This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, May 15, 2015

IHSG Berpotensi Melemah, Sejumlah Saham Layak Dipertimbangkan

Equityworld Futures Medan : Laju IHSG pada perdagangan akhir pekan, Jumat (15/5), diperkirakan berada pada rentang support 5.189-5.215 dan resisten 5.252-5.267.   Secara teknis, pola hanging mansentuh area middlebollinger band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) kembali coba naik membantuk golden cross dengan histogram negatif  yang lebih pendek.
Sementara Relative Strength Index (RSI), Stochastic, dan William’s %R kembali mencoba melanjutkan kenaikannya.  Laju IHSG mampu melampaui area target resisten (5.215-5.225) dan mampu bertahan di atas area target support (5.168-5.188).  Pergerakan  IHSG masih kami harapkan untuk dapat melanjutkan penguatannya dan tidak terprofitisasi. Apalagi masih ada utang gap atas di level 5.403-5.424. Namun demikian, tidak dipungkiri kenaikan cukup tinggi tersebut menimbulkan hasrat untuk profit taking sehingga dapat membalikkan IHSG melemah.
Pelemahan yang terjadi diharapkan terbatas,  agar tren kenaikan yang sedang dibuat IHSG tidak terganggu.  IHSG pun bisa saja terlihat wait and see,  antara memilih untuk menguat terimbas hijaunya bursa saham AS dan Eropa atau menanggapi negatif kenaikan BBM jenis pertamax dan sejenisnya.
Sementara untuk sejumlah saham yang layak dipertimbangkan, antara lain:  Saham PT Astra Internasional (ASII) dalam kisaran support-resisten Rp 7.325-7.675.  Spinning lewati Middle Bollinger Band (MBB). Stochastic bergerak naik diiringi kenaikan volatility.  Tren kenaikan sedang coba bertahan.  Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 7.475.   Saham PT Sawit Sumbermas Sarana (SSMS)dalam kisaran support-resisten Rp 2.170-2.350. Shooting star lewati upper bollinger band (UBB). Mass index bergerak naik diikuti peningkatan MFI. Target resisten Rp 2.250 terlampaui namun, berbalik turun. Tradingsell jika Rp 2.200 gagal bertahan.   Saham PT Bank Mandiri (BMRI) dalam kisaran support-resisten Rp 11.100-11.375. Tweezers bottom di bawah Middle Bollinger Band (MBB).  RoC turun dibarengi tertahannya kenaikan william’s %R. Tradingsell jika Rp 11.200 gagal bertahan.  Saham Soechi Lines (SOCI)dalam kisaran support-resisten Rp 560-625. Inverted hammer bertahan di atas Middle Bollinger Band (MBB). William’s %R bergerak naik diiringi peningkatan volatility. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 570.
Berikutnya saham PT Intiland Development (DILD) dalam kisaran support-resisten Rp 620-685.  Inverted hammer sempat lampaui Middle Bollinger Band (MBB). Volume beli naik diikuti kenaikan Relative Strength Index (RSI). Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 635.  Saham PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (PTBA)dalam kisaran support-resisten Rp 9.900-10.425.  Spinning lewati Middle Bollinger Band (MBB). Moving Average Convergence-Divergence (MACD) berlanjut naik setelah golden cross. Relative Strength Index (RSI) bergerak naik. Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 10.500.  Saham PT Vale Indonesia (INCO) dalam kisaran support-resisten Rp 3.295-3.455. White marubozu dekati Upper Bollinger Band (UBB). Parabollic SAR bergerak naik diiringi peningkatan Relative Strength Index (RSI). Tradingbuy selama bertahan di atas Rp 3.390.
Pada perdagangan Rabu (13/5), IHSG  ditutup menguat 40,521 poin (0,78%) ke posisi 5.246,133.  Sepanjang perdagangan Rabu, indeks mencapai level tertingginya 5.254,864 atau menguat 49,252 poin dan mencapai level terendahnya 5.199,209 atau turun 6,403 poin.  Jelang hari libur IHSG mampu berada di zona hijau melanjutkan penguatan sehari sebelumnya.  Pelaku pasar tampak antusias kembali melanjutkan aksi belinya sehingga membawa IHSG mengalami kenaikan cukup signifikan.
Pergerakan  IHSG pun sejalan dengan menghijaunya sejumlah laju bursa saham Asia (kecuali Tiongkok). Adanya keinginan dan harapan akan penurunan suku bunga BI rate serta masih adanya ekspektasi akan datangnya badai el nino telah menggerakkan saham-saham berbasiskan properti, aneka industri, dan perkebunan. Bahkan masih berlanjutnya kenaikan harga minyak mentah dunia turut mendorong penguatan sejumlah harga komoditas dan berimbas pada penguatan saham-saham pertambangan.  Meski juga diselingi aksi profit taking dan masih berlanjutnya aksi jual asing namun, sentimen-sentimen tersebut mampu mengimbanginya dan mempertahankan IHSG di teritori positifnya.
Sebelumnya, pergerakan IHSG cenderung variatif mengikuti volume transaksi dari pelaku pasar. Variatifnya laju volume transaksi membuat tren kenaikan IHSG terganggu sehingga wajar jika tidak dapat inline dengan bursa saham Asia lainnya. Meski kami berharap penguatan dapat berlanjut namun, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah melemah (jika ada).  Investor asing catatkan nett sell (dari net sell Rp 397,49 miliar menjadi net sell  Rp 384,73 miliar). [Sugeng R]

Buruknya Data Ekonomi AS Tekan Dolar Ke Level Terendah Sejak Tahun 2013

Equityworld Futures Medan : Indeks dolar mencatat penurunan pada pekan ke-5 yang sekaligus penurunan tertajamnya sejak tahun 2013 silam, hal tersebut akibat memburuknya data ekonomi AS yang kemudian memicu spekulasi bahwa Federal Reserve akan menunda menaikkan suku bunga.
Greenback termasuk dalam mata uang dengan performa terburuknya di pekan ini diantara 10 mata uang negara maju lainnya setelah data ekonomi AS menunjukkan indeks harga produsen secara mengejutkan merosot dan penjualan ritel bulan April stagnan. Lebih sedikitnya klaim pengangguran dalam kurun waktu 15 tahun terakhir ini memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja melanjutkan pemulihan meskipun perekonomian terbesar di dunia tersebut tengah berjuang untuk momentum kenaikan.
Indeks Spot Dolar Bloomberg, indeks yang memonitor dolar terhadap 10 mata uang lainnya stagnan di level 1,150.89 pukul 9:08 pagi ini waktu Tokyo. Kamis kemarin indeks tersebut ditutup di level 1,150.80 yang sekaligus level terendah sejak tanggal 21 Januari kemarin dan selama 5 pekan terakhir telah mengalami penurunan sebesar 4.4% yang juga penurunan tertajamnya sejak Oktober 2013 lalu.
Dolar berada di level 119.21 yen dari level 119.18 atau mencatat penurunan mingguan sebesar 0.5%. Namun dolar naik 0.1% ke level $1.1399 euro dengan memangkas penurunannya sejak 8 Mei kemarin sebesar 1.8%.
Pekan ini dolar telah mengalami penurunan sebesar 1.2% yang sekaligus penurunan tertajamnya diantara 10 mata uang negara maju berdasarkan Bloomberg Correlation-Weighted Indexes. (bgs)
Sumber : Bloomberg

Kenaikan Saham AS Antarkan Bursa Negeri Samurai Dibuka Menguat

Equityworld Futures Medan : Bursa Saham Jepang dibuka menguat, Indeks Topix memperpanjang gain mingguannya setelah Bursa Saham AS ditutup pada rekornya. Sementara saham-saham perusahaan kredit konsumen dan perbankan mendulang gain.
Indeks Topix menguat 0.6% ke level 1,601.27 pukul 9:01 pagi ini waktu Tokyo dengan mencatat gain di pekan ini sebesar 0.9%. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0.6% ke level 19,688.60.
Sementara itu, Indeks Standard & Poor 500 ditutup pada level tertingginya sepanjang sejarah setelah penurunan dolar mendorong kenaikan saham-saham perusahaan multinasional. Sedangkan obligasi Treasury AS naik pasca indeks inflasi secara mengejutkan turun, sehingga menimbulkan pertanyaan terkait waktu bagi Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga. (bgs)
Sumber : Bloomberg

Wednesday, May 13, 2015

KOSPI Dibuka Naik

Equityworld Futures Medan : Ekuitas saham di Korea Selatan KOSPI dibuka pada awal perdagangan terpantau naik, Rabu (13/5). Walaupun dari harga impor yang juga menurun.
Indeks KOSPI menguat 3.33 poin di level 2.100.10, indeks KOSDAQ naik 1.01 poin ke level 687.75. Dolar dibuka melemah terhadap Won di level 1.092.5 dari 1.095.8. Harga impor di Korea Selatan terus menurun pada bulan April, seiring dari harga minyak global yang lemah dibandingkan dengan tahun sebelumnya,
Dalam istilah mata uang lokal, harga impor turun 17.1 persen di tahun lalu pada bulan yang sama, dibandingkan dengan bulan lalu sebesar 17.1 persen jatuh. menurut data awal BoK.

Bel Dibuka, Hang Seng Naik

Equityworld Futures Medan : Bursa Hong Kong Hang Seng di awal perdagangan terpantau menguat, Rabu (13/5). Seiring dari kreditur Hong Kong yang akan menjual sahamnya hampir di level 5%.
Indeks Hang Seng 0.2% menguat ke level 27,473.50, indeks H-shares 0.7% menguat ke level 14,072.76, indeks Shanghai Composite 0.1% menurun ke level 4,397.78. Kreditur Hong Kong, yang dikendalikan oleh HSBC Holdings PLC akan menandatangani perjanjian dengan Goldman Sachs Gao Hua Securities Co, dan UBS Securities Co guna menjual saham hingga 4,99% di bank terdaftar Shanghai, kepada sekelompok investor institusi.
Hang Seng Bank mengatakan akan menjual hingga 950.7 juta saham di kreditur Tiongkok di harga masing-masing sebesar CNY17.68. Bank sendiri mengharapkan untuk keuntungan bersih sebesar HK$ 7,60 miliar dari penjualan saham terbaru.

Nikkei Dibuka Turun

Equityworld Futures Medan : Bursa Nikkei Jepang di awal pembukaan terpantau turun, Rabu (13/5). Meskipun dari neraca perdagangan Jepang yang baru saja dirilis terpantau menguat.
Indeks Nikkei Average 0.3% melemah di level 19,568.76, indeks Topix utama 0.5% turun ke level 1,595.0. Dalam sebuah laporan, Departemen Keuangan mengatakan bahwa neraca perdagangan Jepang naik secara musiman menjadi 2.07T dari 0.61T dalam bulan sebelumnya. Pasar memproyeksikan di level 1.34T.

Pasokan AS Kembali Turun, Angkat Minyak Perpanjang Gain Diatas Level $61

Equityworld Futures Medan : Minyak memperpanjang kenaikannya dengan diperdagangkan diatas level $61 per barel terkait tanda-tanda pasokan minyak AS menurun.
Kontrak berjangka minyak naik sebesar 1.8% di New York setelah kemarin melonjak 2.5%.
Pekan lalu pasokan minyak mentah turun sebesar 2 juta barel yang sekaligus penurunan mingguan ke-2, hal itu menurut laporan dari American Petroleum Institute. EIA (Energy Information Administration) memangkas perkiraannya di tahun 2015 ini terkait output minyak AS.
Minyak telah rebound dari level 6 tahun terendahnya yang tercatat pada bulan Maret lalu setelah perusahaan pengeboran minyak di AS mengrangi jumlah alat bor yang aktif ke level terendahnya sejak bulan September tahun 2010 lalu sebagai respon penurunan harga di tahun 2014 kemarin. OPEC (Organization of Petroleum Exporting Countries) menaikkan outlook permintaan global menyusul Arab Saudi meningkatkan angka produksinya ke level tertinggi dalam kurun waktu 3 dekade terakhir.
WTI (West Texas Intermediate) untuk pengiriman bulan Juni naik sebesar $1.08 ke level $61.83 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan berada di level $61.26 pukul 10:01 pagi ini waktu Sydney. Kemarin kontrak berjangka WTI mendulang gain sebesar $1.50 ke level $60.75. Harga WTI sendiri sepanjang tahun 2015 ini telah mendulang kenaikan sebesar 15%.
Sementara Brent untuk penyelesaian bulan Juni naik sebesar 0.8% ke level $67.36 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Kemarin Brent melonjak sebesar $1.95 atau 3% ke level $66.86. Acuan minyak mentah Eropa tersebut diperdagangkan lebih tinggi sebesar $6.09 dibanding WTI. (bgs)
Sumber : Bloomberg