tentu akan terus menekan harga emas.

Maklum emas diburu ketika kondisi ekonomi sedang sulit seperti saat resesi tahun lalu. Namun ketika ekonomi sedang moncer, investor cenderung berburu aset-aset berisiko dan meninggalkan emas


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan