This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Thursday, September 28, 2017

OJK Hormati Proses Hukum Kasus Asuransi Allianz Life Indonesia

Ilustrasi Asuransi
Equity World Medan - Polda Metro Jaya telah menetapkan dua petinggi PT Asuransi Allianz Life Indonesia menjadi tersangka yakni Direktur Utama Joaching Wessling dan Manager Claim Yuliana Firmansyah.

Penetapan tersebut, atas laporan nasabah yang merasa dipersulit Allianz Indonesia untuk mencairkan klaim asuransi.

Menanggapi hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) sebagai pengawas dan regulator jasa keuangan menyatakan akan menghormati proses hukum yang sedang ditangani oleh kepolisian.

"OJK menghormati proses hukum berjalan sehingga kedua belah pihak bisa mengikuti proses hukum dan tidak sampai juga mengganggu proses yang lazim seperti itu," ujar Kepala Departemen Sekretariat Dewan Komisioner, Hubungan Masyarakat dan Internasional, Anto Prabowo kepada Kompas.com, Rabu (27/9/2017).

OJK tidak akan mendampingi Asuransi Allianz Life Indonesia dalam proses hukum pidana tersebut. Sebab, Allianz pastinya menunjuk pihak-pihak yang akan menyelesaikan kasus tersebut.

"Kalau (kasus) pidana itu (kewenangan) polisi, itu (OJK) tidak campur tangan, paling saksi ahli, dalam kasus keuangan itu biasa menjadi saksi ahli," jelas dia.

Sebelumnya juga, Head of Corporate Communication Allianz Indonesia, Adrian DW menyatakan, perusahaan menghormati para nasabah untuk pengajuan klaim.

Dalam hal ini, jelas dia, perusahaan selalu mengacu kepada peraturan yang ada untuk menanggapi pengajuaan klaim dari nasabah.

"Kami selalu bertindak sesuai dengan ketentuan di dalam polis dan seturut hukum dan peraturan yang berlaku. Seluruh permohonan dan keberatan dari nasabah juga diperlakukan sesuai dengan hal tersebut," tutur dia.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Wednesday, September 27, 2017

Permudah TKI Bayar Iuran, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng CIMB Niaga

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto (kedua kiri) dan Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor Siahaan (kedua kanan) saat acara penandatangan kerja sama dengan CIMB Niaga di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (26/9/2017)
Equity World Medan - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggandeng PT Bank CIMB Niaga Tbk dalam melayani pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan oleh Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) sektor formal di luar negeri.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, mengatakan, besarnya jumlah TKI di luar negeri membuat BPJS Ketenagakerjaan perlu melakukan kerja sama maupun kemitraan dengan berbagai pihak dalam melindungi TKI. Agus mengatakan, saat ini ada 1,5 juta TKI yang bekerja di sektor formal di luar negeri.

"Perlindungan TKI dimulai sejak Agustus 2017. Dua bulan berjalan saat ini sudah 70.000 TKI yang terdaftar. Kalau potensi TKI yang formal ada 1,5 juta orang," ungkap Agus saat acara penandatangan kerja sama dengan CIMB Niaga di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Agus menjelaskan, kerja sama dengan CIMB Niaga dilakukan, karena jaringan bank tersebut sudah ada di beberapa negara dengan jumlah TKI signifikan.

"TKI bisa daftar di luar negeri secara elektronik, namun proses pembayarannya ada beberapa kendala, makanya kami jalin kerja sama dengan bank yang punya banyak cabang di negara penempatan," jelas Agus.

Menurut Agus, pengiriman uang dari TKI ke Indonesia sudah sangat mudah, hanya saja pihaknya butuh perbankan di luar negeri yang bisa menerima pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan oleh TKI.

Presiden Direktur CIMB Niaga, Tigor Siahaan, mengatakan, kerja sama yang dijalan saat ini cukup strategis karena di wilayah ASEAN, CIMB Group memiliki banyak kantor cabang.

"Besar peluangnya. Kami di CIMB Group fokus di ASEAN, dengan Malaysia jadi negara penempatan TKI paling besar," papar Tigor.

Jaringan CIMB Group beroperasi di 9 dari 10 negara ASEAN. Dengan demikian diharapkan, para TKI di luar negeri akan semakin mudah dalam membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Tuesday, September 26, 2017

China Blokir WhatsApp


Ilustrasi



Equity World Medan - Mark Zuckerberg selama ini sibuk melakukan “pendekatan” terhadap pemerintah China. Dia sibuk berkunjung ke Negeri Tirai Bambu, bertemu para pimpinan negeri itu, bahkan hingga belajar bahasa Mandarin.

Tapi pada akhirnya China tetap “memblokir” WhatsApp, layanan pesan instan populer yang diakuisisi oleh Facebook -perusahaan pimpinan Zuckerberg- pada 2014 lalu. Laporan terbaru menyebutkan bahwa WhatsApp sudah tidak bisa dipakai oleh sebagian besar pengguna di China.

Pemerintah China sebenarnya sudah berupaya memblokir WhatsApp pada pertengahan 2017. Ketika itu, para pengguna WhatsApp mendadak kesulitan dalam mengirim foto dan video lewat layanan tersebut, tapi pesan berupa teks masih bisa terkirim.

Awal pekan ini, keseluruhan layanan WhatsApp di China dilaporkan sudah tidak berfungsi. Bahkan pesan teks tak bisa terkirim, menurut Nadim Kobeissi, cryptographer di firma riset Symbolic Software. Menurut dia, cara pemblokiran dengan mengganggu fungsi layanan -alih-alih langsung memblokir sepenuhnya- termasuk jarang dilakukan.

“Ini bukan metode teknis biasa yang digunakan pemerintah China dalam menyensor sesuatu,” ujar Kobeissi, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari New York Times, Selasa (26/9/2017).

Dia menambahkan, monitor trafik internet di Symbolic Software sudah mendeteksi gangguan WhatsApp di China sejak Rabu pekan lalu, namun baru Senin kemarin pemblokiran diterapkan sepenuhnya.

Lokman Tsui, seoang pakar komunikasi internet di Chinese University of Hong Kong, turut mengatakan bahwa layanan WhatsApp sudah mengalami gangguan parah pada hari Minggu pekan lalu di China. Segelintir pengguna masih bisa memakai WhatsApp, tapi layanannya sudah demikian terbatas sehingga sama saja dengan diblokir.

“Kalau Anda cuma dibolehkan melaju dengan kecepatan 1 mil per jam di sebuah jalan, Anda tentu tidak mau melewati jalan itu meskipun sebenarnya tidak diblokir secara teknis,” ujar Tsui memberi analogi.

Pemblokiran WhatsApp di China terjadi menjelang persiapan Beijing menyambut kongres Partai Komunis yang bakal digelar pada 18 Oktober mendatang. Di perhelatan besar yang diadakan saban lima tahun ini Partai Komunis akan memilih jajaran pimpinannya.

Pemblokiran WhatsApp berarti bahwa warga China dan pengunjung harus menggunakan layanan alternatif seperti WeChat, aplikasi layanan instan buatan lokal di China yang memiliki 963 juta pengguna aktif.

WhatsApp adalah produk terakhir Facebook yang masih dibolehkan di China. Sebelumnya, aplikasi utama Facebook sudah diblokir sejak 2009. Instagram juga tidak bisa diakses di Negeri Panda. "Pedekate" Zuckerberg rupanya tak bersambut.

Sumber: kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Monday, September 25, 2017

Emdeki Utama Melantai di Bursa Efek Indonesia

Pengunjung mengambil gambar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (2/6/2017).

Equity World Medan - PT Emdeki Utama secara resmi melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering ( IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (25/9/2017).

Emiten berkode saham MDKI ini menjadi emiten ke-22 yang mencatatkan sahamnya di BEI. Dengan demikian, jumlah emiten yang telah melantai di BEI mencapai 556 emiten.

MDKI sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang produksi kalsium karbida. MDKI melepas sebanyak-banyaknya 17 persen atau 307,2 juta saham.

Harga penawaran saham MDKI dipasang pada level Rp 600 per saham. MDKI memperdagangkan sebanyak 16.340 lot saham senilai Rp 967,4 juta. Melalui aksi korporasi berupa IPO ini, perseroan bakal memperoleh dana segar sebesar Rp 184 miliar.

Sebanyak 73,91 persen dari dana perolehan IPO akan digunakan untuk belanja modal untuk mengembangkan produk baru berupa silica alloy dan carbide desulphuriser. Kemudian sebanyak 48,96 persen akan digunakan untuk membangun pabrik silica alloy dan 24,95 persen untuk pabrik carbide desulphuriser.

Adapun 13,41 persen dari dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja kedua pabrik tersebut. Sementara itu, 12,68 persen akan digunakan sebagai modal kerja produksi kalsium karbida.

Pada saat pencatatan pertama saham MDKI dibuka melemah 1,67 persen atau 10 poin ke level Rp 590 per saham. Sesaat kemudian, saham MDKI kembali melemah 3,33 persen ke level Rp 580 per saham.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld FuturesEWF Medan

Friday, September 22, 2017

Kapan Musim Hujan Tiba di Indonesia?


Peta Perkiraan Awal Musim Hujan 2017/2018 di Indonesia


Equity World Medan – Sejak Senin (18/9/2017), hawa panas merambah naik di wilayah Jakarta. Suhu panas itu nyatanya juga dirasakan mayoritas wilayah di Indonesia. Untungnya, masyarakat Indonesia tidak perlu menunggu lama untuk datangnya hujan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) Hary Tirto Djatmiko mengatakan, mulai akhir minggu ini, di Jawa bagian barat sudah ada indikasi potensi hujan. Salah satunya Jabodetabek. Semalam kan sudah hujan.

Hary menuturkan, bulan September hingga November merupakan masa-masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan, sedangkan musim hujan akan menghampiri Indonesia pada bulan Oktober-November. Namun, tidak semua wilayah akan merasakan hujan.

“76 persen wilayah zona musim itu diawali Oktober dan November. Secara berangsur-angsur akan bergeser ke wilayah timur, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan seterusnya,” katanya.

Terkait panas yang tengah melanda Indonesia, Hary berkata bahwa fenomena cuaca panas merupakan hal yang biasa terjadi selama musim kemarau. Panas yang muncul, berkisar antara 34-37,5 derajat celcius, masih suhu panas normal.

“Itu normal. Angka itu didapat dari hasil monitoring suhu udara,” kata Hary saat dihubungi, Kamis (20/9/2017).

Hary mengatakan, terdapat beberapa faktor yang memicu naiknya suhu. Matahari yang berada tepat di atas khatulistiwa membuat radiasi panas masuk dengan optimal. Selain itu, aliran udara dingin dan kering dari Autralia membuat kelembapan udara kurang dari 60 persen di ketinggian 3.000 meter dan 5.000 meter dari permukan

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Wednesday, September 20, 2017

Investor Antusias Sambut EBA Anak Usaha PLN


Petugas PLN Distribusi Jawa Barat mengoperasikan penggunaan alat Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) saat peresmian di Bandung, Jawa Barat, Senin (11/9/2017). PT PLN (Persero) Distribusi Jawa Barat mengoperasikan 15 SPLU di Kota Bandung serta 23 SPLU yang tersebar di Jawa Barat guna memudahkan serta memenuhi kebutuhan pengisian energi kendaraan listrik di tempat umum bagi pelaku UMKM, Pedagang Kaki Lima (PKL) dan masyarakat. ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra/aww/17.



Equity World Medan - Anak usaha PT PLN (Persero), PT Indonesia Power (IP), melakukan sekuritisasi Efek Beragun Aset (EBA) dengan nama EBA Danareksa Indonesia Power PLN1-piutang Usaha (EBA DIPP1). Para investor menyambut EBA DIPP1 dengan antusias.

Hal ini dibuktikan dengan kelebihan permintaan (oversubscribed) mencapai Rp 10,05 triliun dari target Rp 4 triliun.

“Permintaannya oversubscribe 2,7 kali,” ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Tito Sulistio di BEI, Jakarta, Rabu (20/9/2017).

Pada tahap awal, nilai EBA ditawarkan sebesar Rp 4 triliun dengan aset dasar disekuritisasi adalah aset keuangan yang merupakan bagian dari piutang penjualan ketenagalistrikan PLTU Suralaya 1-4.

Adapun penerbitan EBA DIPP1 ini merupakan rencana strategis IP untuk melakukan sekuritisasi EBA sebanyak-banyaknya Rp 10 triliun secara bertahap hingga akhir 2018 mendatang.

Selain itu, penerbitan EBA juga sebagai salah satu upaya Indonesia Power agar mendapatkan sumber pendanaan untung mendukung program 35.000 MW.

Menteri BUMN Rini Soemarno memastikan, penerbitan EBA DIPP1 bukanlah yang terakhir. Tahun depan tutur dia, sejumlah BUMN juga akan menerbitkan EBA.

“Ada beberapa, diteruskan lagi dari PLN ke Indonesia Power kemudian akan ada lagi dari Jasa Marga,” kata Rini.

Sumber: Kompas.com

PT. Equityworld Futures
EWF Medan

Tuesday, September 19, 2017

Bank-bank BUMN Sepakat Tak Pungut Biaya "Top Up" Uang Elektronik

Warga membeli kartu uang elektronik di halte Transjakarta Manggarai karena koridor 4 dan 6 hari ini resmi menggunakan sistem e-ticketing, Sabtu,(21/2/2015).
Equity World Medan - Wacana pengenaan biaya pengisian ulang (topup) uang elektronik sempat menjadi polemik di tengah masyarakat dan menimbulkan berbagai pandangan.

Meski penggunaan uang elektronik diyakini membuat transaksi lebih cepat dan efisien, namun biaya isi ulang uang elektronik membebani masyarakat. Aturan mengenai biaya isi ulang uang elektronik sendiri saat ini masih digodok oleh Bank Indonesia (BI).

Terkait polemik pengenaan biaya isi ulang uang elektronik tersebut, Himpunan Bank-bank Milik Negara (Himbara) memutuskan untuk tidak memungut biaya.

"Kami (Himbara) sepakat untuk tidak dipungut biaya," kata Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonssia (Persero) Tbk Suprajarto, Senin (19/9/2017).

Dengan demikian, pengisian ulang uang elektronik yang dimiliki BRI, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tidak dikenakan biaya.

Suprajarto mengungkapkan, Himbara akan lebih mendorong penggunaan teknologi dalam topup uang elektronik. Akan tetapi, ia tidak menjelaskan secara terperinci mengenai mekanisme pemanfaatan teknologi tersebut. Selain itu, tidak dijelaskan pula kapan bebas biaya isi ulang tersebut akan diberlakukan.

"Kita akan lebih mengarahkan topup melalui pemanfaatan teknologi," ujar Suprajarto.

Sumber: Kompas.com

PT. Equityworld Futures
EWF Medan