This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, August 9, 2017

Konflik AS dan Korea Utara Bikin Wall Street Rontok

Pialang tengah melakukan transaksi di Bursa New York, Kamis (25/5/2017).
Equity World Medan - Pasar saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Selasa (8/8/2017) atau Rabu (9/8/2017) pagi waktu Indonesia.

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara memicu bursa Wall Street tumbang.

Mengutip CNBC, Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup turun 0,15 persen ke level 22.085,34. Dow Jones mengakhiri reli yang sudah berlangsung selama sembilan hari terakhir.

Indeks S&P 500 juga melemah 0,24 persen menjadi 2.474,92, diikuti penurunan Nasdaq sebesar 0,21 persen ke posisi 6.370,46.

Pasar tertekan setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Korea Utara bahwa ancaman penyerangan terhadap AS akan direspons dengan api dan kemurkaan.

Peringatan keras itu disampaikan Trump beberapa jam setelah Korut dikabarkan berhasil menciptakan sebuah senjata nuklir miniatur yang bisa muat di dalam rudal.

(Baca: The Fed Pertahankan Suku Bunga Acuan, Wall Street Ditutup Menghijau)

"Ketegangan geopolitik bisa menjadi katalis bagi arah pasar dalam beberapa minggu mendatang, tergantung bagaimana semuanya berjalan. Jika terus memanas, pasar akan gelisah," kata Robert Pavlik, Kepala strategi investasi di Boston Private seperti dilansir CNBC, Senin.

Lanjut Pavlik, reaksi di pasar bisa diredam jika Trump tidak merespons dengan ucapan yang keras.

Indeks Volatilitas CBOE, yang dianggap sebagai ukuran kekhawatiran di pasar, naik hampir 11 persen menjadi 11,02.

Padahal di sesi sebelumnya, bursa AS menguat, bahkan Dow Jones mencetak rekor baru didukung laporan kinerja keuangan perusahaan.

"Ada semacam kekosongan di pasar saat ini, ada banyak orang yang sedang berlibur. Dalam situasi seperti ini, berita buruk cenderung membuat pasar lebih lemah," kata Marc Chaikin, CEO Chaikin Analytics. (Dupla Kartini)

Sumber: KOMPAS.COM

PT. Equityworld Futures
EWF Medan

Tuesday, August 8, 2017

Semester II, BNI Berharap pada Sektor Infrastruktur dan Agribisnis

Ilustrasi: Bibit kelapa sawit.

Equity World Medan - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ( BNI) menyatakan optimistis pertumbuhan kredit dapat mencapai 17 persen pada tahun ini.

Hingga semester I 2017, pertumbuhan kredit BNI mencapai 15,4 persen. Direktur Keuangan BNI Rico Budidarmo mengungkapkan, permintaan kredit pada semester II 2017 akan didorong oleh dua sektor, yakni infrastruktur dan agribisnis.

Menurut Rico, pembiayaan infrastruktur di semester II 2017 akan lebih bergairah dibandingkan periode paruh pertama tahun ini. Adapun sektor yang diprediksi akan menggeliar antara lain konstruksi serta pembangkit listrik dari proyek pemerintah.

Selain itu, pertumbuhan kredit juga akan berasal dari pembiayaan di sektor agribisnis seperti perkebunan. Beberapa sektor konsumer lainnya adalah pertumbuhan kredit di sektor properti dan manufaktur.

"Kredit yang tersalurkan ke sektor pertanian terfokus pada pengembangan perkebunan oleh perusahaan-perusahaan nasional yang memiliki jaringan internasional," ungkap Rico di Jakarta, Senin (7/8/2017).

Peningkatan penyaluran kredit diharapkan bisa mendongkrak laba bersih. Rico menuturkan, perseroan menargetkan laba bersih hingga akhir tahun 2017 dapat tumbuh dua digit.

Hingga semester I 2017, laba bersih BNI tercatat mengalami pertumbuhan hingga 46,7 persen menjadi Rp 6,41 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, laba bersih BNI tercatat sebesar Rp 4,37 triliun.

Sumber: Kompas.com

PT. Equityworld Futures
EWF Medan

Monday, August 7, 2017

Krisis Uang Tunai Dorong Warga Libya Gunakan Uang Virtual

Warga asing berbodong-bondong meninggalkan Libya melintasi pebatasan Ras Jedir, Minggu (3/8/2014), namun dari 13.000 warga Fiipina hanya 1.700-an yang bersedia dievakuasi karena takut kehilangan pekerjaan di Libya.
Equity World Medan - Krisis uang menghantam Libya, negara di Afrika Utara yang terkoyak akibat perang. Banyak warga terpaksa harus antri berhari-hari untuk bisa menarik uang dari tabungannya.

Untungnya, ada sistem elektronik yang dibuat untuk mengatasi keadaan tersebut, yakni saat uang kas sangat langka.

Fayez Fadlallah, 35 tahun, menggunakan aplikasi dari ponselnya untuk membayar satu troli penuh sayuran di supermarket besar di Benghazi.

"Saat ini saya tidak memiliki waktu antri berhari-hari di bank untuk menarik uang. Uang virtual menyelesaikan masalah tersebut," kata dia, seperti dikutip dari AFP.

Seperti diketahui, Libya merupakan negara penuh dengan tahun-tahun kekerasan dan kekacauan politik sejak 2011 semenjak NATO membunuh diktaktor Moamer Kadhafi. Institusi Libya masuk dalam zona krisis semenjak itu, termasuk bank sentral Libya.

(Baca: Libya Pompa Lebih Banyak, Harga Minyak Turun)

Kemudian semenjak 2014, Libya terbelah dua, di barat dan timur. Hasil krisis ini memicu inflasi, banyak orang antri berhari-hari untuk menguangkan gajinya.

Sebagai respon atas hal itu, pihak bank merilis aplikasi uang virtual. Di Benghazi, Bank Perdagangan dan Pembangunan Libya, serta Wahda Bank merilis aplikasi Edfali dan MobiCash.

Aplikasi dompet elektronik ini membantu nasabahnya mengakses pembelian barang-barang, membayar restoran, mengakses obat-obatan dan rumah sakit.

Kendala

Namun, tidak semua warga bergembira dengan berlakunya aplikasi ini. Sebab, sistem uang virtual tersebut kadang tak berfungsi. Sehingga, masih banyak pekerja yang memilih antri di bank untuk menguangkan gajinya ketimbang menggunakan uang virtual.

Juru bicara Wahda Bank, al-Motassem al-Fitouri mengatakan, transaksi melalui MobiCash sangat aman. "Bahkan tidak perlu ponsel pintar untuk menjalankan transaksi ini, merchant juga tidak perlu punya mesin point of sale (POS)," kata dia.

Perbankan sadar bahwa sistem pembayaran virtual ini rentan. Bank Perdagangan dan Pembangunan Libya bahkan mengimbau nasabahnya untuk melaporkan adanya kenaikan harga pada pembayaran melalui Edfali.

Adanya ketidakpastian kenaikan harga membuat para pebisnis yang semula senang dengan adanya layanan ini, kemudian memilih meninggalkan Edfali. "Bank tidak menghormati komitmen," kata Salah al-Agouri, pebisnis yang kliennya membayar dirinya menggunakan Edfali.

"Dulu bank meyakinkan kami bisa menarik 25 persen dari nilai penjualan melalui layanan ini. Tetapi ternyata tidak bisa," lanjutnya.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Friday, August 4, 2017

Ada Kendala Isi E-Toll di Gerbang Tol, Ini Penjelasan Bank Mandiri

Ilustrasi
Equity World Medan - Beredar pesan singkat berisi imbauan untuk tak mengisi ulang saldo uang elektronik di gerbang tol Pondok Ranji.

Seorang pengendara mengaku isi ulang saldo kartu e-toll senilai Rp 200.000, namun saat transaksi, saldo di kartunya tinggal beberapa puluh ribu rupiah.

Kompas.com pun meminta penjelasan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk selaku penerbit uang elektronik untuk transaksi di gerbang tol.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengaku pihaknya siap membantu pihak pengelola jalan tol untuk menyelidiki kasus ini.

"Kami akan siap membantu pihak Jasa Marga meneliti rekam data top kartu e-money," kata Rohan kepada Kompas.com, Jumat (4/8/2017).

Sang pengendara sempat ke Alfamart untuk mengecek saldo kartu e-toll dan didapati tidak ada transaksi isi ulang Rp 200.000.

Merasa ditipu, pengendara itu kembali ke gerbang tol Pondok Ranji untuk menanyakan soal isi ulang saldo e-toll yang diduga tidak sesuai.

Pengendara ini juga menemui seorang pimpinan di sana bernama Firman dan ditawarkan melihat rekaman kamera CCTV.

Dari rekaman tersebut, dugaan pengendara itu tentang petugas tol yang menipu saat isi ulang kartu e-toll semakin menguat.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Thursday, August 3, 2017

Saham-saham Pertambangan Memerah, IHSG Ditutup Turun 0,75 Persen

Ilustrasi bursa
Equity World Medan - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) ditutup melemah di akhir perdagangan Kamis (3/8/2017). Melemahnya indeks terjadi seiring dengan memerahnya sebagian besar bursa di kawasan Asia Pasifik.

Investor asing memilih melepas saham hingga mencatatkan net sell. Kondisi ini membuat saham-saham blue chip berakhir memerah. Lainnya, saham-saham sektor pertambangan juga terkena aksi jual setelah dalam beberapa hari ini menjadi incaran investor.

Aksi jual investor di lantai BEI mengikuti langkah pemodal di bursa regional yang melakukan profit taking, meskipun indeks Dow Jones menyentuh rekor baru di level psikologis 22.000.

Puykul 16.00 IHSG ditutup turun sebesar 43,67 poin atau 0,75 persen di posisi 5.780,57. Sebanyak 137 saham diperdagangkan menguat, 204 saham melemah dan 119 saham stagnan.

Volume perdagangan mencapai 6,28 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp 5,39 triliun. Sementara itu, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 305,06 miliar di seluruh pasar dan sebesar Rp 322,85 miliar di pasar reguler.

Saham-saham yang membebani pergerakan indeks meiputi ASII (Rp 7.775), BBRI (Rp 14.850), TLKM (Rp 4.700), BMRI (Rp 13.125), BBCA (Rp 18.750) dan UNVR (Rp 47.700). Sementara itu saham-saham yang menahan indeks yakni LPPF (Rp 10.950).

Dari 10 indeks sektoral, hanya ada dua sektor yang menguat dan selebihnya melemah. Sektor-sektor yang menguat yakni agribisnis (0,3 persen) dan properti (0,17 persen).

Sementara itu, sektor-sektor yang melemah meliputi konsumer (-0,58 persen), pertambangan (-2,52 persen), manufaktur (-0,59 persen), aneka industri (-0,55 persen), infrastruktur (-0,9 persen), keuangan (-0,9 persen), perdagangan (-0,58 persen) dan industri dasar (-0,66 persen).

Sebagaimana yang terjadi di lantai bursa, nilai tukar rupiah pada sore hari ini ditutup melemah terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah diperdagangkan di Rp 13.327 per dollar AS.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Wednesday, August 2, 2017

Dekati Level Psikologis 22.000, Indeks Dow Jones Kembali Cetak Rekor


Bursa saham New York atau New York Stock Exchange
Equity World Medan - Indeks Dow Jones Industrial Average kembali mencetak rekor baru dengan kenaikan 0,33 persen atau 72,80 poin ke level 21.963,92 dalam penutupan perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (2/8/2017) dini hari waktu Indonesia.

Dua indeks utama lain yang terkoreksi dalam tiga hari pun akhirnya kembali menguji kekuatan. Indeks S&P 500 menguat 0,24 persen ke level 2.476,35. Adapun indeks Nasdaq naik 0,23 persen ke angka 6.362,94.

Dalam sebulan terakhir, indeks Dow Jones melompat 2,54 persen. Harga saham Boeing mengontribusi lonjakan terbesar dengan porsi 300 poin terhadap indeks. "Hal ini terutama didorong oleh laporan kinerja yang luar biasa," kata Crit Thomas, global market strategist Touchstone Investment kepada CNBC.

Menurut data Thomson Reuters, hingga Selasa, sekitar 72 persen konstituen indeks S&P melaporkan laba yang lebih tinggi ketimbang prediksi. Sedangkan 69 persen melaporkan pendapatan yang lebih tinggi ketimbang estimasi.

Data ekonomi yang rilis di AS hari Selasa adalah Institute for Supply Management (ISM) yang melaporkan indeks aktivitas pabrik yang turun ke angka 56,3 bulan Juli dari 57,8 bulan sebelumnya. Angka bulan Juni ini adalah angka tertinggi sejak Agustus 2014.

Di sisi lain, belanja konstruksi AS turun 1,3 persen pada bulan Juni menjadi 1,21 triliun dollar AS. Ini adalah angka terendah sejak September 2016. "Penurunan belanja konstruksi ini menyumbang penurunan pada pertumbuhan ekonomi," kata Gregory Daco, chief US economist Oxford Economics di New York kepada Reuters.

Sumber: Kompas.com

PT Equityworld Futures
EWF Medan

Tuesday, August 1, 2017

Disokong Saham Boeing, Indeks Dow Jones Sentuh Rekor Baru

Ilustrasi

Equity World Medan - Indeks Dow Jones Industrial Average kembali menyentuh rekor baru pada penutupan perdagangan Senin waktu AS atau Selasa pagi (1/8/2017) waktu Indonesia.

Menguatnya indeks Dow Jones ditenagai oleh saham Boeing. Sementara itu, saham-saham teknologi seperti  Facebook, Alphabet dan lainnya ditutup melemah hingga membuat indeks S&P 500 dan Nasdaq berakhir di zona merah.

Pada akhir perdagangan dini hari tadi, saham Facebook ditutup melemah 1,86 persen dan induk Google, Alphabet (GOOGL.O) melemah 1,34 persen.

"Menguatnya pasar telah berakhir dan investor memilih mengambil untung pada saham-saham yang kinerjanya bagus," ujar Vice President Trading and Derivatives pada Charles Schwab di Austin Texas, Randy Frederick sebagaimana dikutip dari Reuters.

Saham Boeing ditutup menguat 0,49 persen dan menyentuh rekor baru di 242,46 dollar AS per saham setelah JPMorgan menaikkan target harga pabrikan pesawat tersebut di 280 dollar AS per saham.

Hal ini membuat indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,28 persen dan berakhir di 21.891,12 poin dan indeks S&P 500 kehilangan 0,07 persen menjadi 2.470,3. Adapun indeks Nasdaq ditutup melemah 0,42 persen ke posisi 6.348,12.

Pasar tak terlalu bereaksi berlebihan menyikapi berita bahwa direktur komunikasi President Donald Trump, Anthony Scaramucci, diberhentikan.

Sepanjang Juli, indeks S&P 500 telah menguat 1,9 persen. Sementara itu indeks Dow Jones naik 2,5 persen dan indeks Nasdaq naik 3,4 persen.

Sumber: Kompas.com   

PT. Equityworld Futures
EWF Medan