Equityworld Futures Medan : Dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami kerugian moderat, setelah tanda-tanda ekonomi AS melambat signifikan pada kuartal pertama. Pengusaha swasta di Amerika mencatatkan jumlah pekerja terkecil lebih dari satu tahun Maret ini, dan aktivitas pabrik hampir mencapai level dua tahun terendah.
Hasil Treasury turun dengan patokan 10-tahun yield US10YT kembali berada di bawah 1,9 persen. Hal ini membuat dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama.
Dolar sekarang menaruh harapan pada data non-farm payrolls pada Jumat ini. Data tersebut, diperkirakan mengalami kenaikan dari 245.000 pada Maret, Setelah keuntungan dari 290.000 pada Februari.
"Dalam konteks yang lebih besar, angka di atas 200 ribu pada Maret akan mewakili kekuatan data ke 13 berturut-turut, yang belum pernah terjadi sejak 1977," kata ahli strategi mata uang senior di RBC, Greg Moore, seperti dilansir dari Reuters, Kamis (2/4/2015).
Dolar AS melemah ke 119,42 per yen Jepang dari sebelumnya 120 per yen Jepang. Sementara terhadap euro, berada di USD1,0800 per euro dengan level mingguan terendah USD1,0771.
(mrt)







0 comments:
Post a Comment