This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, June 19, 2020

Jangan Kaget! Harga Emas Antam 19 Juni 2020 Ambles Rp 5.000

Ilustrasi emas (CNBC Indonesia/Tri Susilo)Equityworld Futures Medan-Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini, Jumat (19/6/2020), turun 0,59% atau sebesar Rp 5.000 menjadi Rp 837.120/gram dari perdagangan Rabu kemarin di level Rp 842.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram turun 0,59% berada di Rp 83,712 juta dari harga kemarin Rp 84,212 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga turun Rp 6.000 dan ditetapkan pada Rp 784.000/gram, dari posisi kemarin Rp 790.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Berikut adalah harga logam mulia antam untuk berbagai acuan :

Gram     per Batangan (Rp)         per Gram (Rp)
1000     835.600.000 (-5.000.000)     835.600 (-5.000)
500     417.820.000 (-2.500.000)     835.640 (-5.000)
250     209.015.000 (-1.250.000)     836.060 (-5.000)
100     83.712.000 (-500.000)         837.120 (-5.000)
50     41.895.000 (-250.000)         837.900 (-5.000)
25     20.987.000 (-125.000)         839.480 (-5.000)
10     8.445.000 (-50.000)         844.500 (-5.000)
5     4.255.000 (-25.000)         851.000 (-5.000)
3     2.570.001 (-15.000)         856.667 (-5.000)
2     1.730.000 (-10.000)         865.000 (-5.000)
1     895.000 (-5.000)         895.000 (-5.000)
0.5     477.500 (-2.500)         955.000 (-5.000)

Sumber : hargaemas.org

Baca: 7 Hari Harga Emas Ngos-ngosan, Apakah Tanda Jenuh Naik?

Faktor yang mendorong pergerakan harga emas Antam antara lain permintaan, sentimen global dan domestik serta harga emas dunia. Dalam 7 hari terakhir harga emas dunia cenderung stabil di tengah berbagai gempuran kabar baik dan buruk secara bersamaan.

Kabar buruk datang menyusul terjadinya lonjakan kasus infeksi virus corona di AS dan China dalam beberapa hari terakhir. Di Beijing, lebih dari 100 kasus baru dilaporkan hingga 16 Juni lalu. Pemerintah memutuskan untuk menutup sekolah serta membatalkan jadwal penerbangan di bandara internasional Beijing.

Kabar baiknya adalah banjir stimulus oleh pemerintah dan bank sentral masih akan dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian. Bank sentral AS the Fed mengatakan akan melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan perekonomian Negeri Adidaya.

Kabar paling baru menyebutkan the Fed akan mulai membeli obligasi korporasi. The Fed kini tak hanya fokus pada Wall Street saja. Namun the Fed sudah turun ke jalan dan mengulurkan tangannya ke sektor riil.

Sebelumnya saat mengumumkan hasil rapat pengambil kebijakan the Fed (FOMC) ketua Jerome Powell mengatakan bank sentral akan menahan suku bunga acuan mendekati nol persen untuk waktu yang agak lama setidaknya hingga 2022.

Suku bunga yang rendah serta program pelonggaran kuantitatif yang ditempuh oleh bank sentral global berpotensi menyebabkan terjadinya tingkat inflasi yang tinggi di masa mendatang. Emas sebagai aset lindung nilai pun menjadi semakin menarik, sehingga prospek jangka panjangnya pun masih cerah.

Sumber : cnbcindonesia.com
PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Thursday, June 18, 2020

Emas Sedang Ngos-ngosan, Pagi Ini Harga Tak Gerak

Gold bars are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany,  August 14, 2019. REUTERS/Michael DalderPT Equityworld Futures Medan-Jakarta, CNBC Indonesia - Harga emas tak beranjak dari level penutupan kemarin. Sentimen yang campur aduk membuat harga emas dunia cenderung stabil beberapa hari terakhir.

Kamis (18/6/2020), harga emas dunia di pasar spot flat. Pada 08.00 WIB, emas dibanderol di harga yang sama dengan posisi penutupan kemarin di US$ 1.726,27/troy ons. Harga emas cenderung stabil di pekan ini.


Sentimen memang sedang campur aduk. Rilis penjualan ritel bulan Mei Amerika Serikat (AS) yang melonjak 17,7% dibanding bulan April memang jadi tanda ekonomi Negeri Paman Sam sedang on track pada periode pemulihan menyusul terciptanya 2,5 juta lapangan kerja di bulan yang sama.

Namun di sisi lain prospek ekonomi ke depan masih diliputi dengan ketidakpastian terutama dari perkembangan kasus pandemi corona. Ketua bank sentral AS the Fed Jerome Powell mengatakan akan menggunakan berbagai cara untuk menyelamatkan perekonomian.

Kebijakan yang paling baru adalah the Fed akan membeli obligasi korporasi langsung di pasar sekunder. Padahal sebelumnya the Fed hanya membeli Exchange Traded Fund (ETF)-nya saja.

Selain itu the Fed juga akan menahan suku bunga acuan mendekati nol persen untuk waktu yang agak lama, setidaknya hingga 2022. the Fed menilai ekonomi AS butuh waktu untuk pulih kembali.

Kongres AS setidaknya telah mengalokasikan hampir US$ 3 triliun dolar bantuan keuangan dan the Fed telah memompa triliunan dolar stimulus untuk meredam dampak ekonomi akibat merebaknya wabah corona di AS.

Di sisi lain ancaman seputar gelombang kedua wabah juga masih menjadi sorotan pelaku pasar. Hingga 16 Juni kemarin, Beijing melaporkan sudah ada tambahan 137 kasus infeksi corona baru yang disinyalir berasal dari pasar makanan Xinfadi.


Pemerintah terus berupaya untuk menangani wabah agar tidak menyebar luas. Reuters melaporkan, aktivitas penerbangan di bandara internasional di Beijing di tutup dan orang-orang yang sudah terlanjur memesan tiket kereta akan mendapat refund.

Jika melihat risiko ketidakpastian yang masih besar seperti saat ini, maka sebenarnya prospek emas masih positif. Emas merupakan aset minim risiko (safe haven) yang diburu oleh investor kala kondisi ekonomi sedang tidak kondusif.
Baca: Harga Emas Dunia Diprediksi Mentok US$ 2.000/oz, Yakin Gak?

Di sisi lain rendahnya suku bunga, banjir stimulus yang diberikan oleh pemerintah dan bank sentral global juga menjadi faktor lain yang membuat prospek emas masih cerah.

Untuk saat ini tekanan deflasi memang tinggi. Namun ke depan ada potensi inflasi yang tinggi terjadi, sehingga emas sebagai aset lindung nilai (hedging) jadi kian menarik untuk dibeli.

Afshin Nabavi selaku senior vice president trader logam mulia di MKS SA mengatakan investor memanfaatkan momentum saat ini untuk trading emas di US$ 1.730 - US$ 1.735 di rentang atas dan US$ 1.710 - US$ 1.715 di rentang bawah


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Wednesday, June 17, 2020

Dibuka Lesu, Rupiah Langsung Bangkit!

A Balinese man makes a Hindu offering outside a shop which offers currency exchange services in Kuta, on the resort island of Bali, Indonesia  April 30, 2018. REUTERS/Johannes P. ChristoPT Equityworld Futures Medan- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat di perdagangan pasar spot pagi ini. Optimisme terhadap prospek pemulihan ekonomi yang membuncah membuat pelaku pasar berkerumun di sekitar aset-aset berisiko yang menjanjikan cuan gede.

Pada Rabu (17/6/2020), US$ 1 setara dengan Rp 14.060 kala pembukaan pasar spot. Rupiah melemah 0,29% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Namun rupiah tidak betah lama-lama di di zona merah. Pada pukul 09:04 WIB, US$ 1 dihargai Rp 14.000 di mana rupiah menguat 0,14%.

Hari ini, sepertinya mood pasar sedang bagus. Ini sudah terlihat di bursa saham New York. Dini hari tadi waktu Indonesia, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat tajam 2,04%, S&P 500 melesat 1,9%, dan Nasdaq Composite menanjak 1,75%.

Data ekonomi terbaru di AS mendongrak risk appetite di pasar. Pada Mei 2020, penjualan ritel di Negeri Paman Sam melonjak 17,7% dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/MtM). Secara year-on-year (YoY) memang masih turun 6,08% tetapi jauh lebih baik dibandingkan April yang anjlok nyaris 20%.

Perbaikan penjualan ritel menunjukkan bahwa ada harapan perekonomian AS bisa pulih dengan cepat setelah dihajar oleh pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19). Begitu AS menerapkan pelonggaran pembatasan sosial (social distancing), roda ekonomi bisa langsung berputar dengan cepat.

"Penjualan ritel adalah penyebab utama yang membuat pasar melesat. Namun aroma stimulus juga membantu," kata Ryan Detrick, Senior Market Strategist di LPL Financial yang berbasis di North Carolina, seperti dikutip dari Reuters.
Sebelumnya, bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) mengumumkan akan mengubah skema pembelian obligasi korporasi dengan memasukkan pendekatan indeksasi. Artinya, The Fed akan membeli obligasi korporasi di pasar sekunder yang kemudian menciptakan portofolio baru yang berbasis indeks pasar. The Fed akan menyerap obligasi korporasi berdasarkan indeks yang terbangun dari aset dengan rating minimum tertentu, tenor tertentu, dan berbagai kriteria lainnya.

Kemudian bank sentral Jepang (BoJ) berkomitmen untuk meningkatkan fasilitas pinjaman kepada korporasi hingga US$ 1 triliun dari sebelumnya sekitar US$ 700 miliar. Haruhiko KUroda, Gubernur BoJ, juga menegaskan siap meningkatkan jumlah fasilitas tersebut jika memang dibutuhkan.

Sementara dari penanganan virus corona, ada kabar baik yaitu pemberian obat dexamethasone terbukti mampu menurunkan risiko kematian pasien hingga sepertiga. Pemberian dexamethasone dalam dosis rendah dapat meningkatkan harapan hidup pasien positif virus corona.

"Pasien yang menggunakan ventilator yang diberikan dexamethasone bisa menghindari risiko kematian, ini bisa menyelamatkan nyawa. Harganya pun tidak mahal," kata Martin Landray, Profesor di Oxford University, seperti dikutip dari Reuters.

Berbagai kabar baik ini menjadi penyebab investor enggan bermain aman. Arus modal mengalir deras ke pasar keuangan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Hasilnya jelas, rupiah kembali nyaman menapaki jalur hijau.

"Kita mendapatkan kabar baik dalam upaya memerangi Covid-19. Reopening dan data yang sangat bagus memberi petunjuk bahwa pemulihan sudah terjadi dan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya," tambah Detrick.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Tuesday, June 16, 2020

IHSG Pesta Pora, Awal Perdagangan Melesat 2% Lebih

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)Equityworld Futures Medan- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan selasa (16/6/20) dibuka terbang 1,26% ke level 4.877,55 selang 5 menit IHSG melanjutkan kenaikannya sebesar 2,37% di level 4.930,62.
Data perdagangan mencatat, investor asing kembali melakukan aksi jual bersih sebanyak Rp 12 miliar di pasar reguler hari ini dengan nilai transaksi hari ini menyentuh Rp 882 miliar.
Saham yang paling banyak dilepas asing hari ini adalah PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dengan jual bersih sebesar Rp 43 miliar.
Sejalan dengan gerak IHSG bursa di kawasan Asia juga terpantau mayoritas hijau, Hang Seng Index di Bursa Hong Kong naik sebesar 3,24%, Nikkei di Jepang terapresiasi sebesar 3,25%, sedangkan STI Singapore juga menanjak 2,38%.
Bahan bakar kenaikan IHSG hari ini datang dari bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada Senin (16/6/2020), berkat kebijakan agresif bank sentral AS yang baru diumumkan tadi malam. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 157,62 poin, atau 0,6%, ke 25.763,16. Indeks S&P 500 tumbuh 0,8% menjadi 3.066,59 sedangkan Nasdaq melompat 1,4% ke 9.726,02.
Setelah sempat melemah tajam pada awal perdagangan, situasi berbalik setelah The Fed mengatakan pihaknya akan membeli obligasi korporasi di pasar sekunder, memperluas pembelian surat utang korporasi dari semula hanya di pasar primer.
“The Fed akan selalu mencoba dan menunjukkan siapa yang berkuasa di sini.. Ia terus membuktikan bahwa ia bisa melakukan hal baru dan efektif, dan telah menjadi pendorong utama pasar sekarang,” tutur Ilya Feygin, perencana investasi senior WallachBeth Capital.
Produk reksa-dana yang bisa diperdagangkan di bursa saham (Exchange Traded-Fund/ETF) iShares iBoxx naik lebih dari 1% setelah pengumuman itu. Produk dengan aset dasar (underlying asset) obligasi layak investasi itu naik setelah pengumuman The Fed.
Akan tetapi hari ini secara fundamental masih akan ada kabar buruk dari dalam negeri, kali ini bersumber dari sektor ritel. Bank Indonesia bakal merilis laporan survei penjualan eceran per April. Menurut Tradingeconomics, penjualan ritel periode itu bakal anjlok 11,8% atau lebih buruk dari Maret.
Dalam survei Maret, Indeks Penjualan Riil (IPR) berada di level 219,9 alias terkontraksi 4,5%. Ini mengindikasikan bahwa penjualan ritel masih lesu akibat pandemi Covid-19. Penurunan terutama terjadi pada penjualan subkelompok komoditas sandang yang terkontraksi -42,8%, turun dalam dibanding periode sebelumnya yang tumbuh 34,3%.
Dengan belum adanya perubahan terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada April, maka tak ada alasan untuk berharap penjualan ritel berbalik menguat. Hal serupa juga terjadi di AS yang juga dijadwalkan merilis data penjualan ritel (per Mei) yang diprediksi tertekan 24,6%, setelah sebelumnya melemah 21,6%.
Sumber : cnbcindonesia.com
PT Equityworld Medan
Equity world Medan
Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Monday, June 15, 2020

Corona Serang China Lagi, Batu Bara Tertekan

Coal barges are pictured as they queue to be pull along Mahakam river in Samarinda, East Kalimantan province, Indonesia, August 31, 2019. Picture taken August 31, 2019. REUTERS/Willy KurniawanPT Equityworld Futures Medan- Pekan lalu harga batu bara termal Newcastle untuk kontrak yang ramai ditransaksikan ditutup mengalami kenaikan. Meski naik, harga komoditas ini masih berada dalam tekanan.

Jumat (12/6/2020) harga batu bara dibanderol US$ 52,95/ton. Harga batu bara naik 1,05% dibanding harga penutupan periode perdagangan sebelumnya. Saat ini harga batu bara masih berada level terendahnya sejak 11 Mei 2020.


Mengacu pada laporan Reuters Insight Dry Freight, impor batu bara China bulan Mei turun 20% dibanding periode yang sama tahun lalu. Volume impor batu bara Negeri Tirai Bambu justru menurun saat permintaan untuk pembangkit listrik dan kebutuhan industri mulai membaik.

Setelah mengimpor secara besar-besaran April lalu, China mulai mengambil langkah untuk membatasi impor batu bara melalui penerapan kuota dan pengecekan dan pembatasan impor untuk kualitas tertentu bagi industri hilir.

Impor China bulan Juli diperkirakan akan anjlok 25% dibanding periode yang sama 2019 seiring dengan langkah China untuk mendorong permintaan domestik.

Beralih ke Indonesia sebagai salah satu negara eksportir batu bara selain Australia, total volume ekspor pada 5 bulan pertama tahun ini tercatat mencapai 175,15 juta ton. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan ekspor batu bara RI tahun ini mencapai 435 juta ton, lebih rendah dibanding tahun lalu sebesar 458,8 juta ton.

Kini pasar juga diliputi kekhawatiran akan terjadinya gelombang kedua wabah. China kembali melaporkan adanya lonjakan kasus baru beberapa hari terakhir. Reuters melaporkan kenaikan kasus baru tersebut disinyalir berasal dari klaster pasar makanan Xinfadi Beijing.

Hampir tidak ada kasus virus corona baru di kota tersebut selama hampir dua bulan sampai infeksi baru kembali dilaporkan pada 12 Juni, dan sejak itu jumlah total telah meningkat menjadi 51, melansir Reuters.

Lonjakan kasus baru juga terjadi di Negeri Paman Sam. Alabama melaporkan rekor jumlah kasus baru untuk hari keempat berturut-turut hingga hari Minggu. Alaska, Arizona, Arkansas, California, Florida, North Carolina, Oklahoma dan South Carolina semuanya memiliki jumlah kasus baru dalam tiga hari terakhir, menurut penghitungan Reuters.

Banyak pejabat kesehatan publik yang mengaitkan kenaikan kasus baru tersebut dengan pertemuan selama liburan akhir pekan Memorial Day pada akhir Mei. Di Louisiana, yang merupakan salah satu hot spot virus sebelumnya, kasus baru kembali meningkat dengan lebih dari 1.200 - dan menjadi yang tertinggi sejak 21 Mei.

Secara nasional, ada lebih dari 25.000 kasus baru yang dilaporkan pada hari Sabtu, tertinggi sejak 2 Mei. Lonjakan kasus ini sebagian karena adanya peningkatan yang signifikan dalam pengujian selama enam minggu terakhir.

Jika gelombang kedua wabah benar-benar terjadi dan kembali membuat lockdown diterapkan, maka ekonomi akan makin terpuruk. Permintaan terhadap komoditas melambat dan disrupsi rantai pasok global kembali terjadi.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Friday, June 12, 2020

Harga Emas Antam Melorot Jadi Rp 828.120/gram, Beli Gak Nih?

Emas Antam (CNBC Indonesia/ Tri Susilo)PT Equityworld Futures Medan- Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari Jumat ini (12/6/2020) turun 0,84% atau sebesar Rp 7.000 menjadi Rp 828.120/gram dari perdagangan Kamis kemarin di level Rp 835.120/gram.

Sebelumnya pada perdagangan Kamis kemarin, harga emas Antam naik 1,46% atau Rp 12.000 dari posisi harga Rabu yakni Rp 823.120/gram.

Berdasarkan pencatatan data harga Logam Mulia di gerai Jakarta Gedung Antam di situs logammulia milik Antam hari ini, harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram turun 0,84% berada di Rp 82,812 juta dari harga kemarin Rp 83,512 juta per batang.

Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Adapun khusus harga 1 gram emas Antam hari Jumat ini (12/6/2020) turun Rp 7.000 menjadi Rp 886.000/gram setelah naik Rp 12.000 ke Rp 893.000/gram pada hari Kamis kemarin.

Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam hari ini juga turun 0,89% atau Rp 7.000 ditetapkan pada Rp 777.000/gram, dari posisi kemarin Rp 784.000/gram. Harga itu menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut.

Namun jika membandingkan dengan harga emas yang sempat mencapai rekor Rp 895.000/gram yang dicapai pada Jumat 3 April 2020, maka harga emas Antam hari ini sudah jatuh Rp 66.880. Ini adalah harga emas acuan 100 gram. Sementara itu, pada 3 April tersebut, khusus harga 1 gram emas Antam juga naik tembus Rp 944.000/gram.

Saat itu harga emas Antam tembus rekor seiring dengan harga emas dunia yang kembali naik ke atas level psikologis US$ 1.600 per troy ons pada 3 April tersebut.

Penurunan harga emas Antam hari ini seiring dengan turunnya harga emas dunia di pasar spot pada penutupan perdagangan hari Kamis kemarin (Jumat pagi waktu Indonesia) yang turun sebesar US$ 9,09 atau 0,53% menjadi US$ 1.727,15/troy ons setelah naik US$ 21,92 atau 1,28% menjadi US$ 1.736,24/troy ons sebelumnya, melansir dari Refinitiv.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman bulan Agustus justru naik US$ 19,10 atau sekitar 1,1% pada US$ 1.739,80/troy ons setelah turun US$ 1,20 atau 0,1% ke US$ 1.720,70/troy ons sebelumnya, melansir dari RTTNews.

Penurunan harga emas dunia kemarin menyusul aksi ambil untung (profit taking) setelah reli 3 hari berturut.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan

Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan

Thursday, June 11, 2020

Investor Mulai Khawatir, IHSG Jadi Ragu untuk Lanjut Reli

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)PT Equityworld Futures Medan-Di akhir perdagangan kemarin, Rabu (10/6/2020), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar di zona merah. Tertekan sejak awal perdagangan, IHSG anjlok 2,27% ke level 4.920,68 karena aksi profit taking para investor setelah reli panjang selama dua pekan.

Investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih sebanyak Rp 517 miliar di pasar reguler. Nilai transaksi mencapai Rp 10,78 triliun.

Pada perdagangan hari ini sentimen datang dari Amerika Serikat. Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut The Fed masih akan mempertahankan tingkat suku bunga rendah tahun ini. Meskipun ada potensi untuk mengalami kenaikkan, namun mungkin akan terjadi pada kisaran tahun 2022.


Hal tersebut disampaikan oleh Jerome Powell dalam konferensi persnya kemarin usai pertemuan bank sentral.

Dia juga menyampaikan proyeksi perekonomian Amerika mengenai tingkat pengangguran di Amerika akan mengalami penurunan menjadi 9,3% dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, dari sebelumnya 13,3% pada bulan Mei lalu, dan akan kembali menurun hingga 6,5% pada tahun 2021.

Tingkat pertumbuhan ekonomi Amerika akan mengalami kontraksi sebesar 6,5% tahun ini sebelum pada akhirnya mengalami kenaikan sebesar 5% pada tahun depan. Dan mengenai inflasi, tentunya akan berada di bawah target The Fed yaitu 2% hingga 2022.

Dari dalam negeri, menurut Reliance Sekuritas Indonesia, investor mencemaskan kondisi LDR bank saat ini terpantau cukup tinggi, dimana rata-rata diatas 80%. Sehingga dengan tingkat LDR tersebut, dikhawatirkan penarikan dana akan terganggu, terutama dalam jumlah besar.

Selanjutnya investor menanti langkah kebijakan bank sentral untuk pemulihan ekonomi akibat dampak dari virus corona. OECD mengatakan ekonomi global akan terkontraksi 6% di tahun ini.

Artha Sekuritas menyebutkan investor mulai mencemaskan kenaikan jumlah positif Covid-19 di Indonesia yang mulai meningkat setelah pelonggaran PSBB. Karena hal tersebut indeks diperkirakan akan bergerak melemah.

Dari segi teknikal, MNC Sekuritas menyebutkan selama IHSG belum mampu menguat di atas 5.140, maka diperkirakan saat ini pergerakan IHSG sedang berada di wave A dari wave (2), dimana IHSG masih akan cenderung terkoreksi namun relatif terbatas.

Pergerakan IHSG diperkirakan IHSG akan rebound untuk membentuk wave B terlebih dahulu ke arah 4.950-5.015. Perhatikan support IHSG di 4.850 dan 4.747, apabila IHSG terkoreksi melebihi level support tersebut, bukan tidak mungkin IHSG akan kembali ke area 4.400-4.500.

Hari ini indeks diperkirakan akan bergerak di kisaran support 4.850 dan 4.747 serta resisten di 5.010 dan 5.050.


Sumber : cnbcindonesia.com

PT Equityworld Medan
Equity world Medan
Lowongan Kerja Terbaru 2020
Loker EWF Medan