This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, January 31, 2022

Harga Emas Anjlok Nih, Tapi Ada Harapan Naik Lagi!

A man cuts open the bag after he bought 50 gram gold bars as an investment in Beijing, China, August 5, 2019. Picture taken August 5, 2019.REUTERS/Jason Lee PT Equityworld Futures Medan-Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan pagi ini. Ke depan, seperti apakah nasib harga sang logam mulia?
Pada Senin (31/1/2022) pukul 06:38 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat US$ 1.789,52/troy ons. Turun tipis 0,1% dari posisi perdagangan akhir pekan lalu.

Harga emas belum bisa lepas dari tren koreksi. Jika hari minus lagi, maka harga emas akan turun selama empat hari beruntun. Pada 25-26 Januari 2022, harga emas anjlok lebih dari 2%.



Ke depan, sepertinya prospek harga emas tidak terlalu baik. Sebab, harga aset ini sudah menembus titik support.

Wang Tao, Analis Teknikal Reuters, menilai titik support harga emas ada di US$ 1.792/troy ons. Penembusan ke bawah ini akan membuat harga jauh ke US$ 1.777/troy ons.

coalcoalSumber: Reuters
"Harga emas ternyata turun ke bawah jalur pendakian. Target terdekat ada di US$ 1.753/troy ons, meski mash butuh pemantauan lebih lanjut," sebut Wang dalam risetnya.

Meski begitu, Wang masih meyakini bahwa harapan kenaikan harga emas tetap terbuka. Bukan tidak mungkin harga bisa bangkit dan menuju ke US$ 1.803/troy ons,

"Kebangkitan akan menjadi bukti bahwa pergerakan ke bawah jalur pendakian palsu belaka. Ketika ini terjadi, maka target bullish ada di US$ 1.815-1.830/troy ons," tegas Wang.

Wang memperkirakan nantinya harga emas terlebih dulu akan stabil di sekitar US$ 1.781/troy ons. Setelah itu, ada peluang harga bakal naik lagi.

xau


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Friday, January 28, 2022

Kripto Masih Loyo, Bitcoin Sempat Menguat Ke Level US$ 37.000

The History of Bitcoin | Investing | US News
 

 PT Equityworld Futures Medan-Mayoritas pasar kripto kembali terkoreksi pada perdagangan Jumat (28/1/2022) pagi waktu Indonesia, karena investor masih bereaksi negatif terhadap pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan suku bunga acuannya pada Maret.
Melansir data dari CoinMarketCap pada pukul 09:30 WIB, hanya Bitcoin, Binance Coin (BNB), dan Solana yang menguat pada hari ini.

Bitcoin menguat 1,82% ke level harga US$ 36.889,64/koin atau setara dengan Rp 530.473.023/koin (asumsi kurs Rp 14.380/US$), BNB melesat 3,92% ke level US$ 384,93/koin atau Rp 5.535.293/koin, dan Solana naik tipis 0,01% ke US$ 89,77/koin (Rp 1.290.893/koin).


Sedangkan sisanya kembali terkoreksi pada hari ini. Ethereum melemah 0,83% ke level US$ 2.397,80/koin atau Rp 34.480.364/koin, Terra ambruk 6,91% ke US$ 53,07/koin (763.147/koin), dan Dogecoin terkoreksi 0,91% ke US$ 0,14/koin (Rp 2.013/koin).

Berikut pergerakan 10 kripto besar berdasarkan kapitalisasi pasarnya pada hari ini.

Kripto
Bitcoin sempat menyentuh kisaran level US$ 37.000 pada sekitar pukul 07:00 WIB. Namun, hal tersebut tak berlangsung lama dan pada akhirnya kembali diperdagangkan di kisaran level US$ 36.000.

Trader Bitcoin mulai kembali memposisikan diri sebelum masa jatuh tempo opsi Bitcoin berakhir pada hari ini.

Sejauh ini, volume pada open interest atau jumlah total kontrak opsi yang beredar, menunjukkan sentimen bearish, meskipun beberapa analis memperkirakan harga Bitcoin akan diperdagangkan mendekati harga maksimum US$ 42.000 atau harga strike dengan kontrak opsi paling terbuka.

"Lebih banyak volatilitas diperkirakan karena opsi senilai US$ 2 miliar akan berakhir Jumat ini. Kami melihat sentimen beragam," kata Lennard Neo, kepala penelitian di StackFunds, sebuah perusahaan investasi crypto yang berbasis di Singapura.

Pasar kripto kembali mengikuti pasar saham global yang cenderung berfluktuasi dan volatilitasnya cenderung meningkat. Hal ini terjadi karena pelaku pasar masih bereaksi negatif terhadap pernyataan bank sentral Amerika Serikat (AS) yang akan menaikkan suku bunga acuannya pada Maret.

Ketua The Fed, Jerome Powell meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih banyak pada tahun ini dari yang diperkirakan sebelumnya, di mana kenaikan suku bunga oleh The Fed dimulai pada Maret.

"Saya akan mengatakan bahwa komite berkeinginan untuk menaikkan suku bunga dana federal pada pertemuan Maret, dengan asumsi bahwa kondisinya sesuai untuk melakukannya," kata Powell kepada wartawan seusai rapat FOMC, Rabu (26/1/2022) waktu setempat.

Di tengah masih bearish-nya pasar kripto, dolar AS kembali menguat. Hal ini dapat dibuktikan dengan indeks mata uang dolar AS (DXY) yang naik 0,79% dalam 24 jam terakhir menjadi 97,2, menurut TradingView.

Sebagai salah satu digital currency alternatif, pergerakan Bitcoin juga cenderung berlawanan arah dengan dolar AS. Ketika greenback menguat maka ada peluang Bitcoin dan kripto lain melemah.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Thursday, January 27, 2022

Yuk Bisa Yuk! Harga Emas Mulai Bangkit Usai Ambruk

Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo) PT Equityworld Futures Medan- Harga emas dunia bergerak naik pada perdagangan pagi hari ini. Kenaikan itu terjadi setelah harga sang logam mulia merosot lumayan tajam.
Pada Kamis (27/1/2022) pukul 05:01 WIB, harga emas dunia di pasar spot tercatat 1.818,71/troy ons. Naik 0,09% dari posisi hari sebelumnya.

Harga emas perlahan bangkit usai koreksi tajam. Kemarin, harga aset ini anjlok 1,65%.



Ke depan, bagaimanakah prospek harga emas?

Wang Tao, Analis Teknikal Reuters, memperkirakan harga emas masih bisa naik. Dia menilai harga emas bisa mencapai kisaran US$ 1.860-1.872/troy ons setelah melewati titik resistance US$ 1.850/troy ons.

xauxauSumber: Reuters
"Kemungkinan harga emas menembus titik resistance itu cukup tinggi. Sebab, harga emas sudah mengakumulasikan momentum yang cukup," sebut Wang dalam risetnya.

Wang menambahkan, harga emas akan mencoba meninggalkan zona netral di US$ 1.831-1.849/troy ons. Saat ini harga emas sedang berada di gelombang c, yang bisa membawanya ke US$ 1.860/troy ons.

"Jalur pendakian ini bisa menuju target agresif US$ 1.920/troy ons. Namun ini baru bisa terwujud jika harga menembus ke atas US$ 1.877/troy ons," demikian Wang.

xau


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Wednesday, January 26, 2022

Satu Kata Buat Emas: NAIK!

 Pegawai merapikan emas batangan di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Kamis (22/4/2021). Harga emas batangan yang dijual Pegadaian mengalami penurunan nyaris di semua jenis dan ukuran /satuan.  (CNBC Indonesia/Tri Susilo)PT Equityworld Futures Medan- Harga emas dunia naik tips pada perdagangan pagi ini. Ke depan, seperti apakah prospek harga sang logam mulia?
Pada Rabu (26/1/2022) pukul 07:16 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di US$ 1.848,44/troy ons. Naik 0,05% dari hari sebelumnya.

Harga emas masih menjalani tren positif. Dalam sepekan terakhir, harga komoditas ini naik 1,92%. Selama sebulan ke belakang, harga naik 2,27%.



Sepertinya tren kenaikan harga emas masih bakal berlanjut. Wang Tao, Analis Teknikal Reuters, memperkirakan harga emas masih bisa naik lagi.

"Harga emas akan mencoba menembus titik resistance US$ 1.850/troy ons. Setelah itu bisa naik lagi hingga ke US$ 1.860-1.872/troy ons," ungkap Wang dalam risetnya.

xauxauSumber: Reuters
Titik resistance tersebut, lanjut Wang, adalah proyeksi kenaikan 86,4% dari titik nadir US$ 1.782,1/troy ons di gelombang c. Gelombang ini bisa membawa harga emas naik sampai US$ 1.860-1.908/troy ons.

Namun, tambah Wang, risiko koreksi tentu ada. Titik support harga emas ada di US$ 1.831/troy ons. Jika tertembus, maka harga bisa jatuh ke US$ 1.812-1.821/troy ons.

Akan tetapi, Wang meyakini bahwa uptrend harga emas masih terjaga, yang bisa berlanjut hingga US$ 1.920/troy ons. Sementara target yang lebih realistis adalah US$ 1.863-1.877/troy ons.

"Pola white candlestick besar yang terbentuk awal pekan ini mengindikasikan berlanjutnya uptrend. Ini akan semakin terkonfirmasi kala harga menembus di atas US$ 1.849/troy ons," demikian Wang.

xau


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tuesday, January 25, 2022

Wall Street Mulai Rebound, Tapi Kok Bursa Asia Masih Loyo?

Wall Street terpuruk dipicu kenaikan imbal hasil obligasi AS - ANTARA News 

PT Equityworld Futures Medan- Bursa Asia kembali dibuka melemah pada perdagangan Selasa (25/1/2022), meski bursa saham Amerika Serikat (AS) sudah mulai berbalik arah (rebound) ke zona hijau pada penutupan perdagangan Senin kemarin waktu AS.
Indeks Nikkei Jepang dibuka melemah 0,37%, Hang Seng Hong Kong ambles 1,5%, Shanghai Composite China terkoreksi 0,41%, Straits Times Singapura merosot 1%, dan KOSPI Korea Selatan turun 0,14%.

Dari Korea Selatan, data awal dari pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2021 telah dirilis pada pagi hari ini. Bank sentral Korea Selatan (Bank of Korea/BoK) melaporkan data awal dari Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal IV-2021 tumbuh 1,1% secara basis kuartalan (quarter-to-quarter/QoQ), dari sebelumnya pada kuartal III-2021 yang tumbuh 0,3%.


Sedangkan secara tahunan (year-on-year/YoY) PDB Negeri Ginseng pada kuartal IV-2021 naik 4,1%, tidak jauh berbeda dari kenaikan kuartal IV-2020 yang sebesar 4%.

Hal ini berkat tumbuhnya ekspor Negeri Ginseng hingga mencetak rekor, meskipun masih ada perlambatan dalam investasi modal yang membuat prospek pertumbuhan pada tahun 2021 cenderung turun.

Ekonomi Korea Selatan telah mengalami lonjakan tajam, meski masih cenderung tidak merata dari kemerosotan virus Corona (Covid-19) pada tahun 2020. Ekspor tumbuh pada laju tahunan tercepat dalam 11 tahun, sementara pemulihan konsumsi masih belum merata karena masih adanya pembatasan sosial (social distancing).

Namun meski data awal PDB Korea Selatan positif, bursa sahamnya cenderung melemah pada hari ini, karena investor di Negeri Ginseng juga masih khawatir dengan potensi pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed).

Di lain sisi, pasar saham Asia cenderung kembali terkoreksi, meskipun bursa saham AS, Wall Street mulai pulih dari koreksinya.

Indeks Dow Jones ditutup menguat 0,29% ke level 34.364,50, S&P 500 bertambah 0,28% ke 4.410,28, dan Nasdaq Composite melesat 0,63% ke posisi 13.855,13.

Kejatuhan pasar saham Negeri Paman Sam pada pekan lalu dimaknai sebagai peluang oleh para investor, karena harganya dianggap sudah murah. Akhirnya terjadi pembelian yang mendorong indeks ke wilayah positif.

"Saya tidak akan terkejut jika hari ini adalah titik terendah untuk rata-rata utama," kata Sam Stovall, kepala strategi investasi CFRA Research di New York.


Sentimen positif lainnya bagi Wall Street adalah musim laporan keuangan yang sejauh ini berjalan cukup memuaskan. Dari 65 perusahaan yang sudah merilis laporan keuangannya di S&P 500, 77% memiliki kinerja yang melampaui ekspektasi.

Sementara itu pada pekan ini, fokus investor tertuju pada rapat komite pengambil kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC), yang akan dilaksanakan pada 25-26 Januari 2022. Pernyataan dari sang ketua yakni Jerome Powell paling dinanti karena diharapkan memberi petunjuk mengenai kapan kenaikan suku bunga The Fed dilakukan.

"Saya pikir investor terlalu berasumsi tentang sikap The Fed yang sangat hawkish. Memang, inflasi tinggi dan kemungkinan akan meningkat sebelum mulai menurun. Secara khusus kami melihat CPI utama mencapai 7,3% untuk Januari dan Februari, tetapi kemudian turun menjadi 3,5% pada akhir tahun," kata Stovall.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Monday, January 24, 2022

Siaga Satu! Harga Bitcoin Cs Ambruk Lagi, Ini Biang Keroknya

 PT Equityworld Futures Medan-Harga aset kripto dari awal tahun 2022 hingga akhir pekan lalu sudah terkoreksi cukup parah, di mana harga kripto sudah ambles hingga hampir 30% dalam tiga pekan terakhir atau secara year-to-date (YTD).
Di Bitcoin, kini harganya sudah berada di kisaran US$ 35.000, di mana pada Minggu (23/1/2022) kemarin, harganya ambles lebih dari 3%. Bitcoin yang terkoreksi ke bawah level US$ 40.000 sudah terjadi sejak Jumat lalu.

Padahal awal November tahun lalu, Bitcoin sudah hampir menyentuh US$ 70.000/BTC. Artinya hanya butuh waktu kurang dari 2 bulan, market cap kripto paling populer ini telah anjlok hampir 50%.

Selama sepekan terakhir, mata uang kripto terbesar tersebut sudah ambles 18%. Seiring dengan Bitcoin yang ambruk, mata uang kripto raksasa lainya juga terkoreksi. Sepekan terakhir Ethereum ambles 27%, Binance Coin (BNB) drop 26%, Cardano tumbang 23%, Solana terkoreksi 35%, dan XRP tergelincir 22%.

Saat ini salah satu sentimen yang membuat harga Bitcoin dkk hancur lebur adalah pergerakan aset keuangan berbasis teknologi yang sedang drop di tengah isu pengetatan moneter yang bakal dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), The Federal Reserve (The Fed).

Akhir pekan lalu, indeks Nasdaq Composite yang berisikan saham-saham teknologi juga mencatatkan koreksi yang tajam sebesar 2,72%.

Sepanjang pekan lalu, indeks saham teknologi AS tersebut sudah drop 5% lebih. Saham-saham teknologi maupun aset digital yang dikenal dengan growth story-nya memang sangat sensitif terhadap kebijakan moneter terutama oleh kenaikan suku bunga acuan.

Aset yang dinilai belum bisa menghasilkan arus kas positif tersebut menjadi berisiko tinggi ketika suku bunga acuan naik.

Khusus untuk Bitcoin cs, sentimen negatif tambahan yang menyebabkan harganya terus melemah lantaran greenback yang kinerjanya terus menguat pada pekan lalu.

Sebagai salah satu digital currency alternatif, pergerakan Bitcoin juga cenderung berlawanan arah dengan dolar AS. Ketika greenback menguat maka ada peluang Bitcoin dan kripto lain melemah karena mata uang alternatif ini mayoritas diperdagangkan dalam satuan dolar AS.

Namun pada pagi hari sekitar pukul 06:00 WIB, berdasarkan data dari CoinMarketCap, harga Bitcoin sudah mulai menguat kembali, yakni menguat 2,33%. Meski menguat, tetapi Bitcoin masih diperdagangkan di kisaran level US$ 35.000.

Tak hanya Bitcoin saja, harga kripto lainnya seperti Ethereum, BNB, Cardano, dan lain-lainnya juga terpantau rebound

Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Wall Street Karam, The Fed Gentayangan: Pekan Berat Menanti!

 Kekhawatiran Efek The Fed dan Omicron Bikin Wall Street Turun - Market  Bisnis.com 

PT Equityworld Futures Medan-Pasar keuangan Indonesia bergerak variatif pekan lalu. Saat rupiah keok sepanjang minggu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah.
IHSG sempat merosot dalam 3 hari awal perdagangan pekan lalu, namun sukses bangkit pada hari Kamis dan Jumat. Alhasil IHSG sukses mencatat penguatan 0,49% ke 6.726,373.

Pasar saham Indonesia jadi salah satu yang perkasa kala indeks saham di Asia rata-rata anjlok 2%-3% sepanjang pekan kemarin. IHSG menempati urutan kedua return tertinggi di Asia, hanya tertinggal dari Indeks Hang Seng yang menguat 2,39% sepanjang pekan.



Arus modal asing mengalir ke bursa saham Tanah Air, mendorong IHSG menguat. Minggu lalu investor asing membukukan beli bersih Rp 1,24 triliun.

Saat dana asing mengalir ke pasar saham, pasar SBN justru sebaliknya. Bank Indonesia (BI) melaporkan asing net sell sebesar Rp 0,41 triliun.

Harga obligasi pemerintah atau Surat Berharga Negara (SBN) ditutup beragam pada perdagangan akhir pekan lalu.

Melansir data dari Refinitiv, yield SBN bertenor 1 tahun menjadi yang paling besar penurunannya, yakni turun 12,9 basis poin (bp) ke level 2,932%.

Sedangkan yield SBN berjatuh tempo 15 tahun menjadi yang paling besar kenaikannya pada Jumat, yakni naik 0,9 bp ke level 6,382%.

Sementara untuk yield SBN berjangka waktu 10 tahun yang merupakan yield acuan obligasi negara kembali naik sebesar 0,3 bp ke level 6,425%.

Yield berlawanan arah dari harga, sehingga naiknya yield menunjukkan harga obligasi yang sedang melemah, demikian juga sebaliknya. Satuan penghitungan basis poin setara dengan 1/100 dari 1%.

Sementara itu rupiah melemah 0,28% ke Rp 14.335/US$ di pasar spot sepanjang pekan kemarin. Keputusan BI untuk segera menaikkan Giro Wajib Minimum (GWM) secara bertahap pada Maret, Juni dan September tampaknya masih belum berhasil menopang rupiah yang dihantui kasus lonjakan Covid-19 di bumi pertiwi.

Alhasil rupiah menjadi yang terburuk ketiga di Asia, hanya lebih baik dari dolar Taiwan dan rupee India.

Wall Street mengalami minggu terburuk sejak pandemi virus corona menyerang negeri Paman Sam.
Tiga indeks saham Wall Street kembali anjlok signifikan. Indeks Dow Jones drop 4,58%, kemudian indeks S&P 500 turun 5,68%. Paling parah, Nasdaq Composite yang terjungkal dengan koreksi 7,55%.

Pemicu utama koreksi dalam pasar ekuitas AS adalah meningkatnya kekhawatiran ekonomi dan memaksa The Fed menaikkan suku bunga lebih awal.


"Pasar dinilai terlalu tinggi secara signifikan, ketika suku bunga berada pada rekor terendah," kata Mark Zandi, kepala ekonom di Moody's Analytics.

"Tetapi ketika suku bunga naik, valuasi menjadi masalah nyata, sehingga pasar menyesuaikan dengan realitas suku bunga yang baru," tambahnya.

Saat suku bunga naik, biaya untuk berbagai jenis pinjaman terancam akan lebih mahal. Dikhawatirkan ini akan menghambat ekspansi perusahaan setelah fase pemulihan ekonomi awal.

Selain itu, indeks juga tertekan oleh saham Netflix yang anjlok 22% pada akhir pekan lalu. Padahal, Netflix melaporkan pendapatan yang melampaui ekspektasi analis serta pasar.

Pasar merespon negatif pertumbuhan pelanggan yang jauh dari perkiraan. Aplikasi film streaming tersebut dinilai sudah mencapai batas pertumbuhan pelanggan di AS dan Canada.

"Keuntungan penggerak pertama Netflix dan basis pelanggan yang besar memberi perusahaan keunggulan kompetitif yang hampir tidak dapat diatasi dibandingkan dengan rekan-rekan streaming-nya. Namun, Netflix tampaknya telah mencapai batas pelanggan di UCAN," kata Wedbush.

Kemerosotan saham Netflix menular di seluruh saham media. ViacomCBS ambles 7,35%, Walt Disney drop 6,94% dan Discovery turun 4,73%.

Ivan Feinseth, analis di Tigress Financial menilai koreksi yang terjadi di pasar saham AS adalah normal. Dia menilai pasar saham ditopang oleh fundamental yang masih kuat.

"Ini adalah koreksi normal di pasar bull. Mudah-mudahan kita mencapai titik pesimisme yang ekstrem, penghinaan dan bahkan ketakutan bahwa kita akan segera mencapai titik terendah. Fundamental yang mendasarinya masih kuat," katanya.

Pekan ini ada tiga hal yang menjadi sorotan investor. Pertama, bank sentral AS (The Fed) akan menggelar rapat komite pengambil kebijakan (FOMC), tepatnya pada 25-26 Januari 2022 jadi fokus utama investor.
Dengan inflasi di AS yang terus memanas, pasar memperkirakan The Fed bakal agresif dalam mengetatkan kebijakan moneternya.

Berdasarkan data CME Fedwatch, pelaku pasar mengantisipasi bahwa The Fed bakal menaikkan suku bunga acuan paling cepat 25 bps pada Maret 2022 dengan probabilitas 88,7%.


The Fed diperkirakan bakal menaikkan suku bunga acuan 4-5 kali pada tahun 2022. Setelah itu bank sentral AS juga diprediksi akan menempuh kebijakan moneter kontraktif dengan mereduksi ukuran neracanya (balance sheet).

Selanjutnya adalah kinerja aset keuangan global. Pada perdagangan pekan lalu, tiga indeks saham Wall Street kembali anjlok signifikan. Indeks Dow Jones drop 4,58%, kemudian indeks S&P 500 turun 5,68%. Paling parah, Nasdaq Composite yang terjungkal dengan koreksi 7,55%.

Koreksi tajam harga saham AS yang menjadi kiblat pasar keuangan global tentu saja menjadi sentimen negatif bagi aset berisiko seperti saham di kawasan Asia yang baru akan buka hari ini, Senin (24/1/2022).

Selain dua sentimen di atas, perkembangan pandemi Covid-19 juga masih akan menjadi sorotan. Semua disebabkan karena meluasnya infeksi varian baru Covid-19 Omicron.

Sejak ditemukan pada akhir November tahun lalu, kasus harian Covid-19 secara global naik sampai 4x dan sekarang tembus angka 3 juta per hari.

Sementara itu di dalam negeri, kasus infeksi harian Covid-19 meningkat hampir 18x sejak awal tahun. Hingga saat ini secara kumulatif ada 1.170 kasus konfirmasi Omicron ditemukan di Indonesia.

Setelah ditelusuri, lebih banyak infeksi yang ditemukan akibat imported case yang mengindikasikan sumbernya lebih banyak dari luar negeri.

Di Indonesia varian Omicron telah merenggut korban jiwa. Sudah ada dua orang pengidap Covid-19 varian Omicron yang dilaporkan meninggal dunia sejauh ini.

Kenaikan kasus infeksi terutama yang disebabkan oleh varian Omicron ini diyakini menjadi pertanda bahwa puncak kasus sebentar lagi akan terjadi.

Berdasarkan prediksi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), puncak penyebaran Omicron akan terjadi 4 - 8 pekan ke depan atau sekitar Februari - Maret 2022.

Untuk saat ini respons pemerintah baru memperpanjang periode PPKM leveling untuk Jawa dan Bali. Kebijakan tersebut berlaku sejak 18 - 24 Januari 2022.

Secara terperinci saat ini ada 47 wilayah yang menerapkan PPKM Level I. Kemudian wilayah dengan status PPKM Level II ada 80 dan salah satunya adalah Jakarta. Kemudian untuk PPKM Level III ada di Kabupaten Pamekasan.

Bagaimanapun juga sentimen negatif masih membayangi pasar keuangan global pekan ini. Untuk IHSG yang sudah menyentuh level ATH, tentu ini harus diwaspadai karena ada peluang tekanan jual untuk profit taking meningkat sehingga membuat kinerja indeks tertekan.

Berikut beberapa data ekonomi yang akan dirilis hari ini:
Rilis data PMI Flash Australia Januari 2021 (05.00 WIB).
Rilis data PMI Flash Jepang Januari 2021 (07.30 WIB).
Rilis data PMI Flash Euro Area Januari 2021 (16.00 WIB).
Rilis data PMI Flash Inggris Januari 2021 (16.30 WIB).
Rilis data PMI Flash Amerika Serikat Januari 2021 (21.45 WIB).


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan


Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan