Equityworld Futures Medan : Dolar
melemah, pasca indeks dolar mencatat gain tebesar selama tiga kuartal
terakhir ke rekor tertingginya, di tengah spekulasi Federal Reserve
kenaikkan suku bunga akan dilakukan secara perlahan.
Dolar
AS melonjak setidaknya sebesar 9 persen terhadap semua mata uang utama
sejak akhir Juni lalu seiring banyak bank sentral, termasuk di
Australia, Kanada dan Eropa, melonggarkan kebijakan moneternya tahun
ini. Dolar mengupas keuntungan pada hari Rabu kemarin pasca Indeks
manufaktur China rebound pada bulan Maret, meredam permintaan untuk mata
uang AS sebagai aset haven.
Indek
Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang
utama, turun 0,2 persen ke level 1,198.38 pukul 10:55 di Tokyo. Ditutup
pada level 1,222.12 pada tanggal 13 Maret lalu, level tertinggi
berdasarkan sejak 2004 lalu.
Dolar
melemah sebesar 0,4 persen ke level 119,61 yen, turun dari level
tertingginya dalam 7 1/2-tahun terakhir di level 122,03 yen yang dicapai
pada tanggal 10 Maret lalu. Greenback juga tertekan terhadap euro,
turun sebesar 0,4 persen ke level $1,0770 per euro. Menyentuh level
$1,0458 pada 16 Maret lalu, terkuat sejak Januari 2003.
Indeks
pembelian menejer (PMI) sektor manufaktur China berada pada level 50,1
bulan lalu, dari level 49,9 pada bulan Februari lalu, menurut Badan biro
statistik dan Federasi Logistik Cina dan Pembelian di Beijing. Angka di
atas 50 menunjukkan sinyal ekspansi. (izr)
Sumber: Bloomberg







0 comments:
Post a Comment