Pagi ini, sebanyak 172 saham naik, 113 saham melemah dan 136 saham stagnan. Menutup perdagangan hari ini, telah terjadi transaksi Rp3,4 triliun dari 3,5 miliar lembar saham diperdagangkan.
Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, penguatan yang terjadi pagi ini dipengaruhi oleh pergerakan saham AS, meskipun penguatan Dow Jones tipis. Namun sentimen utama yang mempengaruhi adalah data ekonomi AS yang kurang baik.
"Data pekerjaan AS yang kurang baik karena menunggu rencana The Fed menaikkan suku bunga, ketidakpastian tersebut membuat dana asing akan kembali masuk ke Indonesia," katanya dalam acara Power Breakfast di MNC Business , Selasa (7/4/2015).
Saham-saham di Asia pagi ini menguat, dengan indeks Nikkei naik 216,34 poin atau 1,12 persen ke 19.614, indeks Hang Seng naik 192 poin atau 0,7 persen ke 25.275, dan indeks Strait Times naik ke 3.473.
Indeks LQ45 naik 6,33 poin atau 0,7 persen ke 960,15, Jakarta Islamic Indeks (JII) naik 3,50 poin atau 0,5 persen ke 724,37, IDX30 naik 3,50 poin 0,7 persen ke 496,52, dan indeks MNC36 menguat 2,03 poin atau 0,7 persen ke 301,98.
Sektor penunjang IHSG bergerak kompak menguat, dengan penguatan tertinggi berada di sektor keuangan 0,8 persen.
Adapun saham-saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik Rp300 menjadi Rp15.475, PT United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp175 menjadi Rp22.200 dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) naik Rp150 menjadi Rp17.025.
Sedangkan saham-saham yang bergerak dalam jajaran top losers, antara lain saham PT XL Axiata Tbk (EXCL) turun Rp35 menjadi Rp4.300, PT PP Tbk (PTPP) turun Rp30 menjadi Rp3.620, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) susut Rp25 menjadi Rp7.350.
(rzk)







0 comments:
Post a Comment