This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, April 16, 2015

IHSG Dibuka Positif ke 5.420,89


Equityworld Futures  Medan : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan di zona hijau. IHSG tercatat naik 6,46 poin atau 0,1 persen ke 5.420,89.
Pagi ini, sebanyak 68 saham naik, 27 saham melemah dan 52 saham stagnan. Mengawali perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp116,23 miliar dengan 116,4 juta saham diperdagangkan.
Analis MNC Securities Zabrina Raissa mengatakan, rekomendasinya memang IHSG bergerak positif lanjut hingga tengah hari. "Kita perkirakan indeks di kisaran 5.377-5449," ujarnya dalam MNC Bussines Power Breakfast, Jakarta, Kamis (16/4/2015).
Saham-saham di Asia seperti Indeks Nikkei turun 80 poin atau 0,4 persen ke 19.790, indeks Hang Seng turun 38 poin atau 0,1 persen di 27.581, sementara indeks Strait Times turun ke 3.539.
Sektor pendukung IHSG bergerak dua arah, dengan penguatan tertinggi di sektor pertambangan naik 0,7 persen. Namun, sektor industri dasar turun 0,3 persen.
Indeks LQ45 turun 0,85 poin ke 941.47, Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,07 poin ke 712,16, IDX30 naik 0,29 poin ke 487,14 dan indek MNC36 naik 0,34 poin atau 0m1 persen ke 296,12.
Adapun saham-saham yang masuk jajaran top gainers, antara lain, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp525 atau 1,1 persen ke Rp50.400, saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) naik Rp350 atau 1,5 persen ke Rp23.250, dan saham PT
Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) naik Rp250 atau 1 persen ke Rp24.825.
Sedangkan saham-saham yang bergerak di top losers, antara lain, saham (INTP) turun Rp150 atau 0,7 persen ke Rp22.750, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) turun Rp50 atau 0,4 persen Rp12.000, dan PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) turun Rp50 ke Rp11.875.
(rzy)

Harga Minyak Fluktuatif, Hindari Saham di Sektor Energi

Equityworld Futures Medan : Harga minyak dunia kembali mengalami penguatan pada penutupan perdagangan kemarin. Minyak ditutup dengan kenaikan 5,3 persen dilevel USD56 per barel.
Menurut Analis MNC Sekurities Zabrina Raisa, reboundnya harga minyak ini diakibatkan karena penurunan produksi shale oil di Amerika Serikat (AS).
"Minyak memang mengalami rebound, sebelumnya minyak kan saingan sama shale gas di AS. Sehingga disinyalir shale gas pertumbuhannnya bervariasi, dan minyak menjadi rebound," kata dia dalam acara Power Breakfast di MNC Business di Jakarta, (16/4/2015).
Menurut prediksinya, harga minyak akan melanjutkan kenaikannya pada hari ini dengan pergerakan harian pada level USD45-USD60 per barel.
 Namun, meski harga minyak mengalami rebound, dirinya menyarankan kepada investor untuk menghindari saham minyak. Hal ini karena harga minyak masih sangat fluktuatif.
"Harga minyak masih sangat fluktuatif. Investor harusnya menghindari dulu," ujarnya.
Dirinya menyebut, investor bisa melirik saham yang berbasisi komoditas perkebunan. Karena di sektor ini sedang banyak mengalami sentimen positif yaitu kebijakan dana pendukung CPO dari pemerintah.
"Pungutan ini USD50 per ton untuk ekspor CPO dan USD30 per ton untuk olahan CPO. Ini sentimen positif. Investor bisa melirik saham komoditas salahsatunya AALI," tutup dia.
(mfa)

Wednesday, April 15, 2015

Proyeksi Pertumbuhan AS Turun, Dolar Melemah

Equityworld Futures Medan : Kurs dolar AS melemah terhadap mata uang utama karena data penjualan ritel lebih lemah dari yang diperkirakan dan IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi AS pada 2015 dan 2016.
Seperti dilansir Xinhua, Rabu (15/4/2015), penjualan ritel AS untuk Maret naik 0,9 persen dari bulan sebelumnya, Departemen Perdagangan melaporkan Selasa. Angka terbaru itu di bawah konsensus pasar untuk kenaikan 1,1 persen.
"Biasanya, kenaikan penjualan ritel 0,9 persen dalam sebulan dapat digambarkan sebagai kuat, tapi tidak kali ini, karena kenaikan gagal membalikkan bahkan setengah dari penurunan tiga bulan sebelumnya. Karena, penjualan pada kuartal pertama luar biasa lemah, yang jatuh 5,0 persen," kata Chris Low, kepala ekonom di FTN Financial, dalam sebuah catatan.
Greenback berada di bawah tekanan lebih lanjut setelah perkiraan pertumbuhan lebih lemah. Dalam "World Economic Outlook" dua kali setahun yang dirilis Selasa, IMF memproyeksikan pertumbuhan AS akan mencapai 3,1 persen pada 2015 dan 2016, lebih rendah dari ekspektasi Januari masing-masing 3,6 persen dan 3,3 persen.
Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,73 persen menjadi 98,762 pada akhir perdagangan.
Pada akhir perdagangan di New York, Euro naik menjadi 1,0658 dolar dari 1,0569 dolar di sesi sebelumnya, dan Pound Inggris naik menjadi 1,4781 dolar dari 1,4675 dolar. Dolar Australia naik ke 0,7630 dolar dari 0,7587 dolar.
Dolar AS dibeli 119,39 yen Jepang, lebih rendah dari 120,07 Yen pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9728 Franc Swiss dari 0,9777 Franc Swiss, dan turun menjadi 1,2491 dolar Kanada dari 1,2597 dolar Kanada.
(rzk)

Produksi Turun, Harga Minyak Mentah Naik

Equityworld Futures Medan : Harga minyak global naik untuk keempat hari berturut-turut, dengan kontrak AS melonjak setelah laporan pemerintah memperkirakan penurunan produksi dalam minyak serpih (shale) AS.
Seperti dilansir AFP, Rabu (15/4/2015), minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, patokan kontrak berjangka AS, bertambah 1,38 dolar AS menjadi ditutup pada 53,29 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah Brent North Sea untuk penyerahan Mei, patokan global yang diperdagangkan di London, menetap di 58,43 dolar AS per barel, naik moderat 50 sen dari tingkat penutupan Senin.
"Laporan EIA pada Senin tampaknya terbawa ke hari ini," kata Robert Yawger dari Mizuho Securities.
Badan Informasi Energi (EIA) Departemen Energi AS mengatakan bahwa produksi dari tujuh wilayah serpih negara itu, yang telah mendorong produksi minyak mentah AS ke rekor tertinggi, tampaknya akan turun 57.000 barel per hari pada Mei.
Para analis mencatat untuk pertama kalinya EIA memproyeksikan penurunan sejak lembaga itu memulai laporan produktivitas pengeboran bulanan pada 2013.
"Hal ini menambah kepercayaan kepada keyakinan bahwa harga yang lebih rendah dan penurunan tajam dalam jumlah rig akhirnya berdampak terhadap produksi, mengirim harga untuk menguji tingkat tertinggi yang terakhir terlihat pada awal Februari," kata Matt Smith dari Schneider Electric.
Tetapi analis Commerzbank menggarisbawahi dampak terbatas dalam konteks pasokan global berlebihan yang telah mendorong harga turun sekitar 50 persen sejak pertengahan 2014.
"Dibandingkan dengan kelebihan pasokan saat ini hingga dua juta barel per hari ... ini tetap akan menjadi setetes air di lautan," kata mereka dalam sebuah catatan penelitian.
Pedagang juga memperkirakan kenaikan lagi dalam persediaan minyak mentah AS ke rekor tertinggi baru dalam laporan DoE pada Rabu waktu setempat.
Tim Evans dari Citi Futures memperkirakan stok minyak mentah AS akan meningkat sebanyak empat juta barel untuk pekan yang berakhir 10 April, termasuk kenaikan lain di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk WTI berjangka
(rzk)

Harga Emas Antam Turun Rp 1.000/Gram

Equityworld Futures Medan : Hari ini, harga emas batangan Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun dibandingkan perdagangan kemarin. Harga pembelian kembali (buyback) juga ikut terkoreksi.

Seperti dikutip dari situs resmi Logam Mulia Antam, Rabu (15/4/2015), harga emas Antam tercatat Rp 547.000/gram. Turun dibandingkan hari sebelumnya yaitu Rp 548.000/gram.

Sementara harga buyback turun dari Rp 488.000/gram menjadi Rp 487.000/gram.

Berikut daftar harga emas Antam hari ini:


  • 500 gram Rp 253.800.000
  • 250 gram Rp 127.000.000
  • 100 gram Rp 50.850.000
  • 50 gram Rp 25.450.000
  • 25 gram Rp 12.750.000
  • 10 gram Rp 5.130.000
  • 5 gram Rp 2.590.000
  • 4 gram Rp 2.072.000
  • 3 gram Rp 1.563.000
  • 2,5 gram Rp 1.307.500
  • 2 gram Rp 1.054.000
  • 1 gram Rp 547.000
(hds/hds)

Perlambatan Ekonomi & Rupiah Alasan Pergerakan IHSG Masih Rawan

Equityworld Futures Medan : Laju pergerakan pasar saham Indonesia masih dalam tekanan. Dalam dua hari perdagangan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah.
Menurut analis LBP Enterprise Lucky Bayu mengatakan, keputusan makro ekonomi yang terjadi saat ini menjadi alasan pergerakan IHSG.
"Kita lihat dari laba, tingkat pengembalian bunga, itu menandakan bahwa terjadi perlambatan ekonomi," katanya dalam Power Breakfast MNC Channel, Rabu (15/4/2015).
Lucky menjelaskan, pertumbuhan ekonomi jika dilihat dari 2012 berada di level 5,2 persen, lalu pada 2013 juga berada di 5,1 persen dan 2014 5,1 persen, padahal pertumbuhan ekonomi diharapkan bisa tembus 5,5 persen.
"Investor melihat kondisi tersebut sebagai perlambatan ekonomi. Selain itu, kondisi Rupiah yang masih melemah juga menjadi faktor," jelasnya.
Lucky menambahkan, pelemahan yang terjadi pada Rupiah menjadi faktor perlambatan. Hal tersebut menandakan bahwa rencana pemerintah terkait intervensi belum mampu mengangkat Rupiah.
"Kita lihat dolar dominan, Rupiah melemah, hal ini membuat bank sepakat bahwa terjadi perlambatan yang terjadi karena penurunan pada DPK," tambah dia.
Sehingga jika disimpulkan, saat ini kondisi investor masih wait&see untuk menghindari risiko yang terjadi. Investor masih menunggu karena IHSG saat ini masih diuji di level 5.400.
(rzk)

Asia & IHSG Dibuka Menguat Tipis

Equityworld Futures Medan : Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pagi ini. IHSG tercatat naik tipis 4,88 poin atau 0,1 persen ke 5.423,99.
Pagi ini, sebanyak 83 saham naik, 240 saham melemah dan 87 saham stagnan. Menutup perdagangan, telah terjadi transaksi sebesar Rp4,3 triliun dengan 4,03 miliar saham diperdagangkan.
Menurut analis LBP Enterprise Lucky Bayu mengatakan, indeks naik dengan tipis, artinya bahwa pasar masih tertekan.
"kenaikan ini tidak mencerminkan apa-apa, karena masih tertejkan, indeks masih rawan," katanya dalam Power Breakfast MNC Channel, Rabu (15/4/2015).
Saham-saham di Asia dibuka menguat, dengan Indeks Nikkei naik tipis 2,85 poin atau 0,01 persen ke 19.911,59, indeks Hang Seng naik 76,63 poin atau 1,62 persen di 27.561, sementara indeks Strait Times naik 0,36 persen di 3.534,84.
Sektor pendukung IHSG mayoritas melemah, namun hanya dua sektor yang mengalami kenaikan, yakni sektor aneka industri 0,3 persen dan sektor perdagangan 0,8 persen.
Indeks LQ45 turun 8,30 poin atau 0,9 persen ke 940.23, Jakarta Islamic Index (JII) turun 6,32 poin atau 0,9 persen ke 711,11, dan indek MNC36 turun 2,67 poin atau 0,9 persen menjadi 295,78.
Adapun saham-saham yang masuk jajaran top gainers, antara lain, saham PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) naik Rp1.825 atau 19,8 persen menjadi Rp11.050, saham PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) naik Rp1.150 atau 19,8 persen menjadi Rp5.775, dan saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) naik Rp800 atau 8,6 persen menjadi Rp10.100.
Sedangkan saham-saham yang bergerak di top losers, antara lain, saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp400 atau 2,2 persen menjadi Rp18.175, saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp350 atau 0,9 persen menjadi Rp39.425, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun Rp250 atau 0,5 persen menjadi RP51.850.
(rzk)