This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, February 28, 2020

Anjloknya Saham Bank Besar Bikin IHSG Drop 3,69%

Anjloknya Saham Bank Besar Bikin IHSG Drop 3,69%PT Equityworld Medan -Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini hingga 3,69% merupakan penurunan ke level terendah sejak 2 Maret 2017, selain juga menjadi penurunan indeks acuan terbesar se-Asia pagi ini.

Data transaksi terakhir 9.15 WIB hari ini (28/2/20) menunjukkan penurunan hingga 5.331 tersebut terutama dibebani koreksi dari empat saham perbankan besar (big boys) yang memenuhi 10 nama dengan porsi pembeban terbesar indeks saham utama domestik itu.

Dari 10 nama tadi, posisi empat bank dengan kapitalisasi pasar terbesar masuk di dalamnya. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang anjlok 8,84% ada di posisi pertama, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) di posisi kedua dengan penurunan 3,42%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) di posisi ketiga dengan pelemahan 3,39%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang turun 3,89% di posisi ke-10.


Koreksi sektor keuangan yang banyak dipengaruhi oleh nama-nama bank sebagai pendominasi sektor itu tidak lepas dari kapitalisasi pasar (market cap) empat big boys tadi yang dominan pada IHSG sehingga menyebabkan bobotnya besar ke indeks.

Selain saham bank besar, koreksi juga dialami PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) turun 3,15%, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) 6,71%, PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) 3,76%, dan PT Astra International Tbk (ASII) 2,94%.

Dua nama lain yang tak luput dari koreksi besar hari ini dan membebani IHSG adalah PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) 4,5% dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) 4,65%.

Dari sisi indeks sektoral, koreksi yang paling membebani IHSG secara berurutan adalah sektor keuangan, barang konsumsi, industri dasar, infrastruktur, perdagangnan, properti, tambang, aneka industri, dan agribisnis.


Emiten     Koreksi
Bank Mandiri Tbk, PT | BMRI     -8.84%
Bank Central Asia Tbk, PT | BBCA     -3.42%
Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT | BBRI     -3.39%
Unilever Indonesia Tbk, PT | UNVR     -3.15%
Chandra Asri Petrochemical Tbk, PT | TPIA     -6.71%
Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk, PT | HMSP     -3.76%
Astra International Tbk, PT | ASII     -2.94%
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, PT | ICBP     -4.50%
Gudang Garam Tbk, PT | GGRM     -4.65%
Bank Negara Indonesia Tbk, PT | BBNI     -3.89%
* berdasarkan bobot ke IHSG, 9:15 WIB


Indeks bursa saham tanah air terus menunjukkan tren bearish sejak awal tahun dengan mencatatkan pelemahan sebesar 12% hingga penutupan perdagangan kemarin. Asing telah mencatatkan aksi jual bersih sebesar Rp 4,7 triliun sejak awal tahun.

Pagi tadi tiga indeks utama Wall Street kembali ditutup ambruk. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) anjlok 4,44%, S&P 500 turun 4,43% dan Nasdaq Composite melorot 4,61%.

Pagi ini bursa saham utama kawasan Asia juga bergerak di zona merah. Indeks Nikkkei225 (Jepang) jeblok 3,25%, Hang Seng (Hong Kong) ambrol 2.18%, Shang Hai Composite (China) jatuh dan Straits Times (Singapura) melemah 1,95%.

Pasar saham global diwarnai dengan kecemasan, apalagi setelah awal pekan ini dilaporkan bahwa lonjakan kasus baru yang signifikan terjadi di luar China. Negara yang melaporkan terjadi kenaikan jumlah kasus infeksi virus corona adalah Korea Selatan, Italia dan Iran.

Berdasarkan data teranyar yang dirilis John Hopkins University CSSE jumlah kasus yang dilaporkan di Korea Selatan sudah mencapai 1.766 dengan total kematian yang dilaporkan mencapai 13 orang.

Di Italia ada 655 kasus infeksi patogen berbahaya ini dan 17 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara di Iran kasus yang dilaporkan mencapai 245 kasus dengan kematian terbanyak di luar China mencapai 26 orang.

Pelaku pasar mengkhawatirkan wabah ini akan jadi pandemi yang memukul perekonomian global. Walau sampai saat ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menetapkan status pandemi pada kasus ini, tetapi organisasi tersebut telah mewanti-wanti akan potensi pandemi terjadi.

"Tidak ada negara yang boleh merasa aman, itu fatal sekali. Virus ini punya potensi menjadi pandemi," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Gebreyesus, seperti yang diwartakan Reuters.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan

Thursday, February 27, 2020

Terendah Sejak 11 Oktober 2018, IHSG Kurang Semangat Pagi Ini

PT Equityworld Medan -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka di zona merah pada hari ini, Kamis (27/2/2020). Bagaimanapun juga virus corona masih menjadi momok utama pasar saham global yang menciptakan kepanikan sehingga terjadi tekanan jual besar-besaran beberapa hari terakhir.

Pada pembukaan perdagangan Kamis ini, IHSG dibuka di level 5.680,44 atau mencatatkan koreksi 0,15%. Sudah 4 hari beruntun IHSG ditutup terbenam di zona merah. Posisi indeks bursa saham Tanah Air itu pada penutupan perdagangan kemarin merupakan yang terendah 11 Oktober 2018.

Sejak awal tahun hingga kemarin, IHSG berada di zona pesakitan sehingga mencatatkan kinerja minus 9,69%. Baik sentimen eksternal maupun domestik memicu terjadinya aksi jual di bursa saham tanah air. Kemarin saja asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1,7 triliun. Jika dihitung sejak awal tahun asing telah keluar dari bursa saham tanah air sebesar Rp 3,66 triliun.


Pasar saham global masih diliputi dengan kecemasan akibat meluasnya penyebaran virus corona yang kini telah menginfeksi lebih dari 81.000 orang dan merenggut lebih dari 2.700 nyawa orang.

Pagi tadi bursa saham Paman Sam ditutup bervariasi. Indeks S&P dan Dow Jones masing-masing tergelincir 0,27% dan 0,33% sementara indeks Nasdaq Composite malah mencatatkan kenaikan 0,23%.

Sementara itu pagi ini bursa saham utama Asia kompak bergerak di zona merah. Berdasarkan data Trading Economics, indeks Nikkei225 (Jepang) melorot 1,61% hari ini.

Senada dengan Jepang indeks Hang Seng (Hong Kong) dan indeks Straits Times (Singapura) juga melemah masing-masing 0,6% dan 0,14%. Indeks bursa saham China yakni indeks Shanghai Composite juga turun %.

Sementara indeks Kospi (Korea Selatan) kembali bergerak di zona merah, jatuh 0,69% setelah secara tak terduga bank sentral Korea Selatan memilih untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan di 1,5% di tengah wabah virus corona yang kini tengah menjangkiti negeri tempat KPOP itu berasal.

 Virus Corona & Kasus Jiwasraya Masih Hantui IHSG

Awal pekan ini dunia kembali dihebohkan dengan adanya lonjakan jumlah kasus baru di beberapa negara. Salah satunya Korea Selatan.

Dalam empat hari terakhir jumlah kasus baru di Korsel meningkat secara signifikan. Ketika di awal pekan jumlah yang dilaporkan hanya 600 kasus, hari ini sudah ada 1.595 kasus di Korsel.

Jumlah negara yang terserang virus corona pun bertambah, dari sebelumnya hanya 26 negara pertengahan bulan ini, menjadi 39 negara dan kini sudah ada 45 negara.


Hal ini semakin membuat dunia cemas bahwa wabah ini akan menjadi pandemi yang memukul perekonomian global.


Virus ganas ini awalnya berasal dari Wuhan, China dan kini telah meluas ke berbagai penjuru dunia. China sebagai pusat penyebaran virus merupakan negara yang paling merasakan dampaknya terhadap perekonomian.

Berbagai kajian menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi China dapat terpangkas lebih dari 1 poin persentase. Kemarin, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2020 menyampaikan, jika ekonomi China turun 1 poin persentase maka ekonomi Indonesia bakal terdampak 0,3-0,6 poin persentase.

Selain sentimen eksternal di atas yang turut menekan pasar saham tanah air, kasus mega skandal korupsi PT Asuransi Jiwasraya juga menjadi sentimen negatif yang juga memberatkan langkah IHSG untuk menguat.

Kasus gagal bayar asuransi Jiwasraya juga merembet ke industri lain seperti reksadana. Mega skandal ini memang merupakan kasus yang kompleks. Saat ini Kejaksaan Agung tengah memeriksa 9 bank yang memiliki keterkaitan transaksi dengan Jiwasraya.

Hal yang ditakutkan adalah dampak dari kasus ini bersifat sistemik. Walau banyak yang meyakini hal tersebut tidak terjadi, tetap saja mega skandal ini menjadi sentimen negatif untuk pasar ekuitas tanah air.



Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan

Wednesday, February 26, 2020

Terendah Sejak Oktober 2018, Sederet Saham Ini Picu IHSG Drop

Terendah Sejak Oktober 2018, Sederet Saham Ini Picu IHSG DropPT Equityworld Medan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi dalam pada perdagangan pagi ini, Rabu (26/2/2020). IHSG dibuka melemah 0,52% ke level 5.757,17 dan terus terkoreksi 0,89% ke level 5.735,8 yang merupakan level terendah 8 Oktober 2018.

Investor di pasar saham tampaknya mulai khawatir merespons penyebaran virus corona yang makin meluas.

Di bursa domestik, saham-saham yang mengalami koreksi dalam antara lain, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 3,65%, saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) turun 2,75%, saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) turun 2,23%, saham PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) turun 2,15% dan saham PT Menara Sarana Nusantara Tbk (TOWR) turun 1,72%.

Sejak awal tahun hingga Selasa kemarin, IHSG mencatatkan kinerja minus 8,87%. Bursa saham Tanah Air memang sedang dalam kondisi tak baik karena digempur oleh sentimen negatif dari eksternal maupun domestik.

Dari dalam negeri, kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang merembet ke asuransi lain hingga ikut menyeret industri reksa dana bersama para manajer investasinya. Kasus ini sempat berbuntut pemblokiran sebanyak 800 sub-rekening efek yang diduga terkait dengan mega skandal korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

Pelaku pasar sampai sekarang masih terus memantau kelanjutan dari mega skandal ini. Mereka was-was kalau kasus ini akan berdampak sistemik.

Selain sentimen dari dalam negeri yang memberikan tekanan pada bursa saham tanah air, sentimen negatif juga datang dari luar. Pasar saham global dibuat kebakaran merespons lonjakan kasus baru infeksi virus corona di luar China.

Hal tersebut sempat memantik aksi jual besar-besaran yang nilainya mencapai US$ 1,5 triliun atau setara dengan Rp 21.000 triliun (estimasi kurs Rp 14.000/US$) di bursa saham global pada perdagangan awal pekan ini.

Pagi tadi tiga indeks utama Wall Street yang sebelumnya terpangkas signifikan kembali harus terbenam di zona merah. Pada perdagangan Senin (24/2/2020) ketiga indeks utama Wall Street itu terpangkas lebih dari 3%.

Hal tersebut kembali terjadi pada perdagangan Selasa (25/2/2020) waktu setempat. Indeks S&P 500 ditutup melemah 3,03%, indeks Dow Jones Industrial terkoreksi 3,15%. Sementara indeks Nasdaq komposit turun 2,77%.

Tekanan yang dialami Wall Street juga merembet ke bursa Asia pagi ini. Bursa saham utama kawasan benua kuning pada pagi ini bergerak di zona merah.


Indeks Nikkei225 (Jepang) anjlok 1,77%, indeks Kospi (Korea Selatan) terpangkas 1,5%, indeks Hang Seng (Hong Kong) melemah 1,41%, indeks Shang Hai Composite (China) terkoreksi % dan indeks Straits Times turun 0,81%.

Pasar masih dibayangi oleh virus corona yang kini semakin meluas dan menebar ancaman terjadinya perlambatan ekonomi global. Virus mematikan ini kini telah menginfeksi lebih dari 80.000 orang di lebih dari 39 negara dan juga merenggut nyawa lebih dari 2.700 orang. (hps/hps)


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan

Tuesday, February 25, 2020

Wabah Corona Masih Meluas, IHSG Kembali Tertekan

Wabah Corona Masih Meluas, IHSG Kembali Tertekan PT Equityworld Medan -Mewabahnya Covid-19 masih akan mejadi sentimen utama penekan bursa saham domestik. Covid-19 menjadi kekhawatiran global karena kian meluas ke berbagai negara.

Senin kemarin, IHSG ditutup melemah 1,28% ke level 5.807,05. Koreksi yang terjadi pada IHSG merespons terjadinya lonjakan kasus virus corona di luar China. Terutama di Korea Selatan. Menurut data terbaru John Hopkins University CSSE sudah ada 833 kasus infeksi virus corona dilaporkan di Negeri Ginseng.

Tidak hanya itu, virus korona jenis baru ini juga meluas ke Eropa. Italia melaporna 6 kasus kematian.

"Virus covid-19 menjadi kekhawatiran serta ketidakpastian global meningkat dengan cepat. WHO mengatakan kasus baru yang terjadi membuat situasi dan kondisi sangat memprihatinkan saat ini," tulis Pilarmas Investindo Sekuritas, dalam riset harian, Selasa (25/2/2020).

Covid-19 menjadi sentimen utama yang membuat investor global ketar-ketir yakni terkait virus corona yang kini telah menewaskan lebih dari 2.600 orang dan menjangkiti 79.500 orang di 29 negara.

Sentimen dari dalam negeri masih bersumber dari Bank Indonesia mencermati dampak pertumbuhan ekonomi Indonesia terkait penyebaran virus korona. BI memperkirakan, PDB Indonesia akan tumbuh di kisaran 4,9% pada triwulan pertama 2020, lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu 5,07%.

Dengan demikian, Pilarmas memproyeksikan, IHSG akan bergerak melemah pada kisaran 5.744 - 5.850.

Sementara itu, Indosurya Sekuritas, dalam risetnya memaparkan, pola pergerakan IHSG saat ini masih berada dalam rentang konsolidasi.

Menurut Indosurya, potensi kenaikan IHSG masih akan terlihat pada hari ini, sedangkan tekanan terlihat cukup terbatas, mengingat support level yang sudah teruji terlihat cukup kuat dipertahankan.

"IHSG berpotensi menguat pada kisaran 5.761 - 5.988," tulis Indosurya.



Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan

Monday, February 24, 2020

Rekor! Corona Makin Ganas, Emas Antam Hingga Rp 760.000/gram

Rekor! Corona Makin Ganas, Emas Antam Hingga Rp 760.000/gram PT Equityworld Medan - Harga emas acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) kembali meroket Rp 5.000 (0,66%) menjadi Rp 760.000 per gram dan mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa. Penguatan terjadi dari Rp 755.000/gram akhir pekan lalu yang mengikuti harga emas dunia yang mencetak rekor tertinggi baru akibat dampak virus corona yang semakin meluas.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (24/2/20), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram melonjak menjadi Rp 76 juta dari harga akhir pekan lalu Rp 75,5 juta per batang.

Naiknya harga emas Antam itu mengekor harga emas di pasar spot global yang naik duluan akhir pekan lalu yang masih berlanjut hari ini.


Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga naik Rp 6.000/gram hari ini menjadi Rp 731.000/gram dari Rp 725.000/gram akhir pekan lalu.

Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Terkait dengan harga emas di pasar spot global, akhir pekan lalu harga logam mulia ini sudah mencapai US$ 1.643,31 per troy ounce (oz), naik ,48% dari US$ 1.619,4/oz pada hari sebelumnya. Hari ini, harga emas di pasar spot masih melanjutkan penguatan sebesar 1,06% menjadi US$ 1.660,81/oz.

Penguatan terjadi akibat belum mampu diatasinya penyebaran virus corona yang bahkan sudah merenggut 2.471 nyawa korban. Di luar China, data Johns Hopkins CSSE dan Worldometers menunjukkan sudah ada 8 orang yang meninggal di Iran, 7 orang di di Korsel, 3 orang di Italia, 2 orang di Hong Kong, dan asing-masing 1 orang di Prancis, Jepang, Filipina, dan Taiwan.

Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama.

Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.

Harga dan ketersediaan emas di tiap gerai bisa berbeda. Harga emas tersebut sudah termasuk PPh 22 0,9%. Masyarakat bisa menyertakan NPWP untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah yaitu 0,45%.

Naik-turunnya harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko pada hari kerja sebelumnya.

Beberapa faktor yang memengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.

Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.



Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan

Friday, February 21, 2020

Pukul 10.00 WIB: Rupiah Melemah ke Rp 13.730/US$

Pukul 10.00 WIB: Rupiah Melemah ke Rp 13.730/US$ PT Equityworld Medan -Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah di perdagangan pasar spot hari ini, kembali ke atas level Rp 13.700/US$

Pada Kamis (20/2/2020), US$ 1 dibanderol Rp 13.730/US$ di pasar spot. Rupiah melemah 0,22% di pasar spot dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin.

Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 9:52 WIB:


Periode     Kurs
1 Pekan     Rp 13.818,4
1 Bulan     Rp 13.881,6
2 Bulan     Rp 13.924,9
3 Bulan     Rp 13.982
6 Bulan     Rp 14.127
9 Bulan     Rp 14.235
1 Tahun     Rp 14.370
2 Tahun     Rp 14.924

Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) pada pukul 9:52 WIB:

Periode     Kurs
1 Bulan     Rp 13.744
3 Bulan     Rp 13.837


Berikut kurs dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 9:45 WIB:

Bank     Harga Beli     Harga Jual
Bank BNI     13.744     13.799
Bank BRI     13.525     13.655
Bank Mandiri     13.740     13.830
Bank BTN     13.701     13.876
Bank BCA     13.761     13.793
CIMB Niaga     13.766     13.776




Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan

Thursday, February 20, 2020

Jakarta Hujan, IHSG Hijau, Akankah Tembus 6.000 Hari Ini?

Jakarta Hujan, IHSG Hijau, Akankah Tembus 6.000 Hari Ini?PT Equityworld Medan - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada pagi hari ini, Kamis (20/2/2020). Dalam 3 hari terakhir IHSG selalu ditutup di zona hijau.

Kemarin, Rabu (19/2/2020), pada perdagangan sesi dua indeks bursa saham Tanah Air mampu finis di zona hijau dengan mencatatkan penguatan sebesar 0,71% ke level 5.928,79. Pada pukul 09.31 WIB hari ini, IHSG menguat 0,44% di level 5.956,83 setelah dibuka hijau di level 5.955,76.

Di tengah guyuran hujan di Ibu Kota Jakarta, nilai transaksi harian baru mencapai Rp 702 miliar.


Tadi pagi, tiga indeks utama bursa saham AS juga ditutup di zona hijau. Bahkan ada yang mencetak rekor level tertinggi. Indeks Dow Jones menguat 0,4%, sementara indeks S&P 500 dan Nasdaq mencetak rekor tertinggi setelah menguat masing-masing 0,47% dan 0,87%.

Sementara bursa kawasan Asia bergerak bervariasi pada pagi ini. Indeks Kospi dan Straits Times melemah masing-masing 00,23% dan 0,14%. Sementara Indeks Shanghai Composite dan indeks Hang Seng menguat masing-masing 0,52% dan 0,24%.

Senada dengan bursa China dan Hong Kong, indeks Nikkei225 juga bergerak di zona hijau pagi ini dan mencatatkan apresiasi sebesar 1,32%. Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB hari ini IHSG dibuka menguat 0,21% atau bertambah 12,66 poin ke level 5.941,45.

Walau virus corona masih menghantui pasar, tetapi indeks bursa saham terutama di kawasan Asia sudah mulai pulih. Virus corona yang dikhawatirkan kembali menyeret perekonomian global memang masih terus menelan korban.

Namun jumlah kasus yang dilaporkan akhir-akhir ini tak sesignifikan sebelumnya. Menurut data John Hopkins University CSSE, sampai dengan pagi ini sudah ada 75.673 kasus orang positif terinfeksi virus corona. Jumlah korban meninggal bertambah dari posisi kemarin sebanyak 2.009 kini menjadi 2.126.

Walau jumlah kasus yang dilaporkan tak sebanyak periode sebelumnya. Namun WHO mengatakan terlalu dini untuk mengatakan bahwa virus ini sudah mulai dapat dikontrol. Sudah ada 28 negara yang melaporkan temuan virus corona di negaranya.

Beberapa negara yang berisiko tinggi seperti Afrika dan Indonesia masih belum melaporkan satu kasus pun. Hal yang dikhawatirkan adalah virus ini sebenarnya sudah masuk ke negara tersebut, tetapi tidak terdeteksi.

Untuk meredam dampak virus corona ke perekonomian, Bank Sentral China (PBoC) mengambil tindakan untuk menurunkan suku bunga Medium-term Lending Facility (MLF) tenor setahun dari 3,25% menjadi 3,15%. Selain itu PBoC juga akan menggelontorkan dana senilai US$ 29 miliar untuk pinjaman jangka menengah.

Penurunan suku bunga tersebut dimaksudkan untuk menambah likuiditas di pasar dengan harapan roda perekonomian bisa berputar dan tak seret. Bukan kali ini saja otoritas moneter China bertindak.

Pekan lalu PBoC memutuskan untuk menurunkan suku bunga reverse repo tenor 7 hari menjadi 2,4% dan tenor 14 hari menjadi 2,55%. PBoC juga menyuntikkan likuiditas ke pasar melalui operasi pasar terbuka sebanyak US$ 242,7 miliar.

Sementara dari dalam negeri, hari ini para pelaku pasar menantikan kebijakan moneter yang akan diambil oleh Bank Indonesia. Poling yang dihimpun CNBC Indonesia menunjukkan pasar terbagi menjadi dua kubu.

Dari 11 institusi yang berpartisipasi dalam pembentukan konsensus pasar CNBC Indonesia, enam di antaranya memperkirakan suku bunga acuan bertahan di 5%. Sisanya meramal BI 7 Day Reverse Repo Rate diturunkan 25 basis poin (bps) menjadi 4,75%.


Poling lain yang dihimpun Reuters menunjukkan BI diprediksi akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) ke 4,75%. Jika bank sentral kembali memilih melonggarkan kebijakan moneternya maka langkah tersebut berpotensi direspon baik oleh pasar mengingat perekonomian Indonesia bisa makin seret terkena dampak dari virus corona.

Sementara sentimen positif lain yang juga mampu mengangkat beberapa bursa saham kawasan Asia termasuk Indonesia adalah kembali beroperasinya perusahaan-perusahaan China.

CNBC International yang mengutip media China melaporkan lebih dari 80% BUMN atau sekitar 20.000 anak perusahaan manufaktur sudah mulai beroperasi di Negeri Tiongkok.




Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2019
Loker EWF Medan